Tema Kesaktian Pancasila Sejalan dengan Semangat Membangun KSB

oleh -48 views

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN HUMASPRO PEMDA SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (03/10/2017)

Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2017 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat berlangsung khidmat, Senin (2/10). Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin MM, dan Ketua DPRD, M. Nasir, ST MT bertindak sebagai pembaca Ikrar. Sementara itu, Komandan Rayon Militer (Danramil) Taliwang 1607-05/Taliwang, Kapten Inf. Agus, SH menjadi komandan upacara.

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan, Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2017 ini untuk menggali sejarah perkembangan bangsa, yaitu tepatnya pada 1 Juni 1945, Ir. Soekarno telah mengusulkan falsafah Negara Indonesia yakni pancasila atau lima azas. Sejak itulah Pancasila telah dipandang sebagai sistem filsafat, etika moral, etika politik, pandangan hidup dan ideologi nasional. Namun kemudian pada tanggal 30 September 1965, muncul Gerakan PKI atau disebut G 30 S PKI. Gerakan ini merupakan pemberontakan yang berusaha mengubah ideologi Negara Indonesia yakni Pancasila menjadi ideologi komunis. Pada gerakan tersebut, enam orang jenderal dan seorang perwira dibunuh secara keji. Pembunuhan para pahlawan revolusi ini dibungkus dengan fitnah bahwa para jenderal akan melakukan kudeta. Namun berkat pertolongan Allah SWT dan kesadaran Bangsa Indonesia untuk mempertahankan Pancasila, maka kudeta yang sejatinya dilakukan orang-orang PKI tersebut mengalami kegagalan. Pancasila adalah jati diri Bangsa Indonesia, sebagai pandangan hidup, ideologi dan alat pemersatu bangsa Indonesia yang majemuk. Kondisi ini dapat terjadi karena di dalam perjalanan sejarah dan adanya kompleksitas keberadaan Bangsa Indonesia seperti keragaman suku, agama, bahasa daerah, pulau, adat istiadat, budaya serta warna kulit jauh berbeda satu sama lain, tetapi mutlak harus dipersatukan. “Alhamdulilah Pancasila mampu mempersatukannya hingga saat ini,” imbuhnya.

Baca Juga  Kepulangan 228 Jamaah Haji Sumbawa Disambut Hangat

Hal tersebut telah sejalan dengan tema peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini, yaitu ‘’Kerja Bersama Berlandaskan Pancasila Mewujudkan Masyarakat Adil dan Makmur’’. Maka sudah semestinya tema ini dapat memberikan kesadaran bersama untuk meresapi dan mengimplementasikan nilai luhur yang telah dirumuskan oleh para pendiri bangsa untuk dapat merekat erat jiwa bangsa ini. Tema ini dipilih untuk mengingatkan bahwa Bangsa Indonesia memiliki kepribadian yang berlandaskan pancasila. Pancasila bukanlah sekedar slogan, tetapi semangat membangun Negara Indonesia yang harus dipraktikkan dalam kehidupan mengisi kemerdekaan Indonesia. Tema hari kesaktian Pancasila tahun ini juga sejalan dengan semangat membangun KSB, yakni gotong royong. Pancasila adalah way of life, jalan hidup bangsa Indonesia. Jalan hidup Bangsa Indonesia salah satunya adalah jiwa kerja bersama atau gotong royong. Jiwa luhur Bangsa Indonesia yang tidak dimiliki bangsa luar inipun saat ini mulai luntur. “Namun, alhamdulillah kita di KSB jiwa kerja bersama/gotong royong ini kembali kita bangkitkan dan terus kita lestarikan dalam kehidupan kita, dengan semangat Ikhlas, Jujur Dan Sungguh-Sungguh, kita wujudkan KSB menjadi ‘’Bumi Gotong Royong’’ imbuhnya.

Semua wajib meningkatkan kewaspadaan nasional dan ketahanan mental ideologi pancasila. Seperti halnya kewaspadaan menghadapi globalisasi, liberalisasi dan teknologi informasi yang terus menggerogoti. Kemampun menghadapi tantangan mendasar yang akan melanda kehidupan bangsa seperti sosial ekonomi dan politik, bahkan mental dan moral bangsa. Maka benteng terakhir yang diharapkan mampu bertahan ialah dengan memegang teguh dasar negara yakni Pancasila. Hanya dengan keyakinan nasional inilah manusia Indonesia tegak dan tegar mempertahankan filsafat pancasila sebagai filsafat timur.

Baca Juga  Demokrat Siap Raih 3 Kursi di Zona Timur Sumbawa

Untuk itulah, pembangunan terhadap kepribadian bangsa sudah menjadi harga mati pada saat ini. Karena perilaku-perilaku menyimpang yang telah membudaya hanya dapat diberantas secara tuntas dengan mengubah pola pikir dan kepribadian. Karenanya, pola pikir dan kepribadian yakni Pancasila harus dipertahankan kuat seperti karang di lautan yang tetap tegak meski diterjang ombak. Tidak ada ruang bagi ideologi komunis atau ideologi lainnya di jiwa bangsa dan negara Indonesia, karena pancasila sebagai pandangan hidup dan sumber dari segala sumber hukum negara telah terbukti selama 72 tahun mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa Indonsia, mempertahankan negara berkonstitusi uud 1945, mempertahankan negara yang bhinneka tunggal ika,  dan mempertahankan NKRI. “Karena Indonesia adalah harga mati,” pungkasnya. (HEN/SR)

 

dukacita dukacita bankntb