Puncak Hari Donor Darah, Sumbawa Kekurangan Darah

oleh -0 views
bankntb

Butuh Pendonor Sukarelawan Baru

SUMBAWA BESAR, SR (18/09/2017)

amdal

Puncak Peringatan Hari Donor Darah Sedunia (HDDS) ke-72 diselenggarakan PMI Kabupaten Sumbawa cukup meriah. Selain banjir hadiah, acara yang digelar di Taman Mangga, Minggu (17/9) malam ini bertaburan penghargaan untuk para pahlawan kemanusiaan yang menjadi pendonor aktif dan sukarela. Melalui acara itu diharapkan dapat menarik sukarelawan baru untuk mendonorkan darahnya, di samping menjaring mitra strategis PMI guna berkonstribusi memenuhi kebutuhan darah untuk masyarakat khususnya di Kabupaten Sumbawa.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah saat membuka kegiatan itu mengatakan, peringatan HDDS dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mendonorkan darahnya. Sebab masih banyak orang yang belum menyadari begitu pentingnya mendonorkan darah. Dari waktu ke waktu kebutuhan darah semakin meningkat. Tetapi tidak diimbangi dengan jumlah pasokan darah. Hal tersebut mengakibatkan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI seringkali mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan darah. “Kami harap melalui peringatan hari donor darah sedunia ini dapat menarik sukarelawan baru dalam mendonorkan darah. Disamping juga menjadi ajang pemberian penghargaan kepada para pendonor darah,” ujar H. Mo’—biasa Wabup disapa.

Ketua PMI Sumbawa, Drs. H. Rasyidi menyerahkan penghargaan kepada mitra strategis PMI termasuk Jamhur Husain–CEO Tribun Sumbawa selaku media partner

Dalam mengantisipasi bertambahnya kebutuhan darah, PMI Sumbawa harus terus mengembangkan jaringan dan membuka akses yang lebih luas bagi pendonor darah sukarela baik di rumah sakit maupun seluruh puskesmas. Sebab persediaan darah di PMI Sumbawa bukan hanya dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan, tetapi korban bencana dari berbagai daerah di Indonesia. “Karena itu, donor darah harus terus ditingkatkan secara lebih intensif baik melalui instansi pemerintah maupun organisasi masyarakat,” imbuhnya.

Baca Juga  Relokasi RSUD Sumbawa Tak Bisa Ditawar Lagi

Ketua PMI Sumbawa, Drs. H. Rasyidi dalam laporannya menambahkan bahwa tujuan peringatan HDDS ini agar masyarakat memahami pentingnya darah yang merupakan komponen biologis dalam tubuh manusia. Dewasa ini, unit transfusi darah sudah mampu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Hampir 40 ribu kantong darah mampu dikumpulkan setiap tahunnya. Meski demikian, diperlukan perhatian dalam pemenuhan kebutuhan darah di Kabupaten Sumbawa. Karena itu dukungan para relawan sangat dibutuhkan di masa mendatang.

Sementara Ketua UTD PMI Sumbawa, dr. Hj. Musayyadah mengatakan, donor darah tidak membedakan ras, budaya, agama, politik, golongan dan segalanya. Begitu juga dengan pendonor yang mendonorkan darah untuk para pasien. ‘’Para pendonor tidak memandang pasien itu golongannya darimana, agamannya apa dan asalnya dari mana. Tujuannya cuma satu, yaitu untuk kemanusian dan menolong sesama,” tandasnya.

Dalam setahun terakhir, sebutnya, jumlah pendonor per Agustus mencapai 3.243 pendonor. Rata-rata perbulan ada 450 pendonor, dimana 80 persennya dari pendonor laki-laki dan 20 persen perempuan. Namun setiap bulannya permintaan mencapai 500 kantong darah. Untuk meningkatkan partisipasi pendonor, pihaknya melakukan sosialisasi di 12 kecamatan, termasuk sekolah. Pihaknya juga melakukan kampanye atas pentingnya donor darah. Kampanye ini dilakukan  bersama Dikes Sumbawa, komunitas pendonor darah, komunitas motor dan Polres Sumbawa. “Kami menyediakan mobile unit yang selalu bergerak, sehingga bukan hanya pendonor lokal, pendonor dari luar daerah juga bisa mendonorkan darahnya,” pungkasnya. (JEN/SR)

iklan bapenda