BPD dan Perangkat Desa Desak Camat Pecat Kades Sukamulia Labangka

oleh -35 views

Dituding Selewengkan Dana Desa dan Dana Aspirasi

SUMBAWA BESAR, SR (04/10/2017)

BPD dan sejumlah perangkat desa serta warga Sukamulia Kecamatan Labangka, Kabupaten Sumbawa, ramai-ramai mendatangi kantor kecamatan setempat, Rabu (4/10) siang tadi. Mereka meminta kadesnya dipecat dan diproses hukum karena diduga menilep dana desa dan dana aspirasi mencapai ratusan juta rupiah. Kedatangan massa ini disambut Camat Labangka, Budi Santoso S.Sos di aula kantornya.

Ketua BPD Sukamulia, Sahabudin didampingi Wakilnya, Imam Sukandi beserta anggota BPD dan perangkat desa, mendesak camat menindaklanjuti aspirasi tersebut. warga dan perangkat desa sudah tidak percaya lagi dengan kadesnya. Menurut Sahabuddin, oknum Kadesnya diduga menilep dana bantuan masjid/mushallah sebesar Rp 85 juta dan dana desa senilai total Rp 352 juta. Dana masjid itu berasal dari dana aspirasi. Setiap ditanyakan ke Kades selalu dijawab belum cair. Padahal setelah ditelusuri uang tersebut sudah cair tanpa ada koordinasi dengan perangkat desa maupun BPD. Selain itu oknum Kades tidak membayar uang  SILTAP BPD dari Juli hingga September 2017. Sedangkan SILTAP perangkat desa dari September—Desember 2016 lalu.

Camat dan Kapolsek Labangka

Sebenarnya kasus ini telah dilaporkan Munakib—tokoh masyarakat setempat ke Polda NTB. Sampai sekarang tidak ada khabar mengenai perkembangan dan tindaklanjutnya. Karena itu mereka berharap Polsek Labangka dapat menfasilitasi. Terhadap hal itu, Kapolsek Labangka, IPTU Suryana menunjukkan jawaban Polda NTB melalui surat No: B.646/X/2017/Dit.Reskrimsus. Surat itu meminta Munakib selaku pelapor untuk menghadap Kompol I Mades Sumardi SH membawa serta bukti pada Hari Jumat 6 Oktober 2017 pukul 09.00 di Subdit III Tipikor Ditkrimsus Polda NTB.

Baca Juga  Polhut Sumbawa Mandul, Semua Senpi Dilucuti Dishut NTB

Sementara Camat Labangka, Budisantoso S.Sos mengaku sebelumnya telah memanggil oknum kades tersebut dan telah dibuatkan BAP serta ditandatangani oknum kades tersebut. Dalam pemeriksaan itu, ungkap Camat Budi, Kades mengakui uang tersebut telah digunakan untuk menyelesaikan proyek. Karenanya kades telah berjanji akan mengganti uang itu yang batas waktunya hingga Rabu (4/10) hari ini sekitar pukul 00.00 (jam 12 malam ini). “Jika tidak menepati janji sesuai BAP, kami limpahkan penanganan kasus ini ke atasan saya,” ujarnya.

Tokoh Masyarakat Desa Sukamulia Labangka, Agus Salim

Tokoh masyarakat lainnya, Agussalim meminta Camat untuk tidak lagi memberikan ruang dan waktu kepada kepala desa dan langsung diseret ke meja hukum karena tindakannya sudah jelas pelanggaran. “Kami pernah tanya mengenai dana aspirasi untuk masjid. Kades menjawab kalau dana itu sudah dihapus, ternyata setelah kami telusuri dana itu sudah dicairkannya. Ini sudah jelas penyelewengan,” pungkasnya. (BUR/SR)

dukacita dukacita bankntb