Mohan Resmikan “Kawis Kritant”

oleh -31 views

MATARAM, SR (28/09/2017)

Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana meresmikan Kampung Kreatif Sampah Terpadu (Kawis Krisant) Lingkungan Selaparang Kelurahan Banjar Kecamatan Ampenan. Acara peresmian Kawis Krisant dihadiri oleh inisiator Kawis Krisant sekaligus Ketua Bank Sampah Nusa Tenggara Barat Mandiri, Aisyah Odist, General Manager PT. PLN Nusa Tenggara Barat H. Mukhtar, serta segenap Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Kota Mataram.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana memberikan apresiasi khusus kepada General Manager PLN NTB H. Mukhtar atas pendampingan yang diberikan. Tak kalah penting adalah dukungan para tokoh masyarakat dan tokoh agama di lingkungan Selaparang. Apa yang telah dilakukan menurutnya tidak hanya populer di kawasan Kota Mataram tapi juga di mancanegara yang memiliki perhatian khusus, dan hal itu menjadi kebanggaan tersendiri. “Saya selalu berharap ini dapat ditularkan ke tempat lain,” ucapnya.

Mohan juga mengatakan bahwa  persoalan sampah selalu menjadi pembahasan yang berada di sepanjang aliran sungai yang langsung bermuara ke laut, sehingga penumpukannya di Ampenan. “Sekuat apapun pemerintah tanpa adanya dukungan dari masyarakat semua tidak ada artinya,” ujarnya.

Sementara General Manager PT. PLN NTB H. Mukhtar mengaku bahwa PLN memiliki kewajiban dan tanggung jawab social, salah satunya menjalin kerjasama dengan bank sampah NTB Mandiri yang menjadi awal mula keberadaan Kawis Krisant. Kerjasama selama ini menurutnya telah memberikan manfaat kepada masyarakat. Sehingga pengunjung Kawis Krisant tidak hanya dari masyarakat lokal tapi seluruh Indonesia, bahkan mancanegara. “PLN sangat mendukung kredibilitas teman-teman. Kedepan PLN berharap kawasan ini menjadi kawasan masyarakat tertib listrik dan menjadi kawasan identik PLN,” harapnya.

Baca Juga  Setelah Ijinkan Sholat Ied di Masjid, Ini Keputusan Terbaru Gubernur

Di tempat yang sama Inisiator Kawis Krisant yang juga Ketua Bank sampah NTB Mandiri, Aisyah Odist, menuturkan, 4 bulan yang lalu kampung ini sangat kumuh karena langsung berhadapan dengan Kali Jangkuk. Namun kini telah berubah menjadi kampung wisata.

Selama enam tahun telah dirinya mengelola sampah dan mengajukan program kepada PLN untuk membuat Kawis Krisant, serta mengajak para pemimpin untuk bisa merubah sampah dan kampung menjadi pusat belajar dan wisata, dan kampung percontohan. Meskipun sampai saat ini pengelolaan sampah masih kurang maksimal. “Mari sinergikan masyarakat, LSM dan Bank Sampah yang sudah ada, Bank sampah NTB Terpadu buka dari Hari Senin-Sabtu pada jam 10.00-16.00 WITA untuk menerima masyarakat belajar bersama mengelola sampah,” ajaknya.

Di samping itu lanjut Aisyah, sampah organik bisa disetor dan dijadikan kompos, sedangkan yang an-organik bisa didaur ulang. Di antara sampah yang diolah, hanya 20% yang kimia dan itupun sudah ada yang mengelola. Setelah acara peresmian, Wakil Walikota meninjau sektor-sektor yang ada di Kampung Kawis Krisant. Antara lain sektor bank sampah, sektor taman pintar, panggung mincing, dan juga rumah kompos yang masih dalam tahap finishing. (JER/SR)

dukacita dukacita bankntb