Dunia Contoh Kehidupan Toleransi Beragama di NTB

oleh -8 views
Gubernur NTB, M Zainul Majdi

MATARAM, SR (19/10/2017)

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menyampaikan bahwa Islam di NTB itu bukanlah sekedar wacana atau teori yang tidak diterapkan dalam kehidupan nyata. Hal ini tegas Tuan Guru Bajang (TGB)—sapaannya, dengan dibukanya segmen baru pariwisata di NTB. Yaitu, wisata halal atau muslim friendly tourism. Melalui segmen ini, di samping menambah segmen pariwisata yang ada juga untuk menunjukkan bahwa ada bagian-bagian dalam Islam itu yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi. “Itu menunjukkan bahwa ajaran-ajaran Islam itu membawa kebaikan di dalam tataran dunia nyata,” ungkap Gubernur Ahli Tafsir tersebut.

Wisata halal ini, lanjut TGB, tidak hanya dapat dinikmati oleh umat muslim saja. Namun seluruh masyarakat, baik muslim, Hindu, Budha, Kristen dan umat lainnya dapat mengambil manfaat dari pertumbuhan pariwisata tersebut. “Ini adalah contoh bahwa Islam itu rahmatan lil ‘alamiin,” tegas TGB pada Multaqa IV dan Konferensi Internasional Alumni Al Azhar Mesir, di Hotel Lombok Raya Mataram, kemarin.

Direktur OIAA, Dr. Muchlis melaporkan konferensi dan Multaqa tersebut akan berlangsung selama 3 hari. Yaitu mulai tanggal 18 hingga 20 Oktober 2017. Selama kegiatan tersebut akan dibahas tiga isu utama yang saat ini sedang dialami oleh masyarakat muslim di dunia. Pertama, peserta akan membahas batasan antara keislaman dan kekufuran. Kedua, tentang fatwa-fatwa yamg akhir akhir ini semakin tidak memiliki pedoman. Apalagi di era informasi dan teknologi saat ini, termahal media sosial. Sehingga, fatwa yang beredar di media sosial saat ini menimbulkan kekacauan penafsiran dan membingungkan umat. Isu yang ketiga adalah metode dakwah kontemporer. Hadir juga dalam kegiatan tersebut, Ketua Alumni Kairo Indonesia, Prof. Dr. H. Qurais Shihab.

Baca Juga  Mo-Novi: Tingkatkan Bantuan PKH, Anggarkan Dana Operasional Pendamping 1 Milyar Setahun

Potret Kehidupan umat Islam di NTB, sebagai cerminan Islam di Indonesia yang penuh dengan moderasi dan toleransi serta mengedepankan nilai-nilai kebersamaan menjadi contoh terbaik bagi kehidupan beragama di dunia. Tatanan kehidupan umat Islam di Bumi Seribu Masjid ini sekaligus dapat meluruskan persepsi tentang Islam yang selama ini disalahpahami oleh banyak kalangan. Padahal, Islam yang selalu hidup rukun dan saling tolong menolong dengan umat agama lain, seperti di NTB ini begitu dirindukan oleh umat-umat di dunia, bahkan di Arab.

Wakil Ketua WOAG yang juga Mantan Menteri Waqaf Mesir, Prof. Dr. Muhammad Abdul Fadhiel El-Qoushi menyatakan kekagumannya, sekaligus menyerukan Ummat Islam dunia untuk mencontoh kehidupan toleransi beragama di NTB, saat pembukaan Multaqa Nasional Alumni Mesir, di Ballroom Islamic Center Provinsi NTB, Rabu (18/10/2017). “Contoh di NTB ini, kami kehilangan di Arab,” ungkap Wakil Ketua WOAG tersebut di hadapan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan ratusan alumni Al Azhar Mesir yang hadir.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Islam itu bukan potongan potongan tubuh manusia yang terlempar akibat bom bunuh diri. Islam itu bukanlah kehidupan yang saling membenci atau saling menjauhkan diri dengan umat lain. Namun, Islam itu adalah saling berkontribusi, saling membangun hidup dan saling memberi kemanfaatan dalam kedamaian dengan suluruh umat beragama. Seperti yang dicontohkan oleh Baginda Nabi Besar Muhammad SAW saat membangun Kota Madinah. Hanya ia masih merasa heran kenapa toleransi yang baik di Indonesia atau di NTB ini belum ditularkan di seluruh belahan dunia. Menurutnya, umat Islam di seluruh dunia merindukan kehidupan umat beragama yang damai dan penuh toleransi seperti di NTB. Karena, saat ini lanjutnya yang dibutuhkan umat Islam itu bukanlah wacana atau apa yang tertulis di buku-buku atau kertas. Namun yang paling dibutuhkan adalah pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari. (JER/SR)

dukacita dukacita bankntb