Tolak PAW, Baijuri Gugat DPD dan DPP Demokrat

oleh -9 views
Baijuri Bulkiah SH

SUMBAWA BESAR, SR (17/10/2017)

Anggota DPRD NTB, Baijuri Bulkiah SH terpaksa melakukan gugatan secara hukum terkait putusan DPD Demokrat NTB dan DPP Demokrat yang melakukan pergantian antar waktu (PAW) atas dirinya. Saat ini gugatan hukum kasus itu sedang diproses Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Mataram.

Ditemui SAMAWAREA di gedung DPRD Sumbawa, Selasa (17/10), BJ—sapaan politisi ini, bahwa proses hukum PAW itu masih dalam tahap mediasi. Upaya ini sudah dua kali dilakukan. dia berharap mediasi ini menemui solusi dan partai bisa menyadari kekeliruan dan keputusannya yang menyalahi prosedur baik UU Kepartaian maupun AD/ART Partai Demokrat.

BJ menganggap surat PAW dari DPP Demokrat tidak menenuhi syarat. Mestinya, jika seorang kader partai melanggar AD/ART, harus ada pemanggilan untuk diklarifikasi, di samping adanya keputusan Mahkamah Partai yang dilampirkan untuk melakukan PAW. Namun prosedur itu tidak dilakukan. Untuk mengujinya, ia menempuh upaya hukum.

Sampai saat ini BJ mengaku tidak mengetahui kesalahannya. Dalam SK PAW hanya menyebutkan jika dirinya melanggar AD/ART dan pakta integritas. Harusnya dijelaskan secara spesifik kapan dia melanggar, apa bentuk pelanggaran dan pasal berapa yang dilanggar. “Jika memang secara utuh saya melanggar AD/ART Partai, mungkin sejak dulu saya sudah dicampakkan. Yang membuat saya bingung apa yang saya langgar. Ini aneh tapi nyata, tidak ada hujan tidak ada angin ucuk-ucuk keluar SK PAW,” sesalnya.

Baca Juga  Pemuda Samawa dan LATS Bahas Konsep Saham Adat

Karenanya Ia menilai Pergantian Antar Waktu (PAW) atas dirinya ini merupakan bentuk kedzoliman dan kesewenang-wenangan partai. PAW ini juga upaya pembantaian terhadap kadernya sendirinya. “Salah satu cara adalah melakukan perlawanan untuk memberikan pembelajaran politik agar partai tidak suka-suka dan tidak sewenang-wenang melakukan pemecatan terhadap kadernya,” pungkas Baijuri. (JEN/SR)

 

dukacita dukacita bankntb