KPU Sumbawa Kenalkan Parpol Proses Pendaftaran dan Verifikasi

oleh -7 views

SUMBAWA BESAR, SR (02/10/2017)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumbawa mengundang seluruh partai politik (Parpol) baik yang lama maupun baru untuk mengikuti kegiatan Sosialisasi Pendaftaran, Penelitian Administrasi dan Verifikasi Faktual Partai Politik Calon Peserta Pemilu 2019. Kegiatan yang dilaksanakan di Samawa Transit Hotel, Senin (2/10) ini dihadiri Ketua KPU NTB, Lalu Aksar Anshori SP dan para komisioner yakni Syukri Rahmat S.Ag, Sudirman S.IP, Dr. Yuyun Nurul Azmi, Aryati S.Pd.I,  Nurkholis SAP maupun Sekretaris KPU Sumbawa, Lahmuddin SE.

Ditemui SAMAWAREA, Ketua KPU NTB, Lalu Aksar Anshori mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan kewajiban KPU untuk mensosialisasikan persiapan pelaksanaan pendaftaran dan verifikasi parpol peserta pemilu, 3—16 Oktober ini. Dalam tenggat waktu ini, semua parpol peserta pemilu 2014 maupun parpol baru akan melakukan proses pendaftaran. Karena itu melalui sosialisasi ini terbangun pemahaman yang sama antara KPU dan Parpol, sehingga kesulitan dalam melakukan proses pendaftaran dan verifikasi akan langsung diselesaikan. Untuk memudahkan pelayanan kepada parpol, ungkap Aksar, KPU membuat Help Desk, sehingga tidak ada alasan parpol tersebut tidak siap. “Jika kemarin dengan putusan MK Parpol lama maupun parpol baru mendapat perlakuan yang sama yaitu sama-sama diverifikasi administrasi maupun factual. Tapi sekarang dengan UU yang ada meski sekarang sedang dalam proses judicial review di MK, parpol lama hanya mendaftar kemudian diverifikasi administrasi bisa langsung ditetapkan tanpa perlu proses factual. Sedangkan parpol baru selain verifikasi administrasi, wajib dilakukan verifikasi factual,” jelasnya.

Baca Juga  Didukung Sejumlah Tokoh, Petahana Desa Kerato Kembali Maju

Kemudian, partai politik wajib menggunakan System Informasi Partai Politik (Sippol). Seluruh dokumen pendaftaran diinput ke dalam Sippol. Berdasarkan pendataan pusat, ada 73 partai politik termasuk 12 parpol peserta pemilu 2014. Dari jumlah ini ada 33 parpol yang masih aktif. Karenanya Parpol diharapkan menginformasikan keberadaannya sehingga pihaknya dapat menginformasikan apa yang menjadi kebijakan dalam pemilu. Selain itu dari kegiatan ini, semua partai politik paham dan mengikuti aturan main.

Ketua KPU NTB Lalu Aksar Anshori SP

Hal senada dikatakan Ketua KPU Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat S.Ag mengatakan dalam menyongsong Pilkada NTB 2018 dan Pemilu 2019, pihaknya telah menggelar beberapa kegiatan termasuk sosialisasi tentang Pendaftaran, Penelitian Administrasi Parpol untuk Peserta Pemilu 2019. Dalam sosialisasi ini, pihaknya menyampaikan hal yang berkaitan dengan system pendafaran, verfikasi administrasi dan faktual yang diatur dalam PKPU No. 11/2017. “Kami mengundang parpol untuk menyamakan persepsi. Ketika besok tiba saatnya kami melakukan verifikasi, mereka tidak kalang kabut,” tukasnya.

Selain itu KPU memiliki Aplikasi bernama Sippol (System Informasi Partai Politik). Semua tentang partai bersangkutan dapat menginput datanya di Sippol.  Sebelumnya KPU sudah menerapkan aplikasi bernama “Situng” (System Perhitungan Suara), dan Silog (Sistem Informasi Logistik). Artinya semua kegiatan KPU menggunakan sistem IT atau aplikasi. Sejauh ini ungkap Syukri, seluruh parpol baru menyerahkan laporan administrasi tentang keberadaannya. Ketika sudah tercatat, KPU mudah menghubungi parpol bersangkutan untuk mengikuti kegiatan yang berhubungan dengan kepartaian dan kepemiluan 2019. Sebaliknya jika tidak tercatat dan tidak diketahui maka akan menyulitkan parpol tersebut untuk mengetahui kebijakan baru tentang kepartaian dan kepemiluan dimaksud. (JEN/SR)

dukacita dukacita bankntb