Zulkifli, Pemuda Pelopor Asal Labu Lalar Tembus Nasional

oleh -2 views
bankntb

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN HUMASPRO PEMDA SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (26/09/2017)

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin ST memberikan apresiasi kepada Zulkifli pemuda Labu Lalar yang menjadi pemuda pelopor di bidang pangan mewakili NTB berlaga di tingkat nasional dengan produk Abon Ikan Tenggiri dan Ikan Cakalang.

Ditemui SAMAWAREA di ruang kerjanya, Senin (25/9), Fud—akrab Wabup disapa, mengaku bangga atas prestasi Zulkifli yang merupakan kader muda peraih predikat pemuda pelopor di Bidang Pangan tingkat Provinsi NTB. Zulkifli akan menjadi duta NTB mengikuti seleksi yang sama di tingkat nasional. “Apa yang diraih saat ini harus menjadi motivasi agar lebih baik dan berkembang,” kata Wabup.

Prestasi ini ungkap Wabup, tidak harus dimaknai secara simbolik dengan hanya mengejar juara, namun dijadikan pelajaran berharga. Masukan dari semua pihak termasuk dewan juri yang menilai agar setiap kekurangan yang dihadapi bisa diperbaiki bagi kemajuan produksi abon tengiri, cakalang bahkan ikan tuna. Apa yang telah dilakukan Zulkifli Usaha ini juga diharapkan menjadi solusi bagi para nelayan agar mendapat penghasilan tambahan. Tak hanya itu upaya yang dirintis Zulkifli dapat ditularkan kepada kader-kader muda lainnya sebagai bentuk kepeloporannya. Sebab pemuda kreatif lebih maju daripada pemuda lainnya. “Kami dari pemerintah berkomitmen untuk memberikan dukungan termasuk bantuan modal kepada setiap pemuda yang kreatif. Asalkan dia bersungguh sungguh,” ucap orang nomor dua di KSB ini, seraya menyebutkan bantuan yang diberikan kepada Zulkifli adalah peralatan untuk pengembangan usahanya yang akan diupayakan Tahun 2018 mendatang.

Baca Juga  NTB Raih Tiga Penghargaan Baznas Award 2019
Zulkifli bersama Wabup KSB, Fud Syaifuddin ST

Sementara Zulkifli mengaku bahagia karena apa yang dilakukannya selama ini mendapat apresiasi dari pemerintah sehingga berhasil meraih juara pertama Pemuda Pelopor tingkat Provinsi NTB. Ia menuturkan bisnin Abon Tuna dan Cakalang sudah menjadi usaha rumahan yang sudah dijalaninya selama hampir dua tahun, sejak masih duduk di bangku SMA. Ide ini muncul setelah melihat kondisi di Pesisir Labu Lalar lingkungan tempat tinggalnya. Setiap musim ikan, Tenggiri dan Cakalang sangat berlimpah sehingga harganya sangat murah. Kenyataan ini membuat pendapatan nelayan berkurang. Dari itu muncul ide untuk mengawetkan dengan membuat abon ikan. Ternyata hasilnya lumayan. Dari modal Rp 900 ribu bisa menjadi Rp 3 juta. Bahan yang digunakannya pun adalah rempah-rempah alami tanpa bahan kimia dan pengawet. Pembuatannya juga masih bersifat manual. Selain abon ikan, Kifli—demikian dia disapa, akan membuat kerupuk ikan. “Jadi kami masih membutuhkan masukan dari semua pihak, termasuk dukungan dari pemerintah daerah,” pintanya. (HEN/SR)

iklan bapenda