TGB : Welcome Dinner Sebagai Sambutan Konferensi Internasional

oleh -46 views

MATARAM, SR (18/10/2017)

Suasana hangat penuh kekeluargaan, terasa saat acara jamuan 400 alumni dan guru besar Universitas Al Azhar, Kairo Mesir. Mereka disuguhkan kesenian bernuansa Islami—tarian khas timur tengah dan lagu-lagu religi. Para peserta ini berasal dari 12 negara, di antaranya, Irak, Yaman, Yordania, Mesir, Jepang, India, Thailand dan Australia itu. Ikut mendampingi para peserta Gubernur NTB beserta istri, Hj Erica Zainul Majdi, Wakil Gubernur, H. Muh. Amin, SH M.Si dan Sekretaris Daerah Provinsi NTB, H. Rosiyadi Sayuti PhD masing-masing bersama istri.

Gubernur NTB Dr TGH M Zainul Majdi mengungkapkan suka citanya dapat bertemu langsung dengan guru-guru besar (muallim) dan ratusan alumnus Universitas Al Azhar Mesir, baik dari dalam dan luar negeri. Kebahagiaan tiada tara itu diungkapkan Tuan Guru Bajang (TGB) sapaan akrab Gubernur, saat menjamu dan bereuni dengan 400 rekan almamaternya pada acara Welcome Dinner peserta Multaqa IV dan Konferensi Internasional Alumni Al Azhar Mesir, di Hotel Lombok Raya Mataram, Selasa (17/10).

Saat itu Gubernur menyampaikan harapannya, dengan kunjungan para ulama ini akan mendatangkan keberkahan bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat. Kehadiran para tokoh ulama alumni Al-Azhar dari berbagai penjuru dunia, kata Gubernur, dapat dijadikan motivasi untuk mendorong kehidupan masyarakat yang damai dan toleran. “Sebab, Al Azhar dikenal sebagai salah satu benteng moderasi Islam yang terdepan,” terang TGB dalam Bahasa Arab.

Baca Juga  Gugus Tugas Sumbawa Telusuri Warga Tasikmalaya yang Positif Covid

Kepada tamu istimewanya itu, Gubernur juga menjelaskan, bahwa Lombok adalah nama sebuah pulau di NTB, di samping Pulau Sumbawa. Pulau Lombok luasnya sepertiga dari luas Pulau Sumbawa. “Lombok” untuk sebutan pulaunya, Sasak untuk sebutan suku bangsanya. Lombok berasal dari bahasa Sasak; “lomboq” artinya “lurus”. Jadi, Lombok dapat diartikan “istiqomah”, jelasnya.

Namun, banyak orang yang salah mengerti. Lombok diartikan “cabe” sehingga ada yang mengartikan Pulau Lombok sebagai “pulau pedas”.

Khusus untuk Multaqa dan Konferensi Internasional yang akan digelar Rabu hingga Kamis (18-19 Oktober 2017), sesuai tema yang diangkat dalam Moderasi Islam Dimensi dan Orientasi”, Gubernur berharap seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar, disertai misi penyebaran Islam yang moderat harus tersyiarkan.

Sementara Prof. Dr. Abdul Fadhil Al-Qushi, Anggota Dewan Ulama Senior Al-Azhar Mesir, yang juga Wakil Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar, juga mengungkapkan kebahagiaannya karena dapat bertemu dengan para Alumni Al Azhar dari berbagai negara. Alumni Al Azhar tersebar di berbagai penjuru dunia menyebarkan dakwah Islam yang moderat. “Moderasi Islam yang dikembangkan oleh Al azhar, sejalan dengan firman Allah yang menyatakan bahwa umat Islam telah dijadikan oleh Allah sebagai ummatan wasathan (umat pertengahan). Moderat berarti menjaga keseimbangan antara fisik/jasad dan spiritualitas; antara wahyu dan nalar.  Moderasi Islam yang diajarkan Al Azhar berarti juga mengembangkan toleransi dalam menyikapi perbedaan pendapat,” jelasnya. (JER/SR)

dukacita dukacita bankntb