Dialog Budaya, Dispopar Datangkan Aktor Slamet Rahardjo

oleh -9 views

SUMBAWA BESAR, SR (04/10/2017)

Dialog Budaya yang digelar Pemda Sumbawa dalam rangka memeriahkan Festival Pesona Moyo 2017, terbilang berbobot. Pasalnya, Pemda melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) mendatangkan Slamet Rahardjo—aktor, budayawan dan juga Sineas Nasional. Dalam dialog itu Slamet Rahardjo didampingi Adi Pranajaya—Sutradara dan Produser Film asal Sumbawa. Kegiatan tersebut digelar di di Aula H. Madilaoe ADT Lantai 3 Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (3/10) kemarin.

Bupati Sumbawa H.M.Husni Djibril, B.Sc saat membuka kegiatan menyambut baik kehadiran Slamet Raharjo yang merupakan Tokoh Perfilman dan Budayawan Nasional menjadi narasumber dalam Dialog Budaya ini. Bupati berharap dialog budaya tersebut dapat menjadi momen yang baik untuk membangkitkan kembali nilai-nilai kearifan lokal yang mulai luntur bagi peningkatan harmonisasi kehidupan berbangsa, dan bernegara dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bupati juga menyampaikan bahwa kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat, dimana nilai-nilai luhur yang tersirat di dalamnya menjadi pedoman dalam tatanan kehidupan sosial kemasyarakatan. Budaya mengandung keseluruhan nilai sosial, norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain. Termasuk segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat, sehingga dapat dikatakan kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain dalam masyarakat.

Bupati mengemukakan, globalisasi sebagai sebuah proses mampu mengubah dunia secara mendasar, komunikasi dan transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa. Kebudayaan setiap bangsa cenderung mengarah kepada globalisasi dan menjadi peradaban dunia sehingga melibatkan manusia secara menyeluruh. Sehingga perlu dilakukan upaya memperkokoh dimensi budaya dan memelihara struktur nilai-nilai di dalamnya agar tidak dieliminasi oleh budaya asing. “Penyelenggaraan dialog budaya ini diharapkan dapat menjadi salah satu ikhtiar bersama dalam memperkokoh dan merevitalisasi kembali nilai-nilai luhur budaya kita agar mampu lestari dalam kehidupan bermasyarakat di tengah era modern ini,” ucapnya.

Baca Juga  Pemkab Sumbawa Serius Dukung Peningkatan Kualitas Pembelajaran

Sementara Slamet Rahardjo mengatakan sebagai manusia untuk tidak terlalu banyak meminta, tetapi belajarlah bagaimana memberi dengan cara menjemput bola. Pemeran Sentilan-Sentilun ini mengingatkan orang harus berani hidup bukan berani mati. Berani hidup artinya bagaimana mempertahankan hidup dengan bekerja dan memberi banyak prestasi. “Jadilah sesuatu agar orang lain mau menoleh ke arahmu, dengan memberikan yang terbaik yang ada padamu,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Junaidi, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan dialog budaya tersebut merupakan bentuk upaya tambahan dalam mempromosikan Sumbawa, sekaligus penyegaran bagi masyarakat agar memiliki tanggung jawab bersama dalam rangka membangun Kabupaten Sumbawa salah satunya melalui Festival Pesona Moyo.

Ia berharap dialog budaya ini akan membangkitkan semangat seluruh masyarakat Sumbawa bahwa ada tanggung jawab bersama yang harus didorong untuk dapat berbuat bagi Sumbawa. “Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa agar dapat melebur menjadi satu tanpa ada sekat oleh sektor bidang, sehingga dapat melangkah bersama melalui satu pemahaman dan satu bahasa yang tumbuh dari keinginan dan niat untuk membangun Sumbawa,” ajaknya. (JEN/SR/*)

dukacita dukacita bankntb