Kajari Ingatkan Rekanan Pasar Brang Bara Harus Bonafit

oleh -3 views
Kajari Sumbawa, Paryono SH MH
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (23/09/2017)

Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa, Paryono SH MH berharap rekanan pemenang tender Proyek Pembangunan Pasar Modern Brang Bara adalah pihak yang bonafit. Harapan ini disampaikan Kajari menyusul dilaksanakannya tender proyek untuk ketiga kalinya setelah dua kali gagal. Sebab waktu yang tersisa untuk pengerjaan fisik pasar ini sangat singkat yaitu hanya tersisa 70 hari atau 2 bulan 10 hari. “Memang hasil kajian tekhnisnya proyek itu bisa dikerjakan dalam waktu 70 hari, karena itu kontraktornya harus bonafit,” kata Paryono—akrab Kajari disapa saat dikonfirmasi SAMAWAREA, belum lama ini.

amdal

Bonafit menurut Kajari, harus memiliki modal besar dan tidak menunggu pencairan uang muka untuk membeli bahan atau material yang sebagian besarnya terbuat dari baja. “Begitu teken kontrak, dia langsung membeli material, tidak berharap cairnya uang muka,” tukas Paryono.

Sejauh ini belum ada indikasi ke arah tindak pidana meski sempat tersiar isu tidak beresnya kinerja Pokja di ULP. Resikonya hanya ketika tender ketiga ini kembali gagal, maka anggaran proyek senilai Rp 6 milyar yang dialokasi dari dana TP Kementerian Perdagangan Tahun 2017 tersebut harus dikembalikan ke kas negara. Artinya proyek tersebut batal dikerjakan pada tahun ini. “Kami bersama TP4D akan melakukan pengawasan dan pengawalan agar pembangunan di daerah ini dapat berjalan sebagaimana mestinya, dan aparatur yang mengelolanya dapat bekerja sesuai aturan yang berlaku,” demikian Kajari.

Baca Juga  10 Desa Terpencil di KSB Dapat Jaringan Internet Gratis

Seperti diberitakan, Proyek Pembangunan Pasar Modern Brang Bara sudah dua kali gagal tender. Kini untuk ketiga kalinya proyek senilai Rp 6 miliar dialokasikan dari dana TP Kementerian Perdagangan Tahun 2017 ini kembali ditender dan prosesnya sudah mulai dilakukan. Sebelumnya tender pertama gagal pada pertengahan Agustus, lalu gagal lagi untuk tender kedua awal September kemarin. Untuk tender ini sepenuhnya domain Lembaga Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LPBJP) Setda Sumbawa. LPBJP membentuk Pokja 31 yang di dalamnya berisikan lima personil. Pokja inilah yang mengetahui penyebab gagalnya tender ini. Sebab pokja yang memberikan penilaian atas FS dan perusahaan yang melakukan penawaran. Untuk diketahui, batas waktu pengerjaan pasar modern Brang Bara ini hingga 22 Desember 2017 mendatang. Menurut Kadis Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Arief M.Si, jika tender ketiga ini berhasil, pihaknya hanya memiliki waktu 70 hari untuk konstruksi. Tentunya harus disusun kajian tekhnis dengan metode kerja yang rapi, serasi, efisien tapi efektif. Karena itu Arief berharap Pokja dapat bekerja serius berorientasi pada pemenuhan syarat administratif dan tekhnis sebagaimana diatur dalam perundang-undangan. Kemudian bagaimana bisa menginternalisasi semangat guna mewujudkan pasar itu sebagai wahana bagi masyarakat kita untuk lapangan kerja dan kelangsungan hidupnya. (JEN/SR)

iklan bapenda