Lawan Radikalisme Gerak Samawa Gelar Dialog Publik

oleh -6 views

SUMBAWA BESAR, SR (28/10/2017)

Melihat kultur Bangsa Indonesia yang beragam suku, bangsa, agama, ras, serta budaya menjadi sasaran empuk kelompok-kelompok radikal. Maraknya aksi radikalisme yang dilakukan kelompok yang tidak bertanggung jawab berpotensi memecah belah persatuan dan perdamaian Bangsa Indonesia. Parahnya lagi paham radikalisme mulai mengakar dan menyasar kalangan pemuda yang notabe generasi penerus bangsa. Ini sangat berbahaya karena hancurnya sebuah bangsa berawal dari rusaknya para generasi muda. Hal tersebut menjadi masalah besar yang perlu dihadapi bersama. Karenanya Lembaga Gerak Samawa menginisiasi penyelenggaraan Dialog Publik dengan tema “Penguatan Pemuda Sebagai Agen Pemersatu Bangsa Dalam Melawan Bahaya Paham Radikal”. Kegiatan ini sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-28 yang dilaksanakan di Aula Hotel Sutan Sumbawa, Kamis (26/10) kemarin.

Bupati Sumbawa diwakili Staf Ahli bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Burhan SH MH yang membuka kegiatan tersebut mengatakan bahwa sejarah membuktikan peran generasi muda dalam konteks perjuangan dan pembangunan dalam kanca sejarah kebangsaan Indonesia sangatlah dominan dan memegang peranan penting baik fisik maupun diplomasi serta kegiatan-kegiatan intelektual. Masa sebelum kemerdekaan, pra kemerdekaan dan revolusi fisik dalam mempertahankan kemerdekaan menjadi ladang bagi tumbuh suburnya heroisme pemuda yang melahirkan semangat patriotisme dan nasionalisme. Namun demikian, di era global, faham-faham radikal mulai merambah tanah air. “Karena itu radikalisme kini menjadi ancaman nyata bagi generasi muda di tanah air, sekarang kita dengan mudah mengakses teknologi dari berbagai tempat, kemudahan berkomunikasi dengan fasilitas media social juga menunjang pergaulan antar manusia. Hal ini juga menjadi wadah bagi penyebar paham radikal untuk menyasar kaum muda melalui media social maupun media online lainnya,” imbuhnya.

Baca Juga  Upaya Kubu Farhan PAW Abing Mang Cs Kandas

Pemuda menjadi sasaran empuk bagi tersebarnya faham radikal karena sifat pemuda yang kadang masih labil dan belum memiliki prinsip yang kokoh dalam hidupnya. Sebagian pemuda juga masih dalam proses pencarian jati diri. Hal itulah yang memberikan peluang bagi para agen paham radikal untuk mengajak pemuda bergabung menjadi bagian dari kelompok mereka. Sesuai dengan tema besar dialog public ini penguatan pemuda sebagai agen pemersatu bangsa dalam melawan paham radikal maka nilai-nilai Sumpah Pemuda menjadi penting untuk direvitalisasi kembali sehingga berbagai macam pelajaran di dalamnya dapat dpetik, mulai dari persatuan, kebangsaan dan semangat juang yang dimiliki. “Dari isi sumpah pemuda dapat kita lihat bahwa para pendahulu kita menginginkan adanya persatuan di antara kalangan orang-orang yang berjuang dengan diikrarkannya satu tanah air dan satu bangsa. Kita dapat memaknai bahwa Bangsa Indonesia itu satu meskipun berbeda, persatuan itulah kata yang paling tepat untuk memakai dan menggambarkan arti dari Sumpah Pemuda. Para pendahulu kita mengajarkan bahwa dengan bersatu dan mengesampingkan perbedaan, maka Bangsa Indonesia dapat meraih kemerdekaan dan dengan persatuan pula kesejahteraan suatu bangsa dapat tercapai,” jelas Bupati.

Dalam kegiatan ini hadir sebagai pemateri yakni Dr. Lahmudi Zuhri (Akademisi), Kapten Ikhsan Mansuri (Danunit Intel Kodim 1607 Sumbawa) Yahya Adam BA (Kepala Kesbangpoldagri) dan Alwan Hidayat S.Pd.I (DPD KNPI Sumbawa). (HEN/SR)

dukacita dukacita bankntb