Festival Melala Sukses, Bupati Apresiasi Upaya Menjaga Tradisi

oleh -21 views

SUMBAWA BARAT, SR (03/10/2017)

Festival Melala II Minyak Khas Jereweh Tahun 2017 di Lapangan Sepak Bola Desa Goa, Kecamatan Jereweh, berjalan sukses. Acara ini dikemas dengan apik dan mempertahankan Tradisi masyarakat Sumbawa Barat. Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H.W. Musyafirin MM yang datang menghadiri acara ini disambut dengan tarian tradisional Sumbawa Barat. Pinggir jalan dari jembatan hingga Lapangan Desa Goa sebagai tempat acara dipasang Dila Leman atau obor. Dentuman meriam bambu mengiringi langkah Bupati Sumbawa Barat yang didampingi istri yang juga Ketua TP PKK KSB, Hj. Hanifah W Musyafirin, S.Pt dan pejabat Pemda KSB yang memasuki arena. Bupati pun langsung meninjau stand tim pembuat minyak yang didominasi minyak untuk vitalitas lelaki. Bahkan Bupati menyempatkan turun tangan mengaduk pembuatan minyak ini.

Camat Jerweh, Hasan SE dalam laporannya menyampaikan, Festival Melala II ini terselenggara berkat kerjasama Pemda KSB, Lembaga Adat Tana Samawa (LATS), PT. AMNT dan sejumlah perusahaan lainnya. Kegiatan tersebut dilaksanakan dua hari 9–10 Muharram 1439 H (28–29 September 2017).

Peserta Festival Melala II Minyak Khas Jereweh ini diikuti lima kecamatan dari KSB dan tambahan dari Kabupaten Sumbawa. Tim yang mengikuti Festival ini adalah Kecamatan Taliwang sebanyak dua tim. Kecamatan Seteluk satu tim. Kecamatan Brang Rea dua tim. Kecamatan Sekongkang tiga tim. Tuan rumah Kecamatan Jereweh sebanyak lima tim. Dua regu lagi berasal dari Kabupaten Sumbawa di antaranya dari Kecamatan Utan. ‘’Kami harapkan tahun 2018 kegiatan ini dapat lebih besar. Kami meminta Bupati juga melaunching Festival ini untuk tahun depan dengan nama yang berbeda, yakni Festival Muharram,” imbuh Camat.

Baca Juga  Sekitar 5,1 Triliun Dana Rehab Rekon NTB Sudah Ditransfer

Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin MM mengapresiasi kegiatan itu sebagai upaya menjaga tradisi leluhur. Ada tiga hal yang lahir dari Festival ini. Pertama, Melala ini sebagai bentuk kesungguhan penghormatan kepada leluhur dalam mempertahankan budaya warisan. Ini terlihat dari bahan pembuatan minyak yang masih alami. Kedua, kerja sama/gotong royong yang terjalin dalam acara ini. Ketiga, terjalinnya kekompakan atau silaturrahmi. ‘’Gotong royong jangan hanya retorika, harus dilaksanakan/diimplementasikan dalam kehidupan. Orang tua kita mengingatkan kita pentingnya adat tapi tidak terlepas dari pentingnya syariat agama tuntunan kita,” kata Bupati.

Minyak yang dibuat dalam Festival ini adalah minyak vitalitas. Namun vitalitas harus ditunaikan pada tempat yang baik dan kondisi yang baik. Ini Renungan bersama agar tidak sembarangan sehingga tidak terjadi pelecehan, kekerasan seksual dan kejahatan seksual lainnya. ‘’Mari bersatu padu melindungi anak anak, istri kita agar terjaga dari kekerasan. Minyak ini sejatinya untuk membahagiakan keluarga bukan merusak keluarga,” ujar Bupati.

Menutup sambutannya, Bupati juga melaunching Festival Muharram yang dilaksanakan tahun 1440 H/2018. Festival Muharram merubah nama Festival Melala yang diselenggarakan sejak tahun 2016 lalu. (HEN/SR)

dukacita dukacita bankntb