LIPI Siap Wujudkan Kebun Raya di Olat Maras

oleh -9 views
Doktor Zul bersama Staf Ahli Bupati Sumbawa, Ir. A Yani dan jajaran LIPI melakukan penanaman pohon Jati Platinum di kawasan Olat Maras.
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (21/09/2017)

Kawasan Olat Maras, Batu Alang, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa, NTB, sepertinya semakin lengkap. Kawasan yang diplot sebagai daerah industry dan pusat pendidikan ini akan memiliki Kebun Raya. Sebab untuk sebuah kebun raya tidak harus membutuhkan lahan yang sangat luas. Contoh, Kebun Raya di Bali luasnya hanya 5,8 hektar. Kini kebun raya tersebut telah menjadi destinasi wisata dan pusat penelitian yang tentunya memberikan dampak positif bagi perekenomian daerah terutama masyarakat setempat. Keinginan untuk membuat Kebun Raya di kawasan Olat Maras itu tercetus pada kegiatan Diseminasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi LIPI tentang Pengenalan Konservasi dan Pelatihan Metode Survey. Kegiatan hasil kerjasama LIPI dan Institut Ilmu Sosial dan Budaya Samawa Rea (IISBUD Sarea) ini berlangsung selama tiga hari, 18—20 September.

amdal

Ir Mujahid—peneliti LIPI yang menjadi narasumber, menjelaskan bahwa Kebun Raya (Botanic Gardens) merupakan kawasan konservasi tumbuhan secara ex situ yang memiliki koleksi tumbuhan terdokumentasi dan ditata berdasarkan pola klasifikasi taksonomi, bioregion, tematik, atau kombinasi dari pola-pola tersebut. Tujuannya untuk kegiatan konservasi, penelitian, pendidikan, wisata, dan jasa lingkungan. Jika dilihat dari kondisi alam, daerah Sumbawa dinilai cocok untuk keberadaan Kebun Raya. Itupun bisa terealisasi asalkan ada komitmen kuat dari pengelola dan seluruh pemangku kepentingan. Komitmen pengelola meliputi legalitas lahan, alokasi anggaran, kuantitas dan kualitas SDM pengelola, organisasi pengelola, dan dukungan kebijakan nasional atau daerah. Keberadaan kebun raya ini sangat penting selain menyelamatkan flora dan fauna dari kepunahan, juga tetap tersedia sumber air. Apalagi Sumbawa dengan kondisi kemarau saat ini, semua berubah. Rumput dan pohon yang hijau ketika musim penghujan berubah warna menjadi coklat dan terlihat gersang. Selain itu ketersediaan sumber air yang menipis. Untuk keberadaan raya di suatu daerah, dapat diajukan perguruan tinggi ataupun pemerintah daerah. Syaratnya di antaranya memiliki lahan yang tidak bermasalah (clear and clean), kebijakan daerah berupa SK atau Perda, penyediaan SDM pengelola, penyusunan AMDAL/UPL/UKL dan sosialisasi kegiatan. “Silakan ajukan proposal, nanti akan dikaji dan dibahas LIPI dan Kementerian PUPR,” saran Mujahid.

Baca Juga  Operasi Petasan di Alas, Dua Pedagang Terjaring

Selanjutnya PUPR melakukan penyusunan Masterplan dan DED, serta pembangunan infrastruktur Kebun Raya. Sedangkan LIPI akan menyiapkan koleksi tumbuhan, penataan taman tematik, pendampingan dengan melakukan pembinaan SDM pengelola dan penugasan staf, serta implementasi database dan penyusunan katalog koleksi. “Sesuai Perpres No. 93 Tahun 2011, posisi LIPI sebagai Pembina Kebun Raya Daerah. Dan Pemda Sumbawa harus memiliki keberanian keberanian untuk melakukan kegiatan penghijauan, mengingat konservasi ini sangat penting bagi Sumbawa di masa mendatang,” timpal Dr. Tri Nuke Pudjiastuti, Deputi Bidang IPSK LIPI.

Sinyal yang diberikan LIPI ini langsung disambut positif Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc selaku pendiri Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), IISBUD, Akademi Komunitas Olat Maras (AKOM) dan SMK Al-Kahfi—sekolah kejuruan berbasis pesantren yang semuanya berada di Kawasan Olat Maras. “Minggu depan kami bersama Pemda siap mengajukan proposal,” tegasnya.

Doktor Zul sapaan ekonom yang juga Anggota DPR RI ini mengaku telah memiliki tanah seluas 12 hektar di kawasan Olat Maras. Lahan tersebut sangat memenuhi syarat sebagaimana yang ditetapkan pihak LIPI. Ia menilai keberadaan Kebun Raya di Kabupaten Sumbawa sangat penting. Untuk mewujudkannya tidak terlalu sulit karena yang hadir di sini merupakan para ahli dan pakar yang diyakini mampu membuat Olat Maras ini menjadi hijau.

Sementara Bupati Sumbawa yang diwakili Staf Ahli Bidang SDM, Ir. A. Yani menyambut positif rencana tersebut. Rencana ini akan disampaikan kepada bupati selaku penentu kebijakan sehingga ada langkah-langkah strategis dalam mewujudkannya melalui kerjasama antara Pemda dan LIPI.

Baca Juga  226 Pejabat Se-Pulau Sumbawa Ikut Bela Negara di Sumbawa

Di akhir kegiatan, Dr. Wicaksono—Kepala Pusat Penelitian Biologi LIPI menyerahkan bibit Jati Platinum kepada Doktor Zul yang kemudian diteruskan ke Rektor IISBUD Sarea, Muhammad Yamin SH MH untuk selanjutnya ditanam di komplek IISBUD. Hal ini sebagai bentuk keseriusan dukungan LIPI untuk mewujudkan Kebun Raya di kawasan Olat Maras. (JEN/SR)

iklan bapenda