IISBUD dan LIPI Jalin Kerjasama Kembangkan Potensi Daerah

oleh -9 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (21/09/2017)

Institut Ilmu Sosial dan Budaya Samawa Rea (IISBUD Sarea) bakal menjadi perguruan tinggi terkemuka. Berbagai terobosan yang dilakukan dalam mengembangkan diri baik secara kelembagaan maupun SDM-nya melalui kerjasama dengan sejumlah pihak. Salah satunya dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Dalam kerjasama itu IISBUD dan LIPI akan berikhtiar mengembangkan potensi daerah khususnya di Kabupaten Sumbawa. Kerjasama ini diawali dengan menggelar kegiatan Diseminasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi LIPI tentang Pengenalan Konservasi dan Pelatihan Metode Survey. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 18—20 September di Aula IISBUD Sarea, kawasan Olat Maras, Batu Alang, Kecamatan Moyo Hulu, Sumbawa. Kemarin kegiatan itu ditutup secara resmi oleh Bupati Sumbawa yang diwakili Asisten Bidang Sumber Daya Manusia, Ir. A. Yani dan dihadiri Anggota DPR RI, Dr. H. Zulkieflimansyah SE, M.Sc, Rektor IISBUD Sarea, Muhammad Yamin SH MH, Kadis Kelautan dan Perikanan Sumbawa dan Kepala KPH Batu Lanteh, Julmansyah S.Hut.

amdal
Doktor Zul, Ir. A Yani (Staf Ahli Bupati) dan Dr. Tri Nuke Pudjiastuti, Deputi Bidang IPSK LIPI.

Dalam kegiatan bertemakan “Iptek untuk Pengembangan Potensi Daerah” ini mahasiswa dan dosen IISBUD Sarea dilatih para pakar dari LIPI mengenai cara melakukan survey dan Quick Count mulai dari proses dan penelitian survey, prilaku pemilih, populasi dan sampling, penyusunan instrumen survey (quisioner) dan quick qount, serta pengolahan data. Transfer ilmu dari LIPI ini dapat menjadi cikal bakal IISBUD membentuk lembaga survey yang salah satunya untuk kegiatan politik baik Pilkada, Pileg maupun Pilpres. Selain itu mahasiswa dan dosen IISBUD juga dikenalkan dengan konservasi Jati Platinum. Sebagaimana yang disampaikan Dr. Wicaksono—Kepala Pusat Penelitian Biologi LIPI. Jati platinum tersebut merupakan salah satu varietas jati yang dihasilkan oleh Pusat Biologi LIPI untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan jenis tanaman jati yang berkualitas. Jati ini tentu memiliki keunggulan dari jati biasa yakni batang tumbuh lurus, perakaran kokoh karena memiliki akar tunggang majemuk dan mempunyai pertumbuhan yang cepat, serta menghasilkan kayu berkualitas. Jati ini bisa tumbuh cukup bagus di Kabupaten Sumbawa karena masih banyak lahan yang tersedia. LIPI siap bekerjasama dengan Pemda maupun universitas di Sumbawa untuk mengembangkannya. Sebab tanaman ini tidak hanya bermanfaat dari sisi ekonomis dengan investasi estate hutan tanaman jati, juga untuk menyelamatkan bumi dengan penghijauan guna memanen karbon dari udara. “Ini juga untuk agroforestry dengan penghasil karbohidrat seperti garut atau porang ddan tanaman pangan lainnya,” ujarnya, seraya menambahkan jika pengembangan jati pelatinum tidak dilakukan dari sekarang Indonesia bakal menjadi importir kayu jati karena saat ini sudah karang ditemukan jati-jati besar.

Baca Juga  Presiden Jokowi Tinjau Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Lombok

Tidak hanya pengenalan konservasi jati platinum, LIPI melalui penelitinya, Ir Mujahidin mengenalkan konservasi kebun raya daerah. Kebun raya ini merupakan program jangka panjang yang memungkinkan untuk diadakan di Kabupaten Sumbawa asalkan ada komitmen kuat dari pengelola dan seluruh pemangku kepentingan. Komitmen pengelola meliputi legalitas lahan, alokasi anggaran, kuantitas dan kualitas SDM pengelola, organisasi pengelola, dan dukungan kebijakan nasional atau daerah. Keberadaan kebun raya ini sangat penting selain menyelamatkan flora dan fauna dari kepunahan, juga tetap tersedia sumber air.

Sementara Deputi Bidang IPSK LIPI, Dr. Tri Nuke Pudjiastuti mengatakan bahwa LIPI berkomitmen agar Iptek memberi manfaat langsung tidak hanya untuk riset tapi juga menjadi bagian yang bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah daerah. “Kami mensosialisasikan tentang bagaimana konservasi jati platinum, bagaimana konservasi untuk membangun kebun raya daerah, dan bagaimana mahasiswa dan dosen IISBUD dilatih dengan survey yang tidak berpihak, serta metodologi yang benar dan jujur. Harapannya untuk memberikan nilai tambah bagi daerah ini dalam mengembangkan diri,” jelas Doktor Tri.

Kongkritnya, LIPI akan membangun kerjasama dengan universitas atau Pemda Sumbawa sebagai bentuk kontribusi dalam membangun daerah. LIPI berharap transfer ilmu kepada IISBUD dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan diri sebagai kekuatan di universitas tersebut sehingga menjadi lembaga yang tetap menjaga etika keilmiahannya.

Ir. Mujahid memberikan penjelasan pentingnya Kebun Raya Daerah

Dr. H. Zulkieflimansyah—Anggota DPR RI yang juga pendiri IISBUD sangat gembira atas inisiatif LIPI menjalin kerjasama dengan IISBUD. Sebab disadari teknologi dan Iptek tanpa memahami sosial budaya, tidak akan berjalan. Karena itu sangat tepat adanya kerjasama dengan IISBUD jika menginginkan program-program LIPI sukses.

Baca Juga  Bupati Sumbawa Serius Perhatikan Nasib Perawat Sukarela

Doktor Zul—sapaan akrabnya mengemukakan alasannya mengapa dirinya membuka program pasca sarjana Inovasi Manajemen dan alasan mengapa di kawasan Olat Maras dibangun IISBUD, Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Akademi Komunitas Olat Maras (AKOM) dan SMK Al-Kahfi. Menurutnya, inovasi itu menuntut keberagaman. Sebab keberagaman akan melahirkan kreatifitas, dan kreatifitas melahirkan inovasi. “Semoga di tahun mendatang banyak yang bisa disinergikan LIPI baik dengan IISBUD maupun dengan perguruan tinggi lainnya di Sumbawa,” harapnya.

Bupati Sumbawa melalui Staf Ahlinya, Ir. A Yani memberikan apresiasi kepada LIPI dan IISBUD yang telah menjalin kerjasama. Terlebih lagi kerjasama ini diarahkan untuk mengembangkan potensi daerah. Ini sangat penting karena dengan luasnya wilayah Sumbawa, banyaknya penduduk, dan anggaran yang terbatas, ungkap Yani, masih banyak yang belum sempat dilakukan pemerintah daerah. “Kerjasama ini sebagai bentuk dukungan dan konstribusi pihak lain dalam pembangunan daerah,” pungkasnya. (JEN/SR)

iklan bapenda