“Pariwisata Sumbawa Menggeliat Bukti Keseriusan Dalam Mengurus”

oleh -19 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (26/09/2017)

Kepala Bappeda Sumbawa, Ir. H. Iskandar D M.Ec. Dev, mengatakan pemerintah daerah melalui leading sektor terkait terus menggenjot dan menggeliatkan pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Sumbawa. Upaya ini sebagai bentuk keseriusan dalam membangun pariwisata. Menurutnya, Kabupaten Sumbawa memiliki potensi wisata budaya yang tersebar dan sekarang sudah mulai terlihat geliatnya. Hampir di semua kecamatan telah memunculkan potensi budayanya meskipun secara kualitas belum tertata rapi. Namun paling tidak kemauan dan kesadaran masyarakat sudah mulai tumbuh. Demikian pula dengan wisata alam pegunungan dan juga sejarah budaya dan megalitik itu sudah mulai digeliatkan oleh masyarakat. “Intinya semangat yang ingin kita bangun untuk pariwisata itu sudah terjadi,” ujarnya saat menjadi narasumber pada Fokus Group Discusion (FGD) Rembug Pariwisata Sumbawa, Membedah Koridor Pariwisata Sumbawa Menuju Pariwisata berbasis Masyarakat dan Ramah Lingkungan yang digelar di Transit Hotel, Senin (25/9) kemarin.

amdal

Karena itu pihaknya telah menetapkan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Sumbawa 2016—2021 pada bidang kebudayaan dan pariwisata. Hal ini mengingat cukup tersedianya potensi destinasi wisata. Dalam RPJM ada dua kebijakan umum pembangunan yang terkait dengan pengembangan pariwisata. Pertama, meningkatkan kualitas destinasi wisata. Di dalamnya sudah include pelestarian budaya lokal, prasarana penunjang, zonasi pengembangan, penggarapan SDM, regulasi serta kelembagaan. Kedua, meningkatkan promosi dan pemasaran. Sistem informasi juga sudah dikembangkan. Dinas Pariwisata menggarap beberapa fasilitas publik untuk menyampaikan informasi tersebut.

Selain itu kebijakan juga diarahkan menurut zonasi. Meliputi atraksi wisata, aksesibilitas transportasi, infrastruktur pendukung, amenitas akomodasi, dan ancelliary organisasi/kelompok pengelola. Kemudian dalam RPJM telah ditetapkan beberapa zona inti. Zona inti ada di sekitar Kota Sumbawa termasuk Tanjung Menangis yang jaraknya dekat dan fasilitasnya lebih lengkap dari zona-zona lainnya. Di tempat itu juga akan membuka peluang usaha Art Market untuk pertumbuhan UKM dan ekonomi kreatif. Lokasi itu akan mennadi menjadi ladang dunia usaha. Semua produk masyarakat akan berubah menjadi uang. Namun keberadaan tempat ini sebenarnya dikembangkan untuk memperkuat antar obyek wisata. Seperti Dalam Loka, Wisma Praja, dan Bala Kuning, akan menjadi satu kesatuan. Kemudian di Zona B meliputi Labu Pade, Pulau Bedil, Keramat dan Temudong. Zona C terdiri dari wilayah Lopok, Moyo Hulu, Pungkit, Batu Tering, dan Sebasang. Semuanya tergambar apa yang ada di lokasi dalam zona-zona tersebut sebagai informasi kepada para wisatawan untuk menikmati potensi yang ada. “Bappeda menetapkan Zona A, B, dan C sebagai keseriusan langkah membangun pariwisata di Kabupaten Sumbawa,” ungkap Kendo.

Baca Juga  Hasil Lab Belum Keluar, Pasien PDP di Mataram Meninggal Dunia

Hal senada dikatakan Kepala Dispopar Sumbawa Ir. H. Junaidi M.Si bahwa pariwisata Sumbawa sangat besar karena berada pada posisi strategis. Pihaknya telah melakukan pendataan potensi dan kegiatan pendukung. Di antaranya 50 lokasi obyek wisata, 117 daya tarik wisata, 6 destinasi pariwisata unggulan, 3 taman nasional, dan 1 taman wisata laut. Untuk daya tarik wisata budaya di antaranya upacara adat, seni sastra, seni rupa, seni musik, seni tari, permainan rakyat, pakaian, kuliner khas Sumbawa, dan souvenir. Ada beberapa strategi yang dilaksanakan untuk mempercepat pembangunan pariwisata yaitu penetapan kawasan pengembangan, penataan infrastruktur, dan lainnya. Salah satu strateginya dengan menggelar dialog ini dalam rangka penguatan kelembagaan, di samping pembentukan koridor. Koridor ini dibentuk untuk mempercepat promosi pariwisata dan penataan agar lebih jelas dan fokus.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Lalu Budi Suryata SP dalam dialog tersebut menyatakan dukungan lembaganya dalam pengembangan pariwisata. Dukungan itu dalam bentuk rekomendasi dan kebijakan anggaran yang menjadi acuan dalam pelaksanaannya. Berbicara masalah pariwisata ungkap Budi, adalah pembangunan yang bersifat multidimensional. Artinya tidak hanya berbicara terkait finansial ekonomi, namun juga sosial budaya, keagamaan, dan kondusifitas daerah. Budi mengakui potensi pariwisata Sumbawa sangat besar dan luar biasa. Namun faktanya dia belum melihat progres signifikan bahwa pariwisata menjadi unggulan dalam mendongkrak perekonomian daerah. “Ini yang menjadi dasar pemikiran kita, banyak potensi namun belum mampu menjadi daya ungkit sektor-sektor lainnya,” timpalnya.

Baca Juga  Bupati Tegaskan Tidak Ada Toleransi untuk Penyimpangan

Kedepan, Sumbawa harus memiliki target yang dituju mengingat pangsa pasar yang cukup potensial. Strateginya, mendorong agar industri pariwisata berbasis masyarakat, berkelanjutan dan melibatkan semua pihak dalam tahapan proses. Kemudian membangun sinergi dalam menciptakan lingkungan yang kondusif antara pelaku wisata dan masyarakat sekitar sehingga muncul rasa memiliki. Harus juga responsive atau tanggap terhadap perubahan jaman tanpa meninggalkan jati diri daerah yang kaya akan ritual, seni budaya dan kearifan lokal. Berikutnya, membangun kemandirian dan partisipasi sebanyak mungkin, sehingga keberadaan obyek wisata yang kaya dan original ini dapat dipertahankan dalam sebuah kebersamaan. (JEN/SR)

iklan bapenda