LPBJP Yakin Proyek Pasar Modern Brang Bara Dibangun Tahun ini

oleh -0 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (19/09/2017)

Kepala Bagian (Kabag) Lembaga Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LPBJP) Setda Sumbawa, Abdul Malik, S.Sos mengakui terjadi dua kali gagal tender proyek pembangunan Pasar Modern Brang Bara. Penyebabnya sama, yakni terkait administrasi dari penyedia. Persyaratan yang diminta di dalam dokumen pengadaan tidak dilengkapi oleh penyedia seperti dukungan baja dari pabrik. Hal lainnya tidak sinkron antara dukungan yang diberikan oleh pabrik dengan dukungan yang diupload penyedia kepada pihaknya. Setelah dikroscek, ada perbedaan. Kemudian ada sejumlah persyaratan tekhnis yang tidak dilengkapi. Misalnya sertifikat keterampilan (SKT). Atas kondisi tersebut diputuskan untuk gagal tender. “Berdasarkan kondisi dokumen seperti itu kami memutuskan gagal tender,” tukasnya.

amdal

Malik mengakui telah menemui Kementerian Perdagangan Jumat pekan lalu dan berharap dilakukan penunjukan langsung (PL) atas persetujuan Pengguna Anggaran di Kementerian Perdagangan. Namun dari diskusi yang dilakukan, tidak ada ruang untuk melakukan PL. Karena dari konsultasi yang dilakukan dengan LKPP bahwa PL dilakukan ketika terjadi bencana alam, bukan kondisi administrasi. Pihaknya juga sudah bertemu dengan pihak LKPP menyampaikan hal yang sama, sehingga Pasar Brang Bara masih memiliki peluang untuk dilakukan tender ulang.

Menurut Malik, Sumbawa bukanlah satu-satunya daerah yang gagal tender terkait pasar modern ini. Bali, Aceh dan Gorontalo sudah tiga kali gagal tender, dengan pasar dan sumber anggaran yang sama. Namun jika dalam tender ketiga ini Sumbawa gagal, jika dilihat dari waktu yang ada maka tidak ada lagi yang bisa dilakukan. Artinya tender ketiga ini merupakan upaya terakhir. “Jika gagal, anggarannya kembali ke pusat,” ujarnya.

Baca Juga  Tanggulangi Kemiskinan, BPS Sumbawa Gelar PBDT

Kendati demikian, tidak ada kata menyerah. Pihaknya tetap mengumumkan kembali digelarnya tender dengan persyaratan yang sama. Ini tergantung bersedia atau tidak melengkapi persyaratan. Proses tender ketiga ini merupakan tender cepat dengan waktu 20 hari. Jika tender berhasil maka masa pelaksanaan fisik tersisa selama 70 hari dan kontrak berakhir 22 Desember mendatang. Berdasarkan kajian tekhnis, Malik meyakini sisa waktu pengerjaan akan bisa terkejar. Ini kembali kepada penyedia apakah memiliki modal atau tidak, karena 80 persen barang yang digunakan barang pabrikasi baja dan rollingdoor. (JEN/SR)

iklan bapenda