Reses, Johan Gotong Royong Buka Jalan ke Pantai Raja Kepe

oleh -57 views
Johan Rosihan di Pantai Raja Kepe, Desa Lamenta Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa

SUMBAWA BESAR, SR (15/10/2017)

Ada hal berbeda pada kegiatan Reses Anggota DPRD NTB, H. Johan Rosihan ST di Kabupaten Sumbawa. Pada Reses Masa Sidang III yang dilaksanakan selama 5 hari, 10—15 Oktober ini, Anggota DPRD dari Fraksi PKS tersebut lebih banyak melakukan kunjungan lapangan terutama di beberapa lokasi potensi wisata yang bisa dikembangkan. Di antara lokasi yang dikunjungi adalah Batu Dulang Kecamatan Batu Lanteh dan Pantai Raja Kepe di Desa Lamenta, Kecamatan Empang.

Dihubungi SAMAWAREA, Minggu (15/10), Bang Jo—sapaan singkatnya, mengakui jika Batu Dulang akhir-akhir ini menjadi sangat viral sebagai destinasi wisata alam di Sumbawa. Namun dalam kunjungannya kemarin, ia melihat kenyataan yang sungguh memprihatinkan seperti minimnya infrastruktur jalan, air bersih maupun fasilitas umum lainnya. Demikian dengan destinasi wisata lainnya yaitu Pantai Raja Kepe, lokasinya masih sangat terisolir. Dari Kepala Desa Lamenta, Bang Jo mengetahui jika masyarakat setempat sudah lebih dari 18 kali melakukan gotong-royong untuk membuka akses jalan sepeda motor ke sana. “Alhamdulillah pada Hari Kamis kemarin saya berkesempatan ikut bergotong royong bersama masyarakat Desa Lamenta untuk menuntaskan akses jalan yang akan dilalui sepeda motor dari Desa Lamenta sampai Pantai Raja Kepe,” ucapnya.

Diakui Bang Jo, kedua kawasan tersebut memang berada dalam wilayah hutan lindung, karenanya dalam pengembangannya dibutuhkan koordinasi dengan Dinas Kehutanan melalui KPH masing-masing. Hal ini akan dikomunikasikannya sehingga persoalan masyarakat maupun pengembangan potensi wisata tersebut dapat teratasi dan tertangani dengan baik.

Baca Juga  Mahasiswa Asal Bantul Tewas di Air Panas Segara Anak

Selain kunjungan lapangan, wakil rakyat asal Kecamatan Empang ini juga sudah melaksanakan pertemuan tatap muka dengan Camat, Karang Taruna dan seluruh kepala desa se Kecamatan Empang. Pada pertemuan itu banyak sekali aspirasi masyarakat, dari persoalan guru GTT, normalisasi sungai untuk antisipasi banjir, tempat pembuangan akhir sampah kecamatan, hingga pengembangan TPQ dan lainnya.

Bang Jo juga berkesempatan hadir dalam acara pendampingan penerapan kurikulum di SMK 1 Tarano yang dihadiri oleh SMK Tarano dan SMK Plampang. Pada acara tersebut ia sempat berdiskusi dengan kepala sekolah, pengawas dan guru SMK. Banyak hal yang terungkap soal masalah transisi pengalihan status dari kabupaten ke provinsi, dampak penggunaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) terhadap kegiatan belajar, perlengkapan sekolah sampai masih kurangnya sarana dan prasarana pendukung sekolah. “Insyaa Allah beberapa catatan-catatan aspirasi dari keseluruhan hasil reses ini akan saya susun sebagai bahan pokok-pokok pikiran DPRD untuk selanjutnya akan kita masukkan dalam pembahasan APBD 2018 Murni maupun perubahannya,” demikian politisi Udayana yang dikenal vocal ini. (JER/SR)

dukacita dukacita bankntb