Pesta Cairan Liquid Vape, Murid SD Mabuk Saat Ujian Semester

oleh -49 views
Sejumlah murid SD konsumsi Cairan Liquid Vape

SUMBAWA BESAR, SR (29/09/2017)

Miris !! Inilah gambaran anak-anak jaman sekarang. Belum hilang maraknya konsumsi tramadol, komix, dan Pil PCC, kali ini dikejutkan dengan cairan liquid vape. Puluhan anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) pesta ‘cairan liquid vape’ (cairan rokok electric). Kebiasaan ini terungkap di salah satu SD wilayah Kecamatan Badas, Kabupaten Sumbawa. Guru setempat mendapati 5 muridnya mengalami pusing-pusing saat ujian tengah semester (UTS), Jumat (29/9) pagi tadi. Ternyata semalam kelima murid berinisial JT, MS, MRT, AA, dan I, menghisap cairan liquid vape. Saat itu juga pihak sekolah dan Komite setempat berkoordinasi dengan Satres Narkoba Polres Sumbawa yang langsung meluncur ke TKP.

Kasat Reserse Narkoba setempat, IPTU Mulyadi SH yang dikonfirmasi SAMAWAREA di ruang kerjanya, mengakui adanya kasus tersebut. Kelima murid SD yang sebagian besar duduk di kelas 5 dan 6 ini sebelumnya mencoba menghisap cairan liquid vape. Caranya, kapas dimasukkan di dalam pitingan lampu lalu ditetesi cairan liquid vape dan dibakar sehingga menghasilkan uap. Uapnya itulah yang dihisap melalui lubang pitingan tersebut. Anak-anak ini menggunakannya secara berkelompok. Mungkin tetesannya terlalu banyak dan cara penggunaannya yang salah membuat mereka merasakan sakit kepala dan pusing-pusing. Setelah mabuk, sejumlah murid SD inipun pulang ke rumah dan tidur. Esoknya mereka berangkat ke sekolah untuk mengikuti ujian semester, tapi pengaruh vape ini masih terasa. Guru kelas pun bertanya dan mereka mengakui secara terus terang. “Kalau biasanya orang dewasa hanya menggunakan tiga atau empat tetes, anak-anak ini asal tetes secara sembarangan,” kata mantan Kapolsek Kayangan ini.

Baca Juga  RZ Kirim 270 Pasang Sepatu untuk Pelajar di Bima
Kasatres Narkoba, IPTU Mulyadi SH bersama timnya menemui kepala sekolah dan ketua komite

Menghisap cairan liquid vape ini bukan pertamakali dilakukan oleh anak-anak ini. Dari pengakuannya ungkap Kasat Mulyadi, sebelumnya mereka sudah pernah melakukannya bersama 25 orang teman sekolahnya. “Awalnya mereka penasaran melihat temannya yang duduk di bangku SMP melakukan cara seperti itu. Akhirnya dicoba dan ketagihan. Apalagi cairan liquid vape ini dijual bebas dan banyak beredar di pasaran sehingga mudah didapat. Karena alat hisapnya mahal, anak-anak ini memodifikasi pitingan lampu,” jelas perwira yang pernah bertugas di Subdit III Jatanras Polda NTB ini.

Konsumsi cairan liquid Vape ini bukan kategori narkoba. Karena itu penanganan anak-anak ini diserahkan kepada pihak sekolah, komite dan orang tua/wali murid. Pihaknya hanya menyarankan harus digelar pertemuan pecan depan melibatkan aparat kepolisian untuk membicarakan masalah yang serius ini. “Besar kemungkinan kasus ini tidak hanya terjadi pada anak-anak SD di wilayah Badas, tapi juga di sekolah-sekolah lain baik SD, SMP maupun SMA. Apalagi anak-anak SMP bahkan SD jaman sekarang sudah merokok,” pungkas Mulyadi. (JEN/SR)

 

dukacita dukacita bankntb