TGB Usulkan Penetapan HPP Cabe dan Bawang kepada Presiden Jokowi

oleh -9 views
Gubernur NTB, M Zainul Majdi

MATARAM, SR (23/10/2017)

Gubernur NTB, Dr.TGH. M. Zainul Majdi mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo untuk menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP ) cabe rawit, cabe keriting, serta bawang putih dan bawang merah, guna meminimalisir dampak inflasi karena fluktuasi harga dari keempat komoditi pertanian tersebut. “Kami sudah mengusulkan harga-harga untuk keempat komiditi ini, karena terus terang fluktuasi harga untuk komunitas ini, pertama kadang-kadang membuat inflasi kita naik turun,” ujar TGB—sapaan Gubernur NTB.

Menurutnya fluktuasi harga cabe pada saat-saat tertentu kadang-kadang jatuh hingga ke level Rp. 4000. Tetapi terkadang sangat tinggi. Dari fluktuasi tersebut, kata TGB, pada intinya petanilah yang sangat dirugikan. Pada saat-saat tertentu petani agak kesulitan menjual cabe dengan harga yang baik.

TGB kemudian meminta Presiden Jokowi menugaskan Menteri Pertanian untuk menindaklanjuti penetapan HPP cabe rawit, cabe keriting, kemudian Bawang Putih dan Bawang Merah, guna meminimalisir dampak inflasi karena fluktuasi harga komoditi tersebut. “Kami sudah mengusulkan harga-harga untuk keempat komiditi ini, karena terus terang fluktuasi harga untuk komunitas ini, pertama kadang-kadang membuat inflasi kita naik turun,” ujar TGB kepada Presiden RI, pada sambutan selamat datang dan apresiasinya kepada Presiden Jokowi atas pembagian 2.700 sertifikat tanah kepada masyarakat NTB, sekaligus peresmian Masjid Nurul Bilad dan beroperasinya KEK Mandalika, di Pantai Kute Lombok Tengah, Jum’at (20/10) lalu.

Baca Juga  Sisihkan Gaji dan Zakat Maal, Ansori Bagi 4000-an Paket Sembako

Selain itu, TGB juga melaporkan kepada Presiden bahwa sesuai dengan arahan presiden sebelumnya agar NTB fokus membangun daerah. Sesuai potensi unggulan yang dimiliki, yaitu fokus pada pertanian dan pariwisata. “Alhamdulillah sejak 9 tahun lalu, NTB fokus pada dua sektor ini. Hasilnya sungguh menggembirakan,” ungkapnya.

Produksi padi tahun ini meningkat 13,5 persen menjadi sebanyak 2,36 juta gabah kering giling. Bahkan produksi jagung di NTB, setelah tahun lalu Presiden Jokowi menetapkan HPP,  berdasarkan ramalan kedua BPS tahun ini meningkat 95% dibanding tahun 2016. Jika produksinya tahun lalu sebanyak 1,2 juta ton, maka ramalan kedua dari BPS tahun 2017  menjadi 2,1 juta ton. (JER/SR)

dukacita dukacita bankntb