Tim Intelijen Kejaksaan Temukan Kejanggalan Pengadaan Bibit Bawang

oleh -49 views
Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Sumbawa cek penangkaran bibit bawang di Kecamatan Rhee

SUMBAWA BESAR, SR (24/10/2017)

Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Sumbawa menemukan adanya kejanggalan dalam proyek pengadaan bawang merah di Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa. Kejanggalan ini ditemukan setelah tim yang dipimpin Erwin Indrapraja SH MH didampingi Anak Agung Raka PD SH, beranggotakan di antaranya Lenny Marta Baringbing SH dan Rahajeng SH ini turun ke lapangan mendatangi penangkaran bibit bawang merah di Kecamatan Rhee, Selasa (24/10). “Kami temukan ada yang janggal yang mengarah pada dugaan penyimpangan,” kata Erwin—sapaan Kasi Intel kepada SAMAWAREA.

Kejanggalan yang ditemukan di lapangan ini sambung Erwin akan dikaji dan analisis. Sebab di lapangan pihaknya ingin memastikan jika bibit bawang yang dibagi kepada sejumlah kelompok tani benar-benar berasal dari penangkar tersebut. Selain itu mengkroscek harga pengadaan bibit bawang merah ini. “Kami belum bisa menyebutkan secara spesifik kejanggalan di lapangan, karena masih kami dalami lagi, dan singkronkan dengan kelompok-kelompok tani selaku penerima barang,” jelasnya.

Tidak hanya mengecek penangkar dan kelompok taninya, Erwin mengaku juga akan mengecek kebenaran perusahaan pemenang tender yang diakui berada di Jakarta. “Kami ingin memastikan benar gak perusahaan itu. Jangan sampai perusahaannya abal-abal,” imbuhnya.

Setelah semua ini dilakukan, Tim melalui Operasi Intelijen, akan kembali melakukan pemeriksaan tambahan terhadap pihak-pihak terkait yang direncanakan pada pekan mendatang.

Sebelumnya, Erwin mengaku telah meminta keterangan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ir. Mukhlis, Ketua LSM Gempur Hamzah selaku pelapor dan Ketua Pokja 6 Layanan Bagian Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LBPJP) Setda Sumbawa Risma Yulia. Sebenarnya Direktur Perusahaan pemenang tender bibit bawang senilai Rp 4,4 Milyar, juga dipanggil. Tapi saat itu yang hadir adalah perwakilan perusahaan, Fanni Fanani.

Baca Juga  Iwan Mohon Pamit, Adung Minta Diterima Jadi Warga Sumbawa

Seperti diberitakan, kasus pengadaan bibit bawang merah ini dilaksanakan pada Tahun 2017 ini. Proyek ini diduga bermasalah setelah tender proyek dimenangkan PT QPI. Menurut pelapor, dalam proses lelangnya sejumlah pihak pernah mengajukan surat terkait perusahaan ini karena diduga tidak melampirkan tanda daftar perusahaan di Menkumham. Perusahaan tersebut hanya meng-upload akta notaries sehingga diduga rentan dengan tindakan manipulatif. (JEN/SR)

dukacita dukacita bankntb