BJ: Ini Bukan PAW Tapi Pembantaian, Saya akan Lawan !

oleh -5 views

SUMBAWA BESAR, SR (17/10/2017)

Anggota Fraksi Demokrat DPRD NTB, Baijuri Bulkiah SH menilai Pergantian Antar Waktu (PAW) atas dirinya yang dilakukan partainya, merupakan bentuk kedzoliman dan kesewenang-wenangan. PAW ini juga upaya pembantaian Partai Demokrat terhadap kadernya sendirinya. Untuk itu BJ—sapaan akrab politisi yang dikenal vocal ini, akan melakukan perlawanan sebagai ikhtiar dalam menegakkan kebenaran. “Saya yakin para pendukung saya akan selalu setia dan tetap komit terhadap dukungan yang diberikan kepada saya,” kata BJ saat berorasi di hadapan ratusan konstituennya yang berunjuk rasa di Gedung DPRD Sumbawa, Selasa (17/10).

Menurut BJ, proses PAW terhadap dirinya non procedural karena semua aturan dilanggar baik UU Kepartaian maupun AD/ART Partai Demokrat. Perlawanan tersebut ungkap BJ, untuk memberikan pembelajaran politik kepada partai agar tidak suka-suka dan tidak sewenang-wenang melakukan pemecatan terhadap anggotanya. Ada aturan yang harus dilalui dan dijadikan pijakan.

Sampai saat ini BJ mengaku tidak mengetahui kesalahannya. Dalam SK PAW hanya menyebutkan jika dirinya melanggar AD/ART dan pakta integritas. Harusnya dijelaskan secara spesifik kapan dia melanggar, apa bentuk pelanggaran dan pasal berapa yang dilanggar. “Jika memang secara utuh saya melanggar AD/ART Partai, mungkin sejak dulu saya sudah dicampakkan. Yang membuat saya bingung apa yang saya langgar. Ini aneh tapi nyata, tidak ada hujan tidak ada angin ucuk-ucuk keluar SK PAW,” sesalnya.

Baca Juga  Gubernur Harap Masyarakat Loteng Tetap Jaga Kondusifitas  

Sangat wajar jika konstituennya tidak terima dengan perlakuan partai terhadap dirinya. Sebab ada hak konstituennya yang memilih dan berjuang dengan cucuran keringat saat Pileg 2014 lalu. BJ menegaskan sampai sekarang dia tetap sebagai kader Demokrat dan anggota DPRD NTB dari Fraksi Demokrat. Segala kewajibannya sebagai anggota DPRD maupun kader partai tetap dijalankan. Sebelumnya dia terlibat dalam kepanitiaan Rakernas Demokrat dan sempat dua kali mengikuti Workshop Kader yang digelar DPP Demokrat. Selain itu sampai sekarang tetap melakukan penyetoran yang merupakan kewajiban kader terhadap partainya. Artinya tidak ada persoalan atas dirinya. Karenanya dia berharap DPD dan DPP arif dan bijak dalam menyelesaikan segala persoalan internal sesuai dengan slogannya sebagai partai yang santun dan mengedepankan solusi. (JEN/SR)

dukacita dukacita bankntb