BWS NT Antisipasi Kegagalan Konstruksi Bendungan Bintang Bano

oleh -9 views
bankntb

SUMBAWA BARAT, SR (27/9/2017)

Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I menggelar sosialisasi rencana tindak darurat Bendungan Bintang Bano. Sosialisasi ini dilaksanakan di aula kantor Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Permukiman, Selasa (26/9) pagi. Hadir dalam kegiatan ini Plt. Asisten III Setda KSB, Kepala OPD, Camat, Kepala Desa di Kecamatan Brang Rea dan Brang Ene, Danramil 1607-05/Taliwang.

amdal

Kepala BWS NT I Ir. Asdin Julaidy, M.M., M.T mengatakan, sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman kemungkinan kegagalan konstruksi, tetapi tentu tidak diharapkan. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan di semua pembangunan bendungan di NTB. Konstruksi bendungan Bintang Bano tidak terlepas dari masalah terutama sosial, seperti blokade jalan, pemberhentian pengerjaan sehingga pembangunan tidak maksimal. Tentu BWS berharap bantuan dan dukungan seluruh pihak agar kendala ini tidak terjadi. ‘’Alhamdulillah Pemda welcome membantu pembebasan lahan dan penyelesaian masalah sosial selama ini,” katanya.

Tahun ini pengerjaan proyek pendukung lain dari konstruksi Bendungan Bintang Bano akan dimulai dan akan berlangsung hingga tiga tahun ke depan. Proyek itu adalah normalisasi sungai Brang Rea dan Brang Ene sampai menuju laut. Normalisasi ini untuk menjaga daerah aliran sungai dari banjir. Kemudian proyek pembangunan irigasi. Termasuk proyek normalisasi Danau Rawa Taliwang. ‘’Jalan di bangkat Desa Bangkat Monte kami akan aspal untuk memperlancar pengambilan material untuk konstruksi agar tidak ada gangguan seperti yang terjadi di Dompu, konstruksi Bendungan Raba Baka yang jebol,” ungkapnya.

Baca Juga  Sumbawa Minta Perhatian Propinsi Soal Prasarana Air Minum, Drainase dan Sampah

Bendungan Bintang Bano merupakan yang terbesar di NTB. Kedepan, selain membendung air, juga sebagai penyuplai air baku, irigasi dan penyedia listrik yang kebutuhan itu akan disinergikan oleh Pemda. Bagian hulu bendungan ini tentu harus dijaga dari aksi pembalakan karena sangat berdampak pada ekosistem termasuk akan terjadinya banjir di Taliwang.

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, ST dalam sambutannya membuka sosialisasi ini mengatakan, Bendungan Bintang Bano merupakan bendungan terbesar di NTB. Ini juga merupakan mega proyek pertama di KSB. Hingga tiga tahun ke depan akan ada pembangunan infrastruktur pendukung lainnya dari bendungan ini, mulai dari normalisasi Sungai Brang Rea dan Brang Ene. Kemudian saluran irigasi dari Bendungan Bintang Bano sampai Poto Tano sepanjang 52 Km dengan anggaran Rp 700 miliar. ‘’Bendungan Bintang Bano sangat bermanfaat, orang tua kita selalu dilanda banjir, mudah-mudahan dengan pembangunan bendungan ini tidak akan terjadi lagi banjir di Taliwang,” kata Wakil Bupati.

Wakil Bupati pun meminta para camat dan kepala desa untuk mensosialisasikan kepada masyarakat. Memberikan pemahaman pembangunan irigasi meski tidak ada biaya pembebasan lahan. Ini untuk mendukung pembangunan Bendungan Bintang Bano yang sangat bermanfaat untuk masyarakat, mulai dari penahan debit air maksimal 63 juta m3 sehingga tidak terjadi banjir. “Pemenang tender proyek irigasi diharapkan mengikutsertakan masyarakat dalam pengerjaannya karena tanah yang digunakan tanah rakyat,” imbuhnya. (HEN/SR)

iklan bapenda