Jokowi Pilih NTB Menandai Tiga Tahun Pemerintahannya

oleh -2 views

MATARAM, SR (22/10/2017)

Tepat 20 Oktober 2017 Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden, Jusuf Kalla  (Jokowi-JK) berusia tiga tahun. Menandai tiga tahun perjalanan pemerintahannya, Presiden Jokowi ternyata lebih memilih berkunjung ke NTB. Presiden Jokowi berada di NTB selama dua hari (19-20 Oktober 2017). Dalam kunjungannya, Presiden didampingi sejumlah Menteri Kabinet Kerja, di antaranya Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin, Menteri Sekretaris Negara Pramono Anung, Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menpar Arief Yahya, Menteri BPN/ATR Sofyan Jalil dan sejumlah pejabat lainnya. Presiden Jokowi melaksanakan sejumlah agenda penting yang tidak saja menjadi tonggak penguatan pembangunan NTB ke depan, melainkan juga memberi kemanfaatan besar bagi kemaslahatan bangsa dan ummat pada umumnya.

Bagi Gubernur NTB, Dr.TGH. M. Zainul Majdi dan seluruh masyarakat NTB, kunjungan Presiden Jokowi kali ini sungguh menjadi kebanggaan tersendiri. Sebab tepat dalam usia tiga tahun pemerintahannya, Jokowi hadir kembali di tengah-tengah masyarakat NTB dengan sejumlah agenda yang dapat memberikan motivasi dan optimisme lebih besar. Di antaranya peresmian beroperasinya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Merupakan megaproyek yang berkaitan langsung dengan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat NTB, karena akan dapat menyerap 58.000 tenaga kerja dengan investasi sebesar Rp 13 triliun lebih.

Sebelumnya, Presiden dan rombongan tiba di Bandara International Lombok pukul 16.45 Wita, langsung menuju Islamic Center Nusa Tenggara Barat di Jalan Udayana Mataram. Di tempat itu, Presiden hadir untuk menutup Konferensi Internasional Alumni Al-Azhar dan Multaqa Nasional IV Alumni Al-Azhar Cabang Indonesia, yang dihadiri ratusan ulama dari 22 negara di dunia. Pada malam hari, sebelum menuju Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu Lombok Tengah untuk mengadakan silaturahim dengan para pengurus Pondok Pesantren se-NTB dan ribuan santri yang menanti kehadirannya, Presiden Jokowi sempat mengunjungi Lombok Epicentrum Mall sebuah pusat pembelanjaan terbesar di Kota Mataram yang terletak di Jalan Sriwijaya. Selama di Mataram Presiden dan rombongan menginap di Hotel Astoria Mataram.

Kemudian hari kedua (Jumat 20/10), agenda Presiden dipusatkan di KEK Mandalika Lombok tengah, yaitu Meresmikan Masjid Nurul Bilad KEK Mandalika, yang dirangkaikan dengan pembagian sertifikat tanah kepada 5.700 warga se-NTB.  Usai pembagian sertifikat, Presiden langsung menuju Pantai Kute kawasan Mandalika untuk meresmikan beroperasinya  KEK Mandalika dan ditutup dengan menunaikan Sholat Jumat di Masjid Nurul Bilad. Namun yang sangat menarik dalam perjalanan dari mataram menuju KEK Mandalika, di sepanjang perjalanan, Jokowi disambut ribuan anak sekolah yang melambaikan bendera merah putih.  Di sepanjang perjalan itu, presiden terus membagikan buku-buku tulis kepada anak-anak sekolah yang menantinya di pinggir jalan.

Baca Juga  Dibuka Wakil Bupati, Pertikana III Diikuti 803 Pelajar

Saat menutup Konferensi Internasional Alumni Al-Azhar dan Multaqa Nasional IV Alumni Al-Azhar Cabang Indonesia di IC NTB, Presiden Jokowi menegaskan bahwa Al-Azhar merupakan sebuah institusi besar yang melahirkan orang-orang dengan pemikiran besar. Di hadapan Wakil WOAG, Prof. Dr. Muhammad Fadhiel El-Qoushi, Jokowi mendukung tema yang diusung dalam konferensi tersebut, yaitu Moderasi Islam: Dimensi dan Orientasi. Terlebih menurut Jokowi, bagaimana membangun dakwah yang merangkul semua, terutama anak-anak muda dengan metode-metode efektif seperti media sosial. Di era milenia saat ini dakwah di media sosial dapat dikatakan efektif untuk merangkul anak muda. Dengan demikian, moderasi dan toleransi dapat dipahami dan diterima oleh para generasi muda. “Menjadi kewajiban bersama membangun dakwah-dakwah untuk generasi milenia, agar moderasi Islam dan tolerasi dipahami betul oleh anak-anak muda kita,” harap Jokowi di depan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi selaku Ketua Umum Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Cabang Indonesia, Mustasyar, Prof. Dr. M. Quraish Shihab MA, Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifudin dan Menteri Setkab, Pramono Anung, disaksikan para ulama dari berbagai negara dan ribuan santri

Karena itu, Jokowi mengajak semua untuk membangun ukhuwah islamiyah, ukhuwah wataniah, dan ukhuwa basyariah. Karena inilah yang dibutuhkan negara ini dalam rangka mengejar ketertinggalan dengan negara-negara lain. Presiden menutup konferensi dengan harapan hasil-hasil konferensi yang ada dapat bermanfaat untuk membangun moderasi dan toleransi di tengah-tengah masyarakat.

