Penyelidikan Tanah Urug Dilanjutkan, Jaksa Segera Panggil PPK

oleh -29 views

SUMBAWA BESAR, SR (25/10/2017)

Meski pemadatan tanah urug Pasar Brangbara sudah ditangani PT Tiba Papua, bukan berarti penyelidikan Kejaksaan Negeri Sumbawa terhadap proyek senilai Rp 197 juta itu terhenti. Penyelidikan tetap dilakukan. Buktinya selain melakukan sidak pengerjaan proyek pembangunan Pasar Brangbara, Rabu (25/10), Tim Kejaksaan juga mengecek ketebalan tanah urug tersebut. Dari penggalian pondasi konstruksi pasar, tim menemukan ketebalan tanah urug tidak mencapai 80 centimeter. Ketika diukur terungkap hanya sekitar 65 dan 70 centimeter. “Ini juga menjadi bahan penyelidikan kami,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Sumbawa, Anak Agung Raka PD SH yang ditemui SAMAWAREA di lokasi proyek, sore tadi.

Pihaknya ungkap Raka—sapaan singkat jaksa muda ini, sudah berkoordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tanah urug ini. Rencananya pemeriksaan terhadap PPK tersebut dijadwalkan dua minggu mendatang. Ini juga akan diikuti dengan pemeriksaan sejumlah pihak terkait lainnya.

Sebelumnya proyek tanah urugan Pasar Brang Bara ini dikerjakan CV. Khalifah dengan nilai Rp 197 juta yang dianggarkan melalui APBD Kabupaten Sumbawa. Namun dalam pengerjaannya diduga bermasalah karena terindikasi adanya perbuatan melawan hukum. Ini salah satu alasan Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintah, dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kabupaten Sumbawa menolak permintaan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk memberikan pendampingan proyek tersebut. Namun dalam rapat evaluasi yang digelar TP4D belum lama ini menyebutkan hasil ujilab material yang digunakan dalam pengurugan Pasar Brangbara sudah sesuai. Persoalannya hanya kurang padat, sehingga lantai pasar tersebut dikhawatirkan tidak bertahan lama. Meski demikian pembangunan konstruksi Pasar Brangbara tidak berpengaruh terhadap tanah urgan tersebut. Sebab konstruksinya memiliki kekuatan karena didukung dengan ketebalan dan kedalaman pondasi di samping material yang ada. Tanah urugan itu harus dipadatkan. Untuk pemadatan ini sudah menjadi tanggung jawab PT Tiba Papua—pelaksana proyek konstruksi Pasar Brangbara tanpa adanya tambahan waktu dan biaya. (JEN/SR)

 

dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  Ratusan Terompet “Al Quran” Disita Polisi