Maen Jaran Festival Moyo Berakhir, Juara Didominasi Kuda Legendaris

oleh -23 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (25/09/2017)

Kejuaraan Maen Jaran Festival Pesona Moyo 2017 yang berlangsung selama seminggu di Kerato Pordasi Sumbawa, berakhir Minggu (24/9) kemarin. Pada babak final tersebut, perlombaan lebih seru dan semarak. Pasalnya para kuda jawara di masing-masing Ren dan kelas bersaing ketat untuk menjadi yang terbaik. Sorak sorai penonton di tribun utama terdengar bergemuruh ketika kuda-kuda ternama dengan joki cilik tanpa pelana ini dilepas dari box start. Ikut menyaksikan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah yang sekaligus menutup kegiatan tersebut. Menariknya lagi, secara tak terduga Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar didampingi Anggota DPR RI, Dr. H. Zulkieflimansyah, Bupati Sumbawa HM Husni Djibril dan para petinggi PLN dan Pertamina secara tak terencana hadir di akhir pertandingan ketika kuda-kuda bintang diadu. Tak ketinggalan sejumlah wisatawan asing dari Amerika Amerikat, Polandia, Australia dan Selandia Baru.  Mereka tak beranjak menyaksikan event budaya tersebut dari pagi hingga sore harinya.

Wabup Drs H Mahmud Abdullah saat menutup kejuaraan Maen Jaran

Berdasarkan hasil pertandingan tercatat kuda yang sukses mencapai garis finish lebih awal. Para juara ini masih didominasi kuda-kuda langganan juara dan legendaris, meski ada beberapa pendatang baru.  Adalah Anak Jupe milik Jim Jim Kodim 1607 Sumbawa (Kelas Pemula), Walet Putih—Rudi Mataram (Kelas TK), Sakura milik H Jaya Muis Sumbawa (Kelas OA), dan Sinar Idola—M Zain AB Kodim Sumbawa (OB). Selanjutnya Tanda Mata milik Haji Dut Sebewe (Kelas Harapan A), Terima kasih—Fitri Sabang (Harapan B), Payung Mas—Mucksen Sebewe (Tunas A), Sang Diva—Ny. Siti Sarah Kalampa Bima (Tunas B) dan Gentar Alam milik H Lalu Athar Praya (Tunas C). Untuk Dewasa A, Bintang Lokasi—kuda unggulan milik Robi Gapit menjadi kuda tercepat, sedangkan di Kelas Dewasa B dan C masing-masing diraih Gadis Villa milik Dr. Zulkieflimansyah (Calon Gubernur NTB), dan Sandang Pangan milik Sahrul Batu Bangka.

Baca Juga  Menpora Optimis MotoGP Mandalika Terlaksana 2021

Selain juara kelas, event berhadiah total 250 juta ini melahirkan juara umum. Di babak pamungkas ini terjadi perang bintang. Para jawara antar kelas diadu. Seperti di kelas OA—HA, Tanda Mata milik H Dut Sebewe mencatat namanya sebagai kuda terbaik. Juara umum lainnya adalah Terima Kasih (Fitri Sabang) yang turun di Kelas OB—HB, Bintang Lokasi (Robi Gapit) di Kelas TA—DA, dan Ratu Lestari milik Bidan Tati Sabang di Kelas TB—DB. Demikian di kelas TC—DC, Sandang Pangan—berhasil mempertahankan nama besarnya sebagai kuda gaek legendaries. Kuda urik milik Sahrul ini mengalahkan sejumlah kuda langganan juara di antaranya Pantai Selatan, Sania, Gentar Alam, dan Barata Yudha. Sebagai juara umum pamungkas, Master Laba-laba milik Auli Ardiman Lopok yang turun di kelas DE—DD unggul dari lawan-lawannya.

Koordinator Penyelenggaraan Maen Jaran, Ir. Talifuddin M.Si dalam laporan penutupnya, menyebutkan bahwa Kejuaraan Maen Jaran ini diikuti sekitar 210 kuda dari seluruh kabupaten/kota di NTB. Event ini mempertandingkan 15 kelas yaitu Kelas Pemula, TK, OA, OB, HA, HB, TA, TB , TC, DA, DB, DC, DD, DE, dan Ekshibisi, dengan hadiah total mencapai Rp 250 juta. Selain menyemarakkan Festival Pesona Moyo 2017, kegiatan ini sebagai wahana bagi peternak pacuan untuk bisa menukar informasi dan pengalaman, meningkatkan mutu peternak kuda pacu serta media pemberian penghargaan terhadap peternak kuda pacu yang berprestasi sekaligus wahana pembinaan lembaga, menciptakan kelompok tani ternak agribisnis yang maju, tangguh dan mandiri. “Ke depan event ini akan kami gelar lebih meriah lagi dengan jumlah peserta yang lebih banyak dan hadiah yang lebih besar,” tandasnya.

Baca Juga  Mama Cantik, Orak Arik dan Mama Muda Juara Volly di Pamunga

Sementara Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah berharap event ini dapat memotivasi masyarakat untuk terus mengembangkan salah satu olahraga tradisional sekaligus menggairahkan dan melestarikan budaya masyatakat Sumbawa. “Kami sangat mengapresiasi digelarnya kejuaraan ini, di satu sisi mendatangkan keuntungan kepada penikmat budaya tradisional Sumbawa, di sisi lain menjadi ajang mempromosikan budaya main jaran dengan joki ciliknya yang unik,” demikian Wabup. (JEN/SR)

 

iklan bapenda