Kemudian saat melakukan silaturrahmi dengan pengurus Pondok Pesantren se-NTB di Yayasan Pondok Pesantren Qamarul Huda Bagu, Kabupaten Lombok Tengah, Presiden Jokowi mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjaga kerukunan dan persaudaraan untuk menciptakan Indonesia yang damai dan sejahtera. “Mari kita jaga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini, Negara yang sangat besar dan kaya raya, yang tidak dimiliki oleh negara manapun di seluruh dunia,” ajaknya.

Sebagai Kepala Negara di NKRI ini, Jokowi menyadari bahwa merawat keberagaman yang ada di Indonesia ini tidaklah mudah. Banyak negara-negara di dunia kagum terhadap Indonesia yang mampu merawat persatuan dengan baik di tengah keberagaman yang begitu komplek. “Saya mengajak dan menekankan agar persaudaraan betul-betul terus kita jaga dan pelihara agar NKRI ini tetap bersatu,” harap Presiden Jokowi.

Selanjutnya, saat meresmikan mulai beroperasinya KEK Mandalika di Pantai Kute, Presiden menyebut KEK Mandalika adalah proyek yang berdampak langsung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kawasan ini akan terus berkembang dan masyarakat akan merasakan manfaatnya,” ujarnya

Baca Juga  RSUD Sumbawa Ditunjuk KKP Tangani Rapid Test Pejabat di Pulau Sumbawa

Presiden kemudian menitip pesan kepada Gubernur dan Bupati bersama Forkopimda, di antaranya menghijaukan KEK Mandalika. ITDC harus menyiapkan pasar cinderamata. Kemudian karakter bangunan di KEK Mandalika harus ada diferensiasi/pembeda dengan daerah lain. Provinsi NTB memiliki kekuatan arsitektur yang baik. “Kekuatan karakter kedaerahan harus dimunculkan,” kata Presiden.

Selanjutnya perlu menata cafe dan homestay dengan baik serta menyiapkan toilet yang berstandar internasional. “Mumpung pembangunan KEK Mandalika baru titik nol dimulai. Jadi, penataan kawasan ini betul-betul terkonsep dengan baik. Karena kita ingin kawasan mandalika ini menjadi kawasan yang besar bagi pariwisata Indonesia yang akan memberikan dampak kepada NTB,” ucap Presiden.

Kelima, kepada investor harus ada kontrak yang jelas. Di dalam kontrak tidak ada ketetapan waktu dimulainya proses konstruksi. “Kontrak beri waktu 6 bulan, jika belum dilakukan proses konstruksi pada waktu 6 bulan, setelah kontrak ditandatangani maka kontraknya langsung dicabut,” tegasnya.

Sebelumnya dikawasan itu Presiden Jokowi juga membagikan sertifikat tanah kepada 5700 sertifikat kepada masyarakat se-NTB. Gubernur NTB, Dr.TGH. M. Zainul Majdi yang akrab disapa TGB menyampaikan terima kasih dan rasa syukur masyarakat NTB atas pembagian serfikat tanah tersebut. Dalam Bahasa sasak TGB mengaku sempat mendengar dan menyaksikan kegembiran masyarakat Lombok menyambut kedatangan Presiden Jokowi.

Selain itu, TGB juga melaporkan bahwa sesuai arahan presiden sebelumnya agar NTB fokus membangun daerah. Sesuai potensi unggulan yang dimiliki, yaitu focus pada pertanian dan Pariwisata. “Alhamdulillah sejak 9 tahun  yang lalu, kata TGB, NTB fokus pada dua sektor tersebut. Hasilnya sungguh menggembirakan,” ungkapnya.

Menutup rangkaian kunjungan kerjanya di Provinsi NTB, Presiden Jokowi sempat mengajak Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi untuk foto selfi sebagai salah satu trik dalam mempromosikan keindahan pariwisata di kawasan Mandalika. Presiden dan TGB berfoto selfi dengan latar Pantai Kuta, usai meresmikan Beroperasinya KEK Mandalika, Jumat 20 Oktober 2017. Pantai Kuta merupakan salah satu pantai terindah di Lombok NTB yang memiliki garis pantai kurang lebih 7,2 km. Di sebelah barat pantai, terdapat sebuah bukit yang dinamai Bukit Mandalika. Nama ini diambil dari cerita kuno masyarakat setempat, tentang seorang putri bernama Mandalika. Saat ini, kawasan tersebut sedang berkembang dan dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Yakni proyek yang berdampak langsung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (JER/SR)

dukacita dukacita bankntb