Dapat Suntikan dari APBD-P, RSUD Asy-Syifa Beli Obat dan Bahan Habis Pakai

oleh -1 views
bankntb

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN RSUD ASY-SYIFA SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (18/07/2017)

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy-Syifa Kabupaten Sumbawa Barat mendapat tambahan dana sebesar Rp 6 milyar pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) Tahun 2017. Hal ini diakui Direktur RSUD Asy-Syifa dr. Carlof Sitompul yang ditemui SAMAWAREA, belum lama ini.

Tambahan anggaran tersebut ungkap pejabat santun ini, akan dialokasikan untuk pembelian obat dan bahan habis pakai. Pasalnya kunjungan di RSUD Asy-Syifa semakin meningkat efek dari program pemerintah daerah yang memberikan subsidi gratis bagi masyarakat yang menggunakan BPJS Kelas 3. Dengan subsidi tersebut masyarakat semakin sadar akan pentingnya memeriksakan kesehatan sejak dini. “Sekarang sakit kepala sedikit saja langsung datang berobat ke puskesmas atau rumah sakit karena sudah tidak lagi memikirkan biaya pengobatan karena telah ditanggung Pemda sehingga lonjakan kunjungan sangat tinggi. Jadi anggaran dari APBDP ini lebih banyak digunakan untuk pembelian obat dan bahan habis pakai,” jelasnya.

Pelayanan yang paling banyak menghabiskan obat dan bahan habis pakai, serta cairan, ungkap Dokter Carlof adalah pelayanan Hemodialisa yang pengunjungnya sangat padat. Pasiennya tidak hanya dari KSB tapi seluruh kabupaten/kota di Pulau Sumbawa. Sebab untuk pelayanan hermodialisasi (cuci darah) di RSUD Asy-Syifa KSB ini satu-satunya di Pulau Sumbawa.

Lebih jauh dikatakan dr. Carlof, untuk lebih meningkatkan pelayanan dan mengurangi angka rujukan, pihaknya tengah merumuskan pelayanan unggulan yang tidak ada di Pulau Sumbawa. Ini dilakukan untuk menarik pasien dari dari luar KSB. “Penduduk KSB relative sedikit hanya berkisar 140 ribu, jadi kami harus berinovasi untuk menarik minat penduduk di luar KSB berobat di rumah sakit ini. Tapi untuk saat ini kami belum berani membuka pelayanan unggulan. Tunggu semua sudah final baru akan dipublikasikan,” janjinya.

Baca Juga  Cegah Covid, Mahasiswa UMM Bagikan Bak Sampah dan Ember Cuci Tangan

Disinggung soal pendapatan RSUD Asy-Syifa, dr. Carlof mengakui jika tahun ini mengalami peningkatan dari sebelumnya ditargetkan Rp 9 milyar menjadi Rp 12 Milyar. “Kami optimis target ini bisa kami capai karena sampai sekarang pendapatan RSUD Asy-Syifa sudah hampir 70% dari target. Tinggal 30 persen lagi yang dikejar,” pungkasnya. (HEN/SR)

 

iklan bapenda