Malam 1 Muharram, Puluhan Sandro Hasilkan 24 Minyak Sumbawa Berkhasiat

oleh -10 views
Pembuatan Minyak Batu Tamin, Kecamatan Moyo Utara
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (21/09/2017)

Sebanyak 48 orang Sandro Melala unjuk kekuatan meracik minyak berkhasiat. Para sandro ini merupakan utusan dari 24 kecamatan untuk mengikuti Parade Melala, Rabu (20/9) malam. Kegiatan berbau magis ini rutin digelar setiap tahun pada malam 1 Muharram sebagai upaya untuk melestarikan adat dan budaya Samawa. Beragam minyak berkhasiat yang diracik dari berbagai macam ramuan dan diyakini mampu menyembuhkan segala macam penyakit ini dihasilkan para sandro ini. Ikut menyaksikan kegiatan berbau magis tersebut di antaranya Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc, Sekda Drs. H. Rasyidi, Pimpinan DPRD Kamaluddin ST M.Si, Kapolres AKBP Yusuf Sutejo SIK MT, Dandim 1607 Letkol (ARM) Sumanto S.Sos, Kajari Paryono SH MH dan sejumlah kepala SKPD. Selain itu para camat dan kepala desa masing-masing berada di stand kecamatan yang telah disiapkan panitia untuk menyambut tamu dan menjelaskan mengenai khasiat dari melala tersebut. Menariknya lagi, Tim Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)  terdiri dari Deputi Bidang IPSK LIPI, Dr. Tri Nuke Pudjiastuti, dan Dr. Wicaksono (Kepala Pusat Penelitian Biologi LIPI) turun mendampingi bupati menyaksikan kegiatan yang baru pertamakali dilihatnya ini.

Dari kegiatan yang berlangsung hingga tengah malam ini, menghasilkan 21 jenis minyak. Hampir semua minyak tersebut berkaitan dengan keperkasaan atau kejantanan laki-laki. Ada juga untuk menyembuhkan penyakit luka, asam urat, rematik, ngilu, racun, sihir dan lainnya. Di antaranya Minyak Pio, Rungkas Pagar, Sakoat Ade Lopas, Baret Renam/Kangano, Lipan Api, Ampen Kakak, Sanyaman Parana, Kebo Karong Buya Timal, Bisa Ngaram, Bacan Putih, Ranjau Bura, Pasak Liang Dewa, Karasang Buya Ampo, Kaseluk Bakat Sengelawar, dan Sambung Nyawa.

Baca Juga  UMKM dan BUMDes Difestivalkan untuk Kenalkan Produk Unggulan

Tidak heran jika semua stand tempat para sandro ini berdemontrasi, dipadati pengunjung. Mereka datang tidak dengan tangan kosong melainkan membawa botol, gelas, dan apapun untuk dijadikan wadah mengambil minyak racikan itu. Mereka terpaksa berdesak-desakan untuk mendapatkannya. Sebab setelah minyak diracik, Sandro langsung membagikannya secara gratis.

Camat Moyo Utara, Tajuddin SH didampingi Sandronya, mengaku nama minyak asal kecamatannya adalah Batu Tamin. Selain memiliki monument batu tamin, nama minyak ini memiliki konotasi keperkasaan. Sebab jika minum minyak ini, tubuh menjadi bugar, vitalitas bertambah, dan daya tahan tubuh menjadi kuat. Khasiat lainnya, menyembuhkan penyakit kencing batu. Bahan minyak ini tidak diperoleh secara mudah dan gampang. Sandro harus mengarungi hutan lebat untuk mengumpulkan semua bahan-bahan yang diyakini berkhasiat.

Seperti kayu slaki ini hanya ada di hutan lebat. Kayu ini tumbuh menembus kayu lain. Kemudian sarang burung walet, madu, rempah genap (semua rempah), dan 44 macam akar pohon. Uniknya lagi, ramuan itu dicampur dengan air hujan Bulan Muharram yang diperoleh muharram tahun lalu dan disimpan untuk bahan racikan pada muharram tahun ini. “Orang Sumbawa jaman dulu selalu menadah air hujan saat Bulan Muharram. Air hujan ini diyakini berkhasiat untuk menjadi salah satu ramuan,” jelas Tajuddin.

Ia menilai kegiatan ini sangat positif dan tahun ini pengunjungnya lebih ramai terutama kalangan ibu-ibu, dan gadis remaja yang terlihat antusias. Seperti ibu-ibu ini penasaran dengan keperkasaan suaminya yang pada tahun lalu sempat mengkonsumsi buatan para sandro di event yang sama. “Mungkin ibu-ibu ini penasaran. Mereka datang sekarang untuk membongkar rahasia keperkasaan suaminya dulu. Ada juga yang sengaja datang untuk membantu sang suami yang sudah loyo dan tak bersemangat dalam berhubungan. Semua ini saya rasa positif dan merupakan peninggalan orang tua dulu yang perlu dilestarikan,” pungkasnya. (JEN/SR)

iklan bapenda