400 Pasang Kerbau Berlaga di Orong Dodat Moyo Hulu

oleh -14 views

Event Terakhir Festival Pesona Moyo 2017  

SUMBAWA BESAR, SR (07/10/2017)

Sebanyak 800 kerbau yang terbagi dalam 400 pasang, berlaga di Barapan Kebo Festival Pesona Moyo 2017. Kegiatan yang digelar di Orong Dodat, Desa Pernek, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa, berlangsung selama dua hari, 7-8 Oktober. Event budaya tersebut diikuti 120 pasang kerbau dari Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), selebihnya dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Sumbawa.

Bupati Sumbawa yang diwakili Sekda, Drs H Rasyidi saat membuka kegiatan itu mengatakan, Barapan Kebo ini selain dihajatkan untuk menggairahkan sektor pariwisata, juga dimaksudkan untuk melestarikan budaya Tau Samawa. “Ini warisan leluhur yang kita miliki yang dapat membangkitkan kembali rasa cinta terhadap budaya daerah yang pada akhirnya akan memberi nilai tambah bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat kita,” katanya.

Kabupaten Sumbawa memiliki potensi wisata cukup besar namun belum tereksploitasi dengan baik. Keindahan alam yang dimiliki sangat banyak dan beragam. Bahkan setiap wilayah kecamatan memiliki keragaman budaya yang khas dan sangat menarik. Selain itu Sumbawa memiliki beberapa ikon wisata yang sudah dikenal luas, di antaranya adalah Barapan Kebo. “Dunia pariwisata telah mengenal tradisi Barapan Kebo dari Pulau Sumbawa. Hal ini tidak lepas dari adanya kemajuan teknologi informasi. Sejak adanya internet berbagai informasi dengan mudah diakses oleh masyarakat global. Melalui internet termasuk media online, potensi wisata dengan mudah dipromosikan kepada semua orang baik skala nasional maupun internasional,” ujarnya.

Baca Juga  Bank NTB Syariah Ditetapkan Sebagai BPS BPIH

Kaitan dengan tradisi Barapan Kebo ungkap Sekda, sudah cukup sering dilaksanakan di Tana Samawa. Ia memandang fasilitas internet dan media online belum maksimal dimanfaatkan para penyelenggara kegiatan. Hal ini mungkin disebabkan kurang adanya kolaborasi yang baik antara penyelenggara dengan pihak pengelola jasa wisata baik itu hotel maupun travel agent. “Selain kurangnya informasi secara online, waktu dan tempatnya belum terjadwal dengan baik untuk dimasukkan dalam agenda wisata tahunan. Inilah salah satu penyebab wisatawan domestik dan wisatawan asing kesulitan menyaksikan event itu secara langsung,” imbuhnya.

Sekda berharap para pihak terkait saling berkoordinasi sehingga informasi agenda pariwisata Sumbawa dapat terintegrasi dengan baik dan dimuat secara online pada laman-laman wisata yang tersedia. Sekda mengingatkan semua pihak dapat membangun komunitas sadar wisata, sehingga wisatawan dapat merasakan kondisi yang aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah dan kenangan. Situasi dan prilaku masyarakat seperti ini memberi citra positif kepada daerah.

Hadir menyaksikan Barapan Kebo ini selain Sekda, juga Asisten Pemerintahan Dr. HM Ikhsan M.Pd, Wakapolres Kompol Nurdin Senang, Kadis Pariwisata Ir. H. Junaidi M.Si, dan Kadis Peternakan, Ir. Talifuddin M.Si yang sekaligus didaulat untuk naik kareng—menjajal Barapan di tahap eksibishi meski terjatuh dan bermandikan lumpur. (JEN/SR)

dukacita dukacita bankntb