Home / Pendidikan / Yatim Piatu Berprestasi Gratis Kuliah di Stikes Griya Husada

Yatim Piatu Berprestasi Gratis Kuliah di Stikes Griya Husada

SUMBAWA BESAR, SR (27/09/2017)

Yatim piatu tapi berprestasi tidak menjadi halangan untuk menjadi perawat dan tenaga medis lainnya. Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) Griya Husada Sumbawa siap mewujudkan cita-cita tersebut. Sekolah tinggi yang berlokasi di Kebayan, Unter Ketimis Kelurahan Uma Sima Kecamatan Sumbawa ini menyediakan program beasiswa bagi anak yatim dan piatu berprestasi. Program ini disediakan untuk merubah pemikiran selama ini bahwa perguruan tinggi kesehatan umumnya hanya diikuti oleh orang tertentu, dan orang mampu secara materi.

Kepala Stikes Griya Husada, Rusmayadi S.Kep., Ners yang ditemui media ini, Rabu (27/9) mengakui hal itu. Pihaknya akan memberikan beasiswa berbasis pendidikan kepada 100 orang pada Tahun 2017 ini. Sejauh ini hanya 30 orang yang terakomodir. Sebelumnya Tahun 2016 lalu hanya 20 orang dari target 50 orang. Melalui program beasiswa, ungkap Rusmayadi, mahasiswa tersebut akan dibebaskan secara penuh berupa biaya pembangunan dan SPP. Artinya anak yatim, piatu dan yatim piatu gratis sekolah di Stikes Griya Husada hingga lulus nanti.

Lebih jauh dijelaskannya, Program Beasiswa Yatim Piatu ini merupakan cita-cita Stikes Griya Husada dalam mencerdaskan masyarakat Sumbawa tanpa pandang bulu. Terkhusus bagi keluarga tidak mampu yang berkeinginan menempuh dunia perguruan tinggi di bidang kesehatan. Ini dilakukan semata-mata untuk menyamaratakan pemberian pendidikan di perguruan tinggi bidang kesehatan kepada masyarakat. Meskipun beasiswa tersebut diberikan bagi anak yatim piatu, tapi sebagai dasarnya tetap melihat prestasi. Dimana mereka tetap akan mengikuti jalur tes, seperti tulis dan wawancara. “Bagi calon penerima beasiswa yatim piatu ini cuman ada tambahan surat keterangan dari pihak desa yang menyatakan bahwa benar mereka adalah anak yatim. Dan penerimaan mahasiswa baru secara selektif tetap dilakukan melalui tes seperti yang lainnya,” ungkapnya.

Untuk Tahun 2018 mendatang, Rusmayadi mengaku akan kembali menargetkan 100 penerima beasiswa tersebut. Agar terpenuhinya target, khabar gembira ini akan disebar lebih cepat sehingga masyarakat terutama anak yatim atau piatu memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri.

Disinggung mengenai adanya kendala, Rusmayadi mengakui. Ini terkait dengan tempat tinggal anak-anak yatim yang mendapat program beasiswa. Karenanya Ia berharap bantuan pemerintah untuk memberikan bantuan berupa asrama. “Sebenarnya banyak juga yang dari luar Sumbawa, seperti Lombok dan Bima yang ingin masuk ke Stikes Griya Husada melalui Program Anak Yatim ini. Tapi keinginan ini diurungkan karena yang mereka pikirkan biaya hidup seperti membayar kost,” akunya.

Selain bantuan asrama, pihaknya juga berharap adanya bantuan beasiswa bagi anak-anak tersebut dari berbagai pihak termasuk pemerintah, agar dapat meringankan beban mereka dalam membeli peralatan kuliah. (JEN/SR)

Lihat Juga

Resmikan Peternakan Bebek, Rektor UTS Beberkan Industri Lain di Olat Maras

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (26/6/2020) PT Olat Maras Teknologi (OMT) yang merupakan perusahaan di bawah naungan ...

One comment

  1. Mohon info untuk beasiswa nya bpk ibu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *