Minggu Ini, TP4D Panggil PPK, Kontraktor, Konwas Pasar Brangbara

oleh -8 views

SUMBAWA BESAR, SR (15/10/2017)

Menurut jadwal, penandatanganan kontrak oleh PT Tiba Papua selaku rekanan pemenang tender Proyek Pembangunan Pasar Induk Brangbara sudah dilaksanakan 12 Oktober lalu. Artinya setelah kontrak ditandatangani rekanan asal Papua tersebut langsung action, mengingat waktu pelaksanaan proyek pusat senilai Rp 6 Milyar dengan harga penawaran Rp 5.533.667.000 ini, hanya 70 hari. Namun sejak saat itu tanda-tanda pengerjaan belum dilakukan. SAMAWAREA yang melintas Minggu (15/10) sore tadi, mendapati lokasi proyek sudah ditutupi pagar seng. Beberapa pekerja sudah terlihat. Mereka mengenakan safety lengkap. Bahkan pengamanan di gerbang masuk juga sudah disiapkan. Siapapun tidak diijinkan masuk tanpa seijin petugas setempat. Sementara di bagian lain tanah urug di lokasi ini diduga masih bermasalah. Bahkan informasinya pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa telah membentuk tim yang diketuai Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Anak Agung Raka PD SH untuk melakukan penyelidikan. Upaya ini dilakukan setelah Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintah, dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kabupaten Sumbawa menolak permintaan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk pendampingan dan pengawalan proyek tanah urug tersebut. Pasalnya tanah urug senilai 197 juta yang dikerjakan CV Khalifah ini diduga bermasalah.

Ketua TP4D Sumbawa, Erwin Indrapraja SH MH yang dihubungi tadi malam, mengaku bahwa proyek pembangunan Pasar Brangbara ini menjadi prioritas pengawasan dan pendampingan jajarannya. Tim TP4D akan mengawasi kegiatan pembangunan tersebut secara intens dan detail. Dalam tugas pengawasan dan pendampingan ini TP4D akan melibatkan beberapa ahli konstruksi baik dari PU, Laboratorium Uji Mutu maupun ahli konstruksi independen.

Baca Juga  Ditebas Anak Oknum Kades, Leher Lukman Nyaris Putus

Ia mengakui jika sesuai jadwal penandatanganan kontrak dilaksanakan 12 Oktober lalu. Mestinya pengerjaan proyek tersebut sudah berjalan. Karenanya Erwin yang juga Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sumbawa ini berencana akan memanggil konsultan pengawas (konwas), pejabat pembuat komitmen (PPK) dan kontraktor pelaksana. Pemanggilan ini dimaksudkan untuk memperketat time schedule agar pekerjaan tersebut dapat selesai tepat waktu. “Rencananya minggu ini kami panggil,” ujarnya.

Seperti diberitakan, Proyek Pembangunan Pasar Modern Brang Bara sudah dua kali gagal tender. Pada tender yang ketiga kalinya, proyek senilai Rp 6 miliar dialokasikan dari dana TP Kementerian Perdagangan Tahun 2017 ini dimenangkan PT Tiba Papua. Proyek ini harus selesai dalam 70 hari ke depan setelah kontrak ditandatangani. Artinya batas waktu pengerjaan pasar modern Brang Bara ini hingga 22 Desember 2017 mendatang. (JEN/SR)

dukacita dukacita bankntb