Kadisnakertrans NTB Puji Sumbawa Responsif Tangani Kasus TKI

oleh -6 views
Kadisnakertrans NTB, Drs. H. Wildan

SUMBAWA BESAR, SR (28/09/2017)

Kepala Disnakertrans Provinsi NTB, Drs. H. Wildan menyampaikan bahwa NTB adalah Provinsi nomor 3 terbesar dari lima provinsi yang mengirim TKI  ke luar negeri. Sedangkan kabupaten di NTB yang paling banyak mengirimkan TKI adalah Lombok Timur sekitar 20—30 ribu setiap tahunnya. Negara tujuan pengiriman terbesar adalah timur tengah. Namun karena banyaknya persoalan termasuk tidak amannnya kondisi di negara tersebut, pemerintah akhirnya melakukan moratorium dalam jangka waktu yang tidak ditentukan. Mengingat tingginya permintaan tenaga kerja dari Indonesia termasuk NTB di timur tengah, Haji Wildan mengaku PPTKIS berusaha membuka moratorium. Karena itu ia diperintah Gubernur NTB untuk menindaklanjuti aspirasi PPTKIS ini ke Deputi dan Direktorat Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri. “Aspirasi ini sedang diproses dan akan ada ujicoba. Untuk sementara moratorium masih berlaku,” kata Haji Wildan saat memberikan sambutan pada kegiatan Penyelesaian Masalah CTKI/TKI Secara Terintegrasi yang diselenggarakan di Samawa Transit Hotel, Kamis (28/9).

Kendati demikian ia tetap mengingatkan masyarakat untuk tidak menjadi TKI ke timur tengah. Sebab kawasan tersebut masih dalam kondisi berkecamuk. Termasuk di Arab Saudi yang sampai sekarang belum ada jaminan memberikan perlindungan terhadap TKI. Artinya negara kaya minyak tersebut belum memiliki kesungguhan dalam memperlakukan TKI sebagaimana mestinya. Karena itulah yang menjadi alasan pemerintah untuk melakukan moratorium.

Baca Juga  Gubernur Teken MoU dengan Institut Agama Islam Tazkia

Di bagian lain Haji Wildan menyampaikan berterima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa yang sangat respon terhadap permasalahan TKI-nya di luar negeri. Seberat apapun kasusnya, Sumbawa selalu berkoordinasi dengan pihaknya sehingga permasalahan cepat ditangani. “Para TKI ini warga negara. Negara harus hadir melindungi mereka,” ucapnya.

Disinggung mengenai LTSP (Layanan Terpadu Satu Pintu), Haji Wildan mengaku akan diterapkan di Kabupaten Sumbawa. Progress pembangunan LTSP ini sudah mencapai 95 persen dan ini akan menjadi LTSP yang nomor satu. Sebab bangunannya berstandar. Meski LTSP bukanlah satu-satunya yang bisa menjamin bisa menyelesaikan semua permasalahan TKI, tetapi bisa menjamin dan mengantisipasi persoalan yang ada. “Semoga LTSP ini menjadi obat penyelesaian permasalahan CTKI dan TKI,” pungkasnya. (JEN/SR)

dukacita dukacita bankntb