Semua Desa di KSB Sudah Punya PAUD 

oleh -9 views
Kepala Bidang PAUDNI Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga KSB, Solihin

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS DIKPORA KSB SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (23/10/2017)

Pemda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memastikan di semua desa sudah memiliki lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hal ini sebagai jaminan terpenuhinya hak dasar masyarakat dalam hal pendidikan. Terutama pendidikan di usia dini yang sangat penting untuk penanaman dasar pengetahuan guna mencapai anak yang sehat, cerdas dan ceria. Karena di usia 0-6 tahun otak manusia mengalami perkembangan sangat cepat.

Kepala Bidang PAUDNI Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga KSB, Solihin mengakui hal itu. Untuk pemenuhan hak dasar manusia dalam bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pihaknya memastikan semua desa sudah terpenuhi. Dalam catatan, jumlah PAUD di KSB mencapai 189 terdiri dari 28 TK negeri, 75 TK swasta, 42 Kelompok Bermain, 3 Tempat Penitipan Anak (TPA), dan 14 SPS. “Semua tersebar di seluruh desa wilayah KSB bahkan sampai daerah terpencil. Tempatnyapun rata-rata terjangkau,” akunya.

Perhatian pemerintah daerah terhadap keberadaan PAUD ini sangat luar biasa. Sebab otak manusia mengalami perkembangan yang sangat cepat sampai 80% di usia 0-6 tahun. Pada usia tersebut otak mampu menyerap berbagai informasi dari mana dan kapan saja, apakah informasi itu baik ataupun buruk. “Karenanya sangat bangus di usia tersebut kita tanamkan pondasi dengan nilai-nilai positif seperti tutur kata, dan sikap anak yang positif serta menumbuhkan minat belajar anak supaya anak sehat cerdas dan ceria,” imbuhnya.

Baca Juga  Sekolah Negeri di KSB Bertambah, Kemenag Resmikan MIN 2 dan MTsN

Untuk tingkat kesadaran masyarakat KSB menyekolahkan anaknya di usia dini juga sangat tinggi. Hingga kini jumlah anak yang masuk PAUD mencapai 6000 orang. Angka ini semakin meningkat setiap tahunnya.

Pemda juga sangat memperhatikan segi keterampilan guru. Berbagai pelatihan guru-guru PAUD intensif digelar agar lebih terampil dalam mengurus anak. “Bagaimana kita merangsang rasa ingin tahu anak, dan cara menghadapi anak nakal. Semua kita sudah bekali supaya apa yang menjadi harapan bersama bisa terpenuhi yakni menjadikan anak didik kita generasi penerus yang sehat cerdas dan ceria,” pungkasnya. (HEN/SR)

dukacita dukacita bankntb