Menyalahi IMB, Ini Klarifikasi Perabot Agung Mart

oleh -18 views
Uzuluddin Sumbawanto SH, Manager Perabot Agung Mart
bankntb

Uzuluddin: Kami Siap Patuhi Arahan Pemerintah

SUMBAWA BESAR, SR (18/09/2017)

amdal

Keberadaan Perabot Agung Mart yang berlokasi di Jalan Garuda dinyatakan menyalahi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Sebab dibangun di atas saluran irigasi. Meski demikian ada kebijakan yang ditawarkan Pemda Sumbawa melalui Dinas PUPR khususnya Bagian Tata Ruang. Pemilik Perabot Agung diberikan dua pilihan. Pertama mengalihkan alur saluran, dan melakukan tukar guling. Tawaran itu mendapat tanggapan positif dari pihak Perabot Agung Mart.

Manajer Perabot Agung Mart, Uzuluddin Sumbawanto SH yang dikonfirmasi SAMAWAREA, Senin (18/9) menyatakan siap mengikuti dan melaksanakan kebijakan pemerintah terkait keberadaan bangunannya. Tawaran dari PUPR Sumbawa ini dinilainya sangat solutif. “Alur saluran mau dialihkan kami siap, demikian dengan tukar guling juga kami sangat siap,” kata Zul—sapaan akrab pria santun ini.

Untuk diketahui, ungkap Zul, lahan berdirinya Perabot Agung Mart memiliki dua sertifikat yaitu tanah di bagian depan saluran dan belakang saluran irigasi. Sebelum dibangun, pihaknya mengajukan IMB dengan memenuhi semua persyaratan tekhnis. Saat pembangunan memang sempat dibuat jembatan penghubung antara lahan depan dan belakang saluran. Karena membutuhkan areal parkir yang cukup luas agar tidak mengganggu jalan sebagaimana persyaratan sebuah mart, pihaknya melakukan cor permanen menyatukan dua lahan yang terpisah saluran lalu membangun Perabot Agung Mart di atasnya. Zul mengakui tindakannya mendapat teguran dari dinas terkait. Menyikapi teguran itu, pihaknya memberikan surat balasan berupa ijin pinjam pakai dan dikabulkan. Dalam pinjam pakai itu ada tiga poin yang ditekankan. Pertama, pihaknya diminta menjaga air saluran harus tetap lancar dan tidak menimbulkan protes dari masyarakat setempat maupun petani pemakai air (P2A). Kedua, meminta pihaknya menyiapkan lahan pengganti untuk pengalihan saluran mengikuti bentuk bangunan Perabot Agung. Dan ketiga, siap memberikannya jika sewaktu-waktu pemerintah membutuhkan saluran tersebut.

Baca Juga  SMK BSTel Terima 60-an Siswa Baru, Borsya Foundation Siapkan Beasiswa
Perabot Agung Mart

Dijelaskan Zul, menindaklanjuti permintaan itu, pihaknya telah menata saluran di bawah bangunannya menjadi lebih bagus, lebar dan tinggi. Air yang sebelumnya tersendat kini lancar dan deras. Upaya yang dilakukan Perabot Agung ini, mendapat dukungan dari masyarakat sekitar dan petani setempat. Kemudian permintaan membangun saluran pengganti, diakui Zul, bahwa pihaknya menemui kendala karena harus membebaskan lahan di sekeliling bangunan. Butuh waktu melakukan negosiasi dengan tiga pemilik lahan. Dua pemilik lahan sudah setuju, tinggal satu lagi karena pemiliknya meninggal dunia dan harus menunggu ketetapan dari ahli warisnya. “Ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan proses yang panjang, karena harus menemui sejumlah ahli waris yang tempat tinggalnya terpisah dan berjauhan,” aku Zul.

Namun yang membuatnya lega adanya tawaran tukar guling. Hal ini menyusul adanya rencana Pemda melalui dinas terkait melakukan perubahan saluran air tersebut. Saluran yang berada di bawah bangunannya akan dipindahkan ke depan toko (pinggir jalan) sebagai konsekwensi adanya rencana pelebaran Jalan Garuda maupun rencana perluasan Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin. Untuk pelebaran Jalan Garuda secara otomatis sebagian lahan di areal parkir tokonya terkena dampak yang kompensasinya harus ada ganti rugi. Karena itu pihaknya tidak menerima ganti rugi karena dilakukan tukar guling lahan. “Lahan saluran milik pemerintah yang berada di bawah toko ditukar dengan lahan di bagian depan yang terkena dampak pelebaran Jalan Garuda. Kami sangat setuju karena ini kepentingan bersama dan tidak ada yang dirugikan,” imbuhnya.

Pemerintah dan pengusaha merupakan simbiosis mutualistis, saling membutuhkan satu samalain. Pemerintah membutuhkan investasi untuk menjaga keberlangsungan pembangunan, dan sebaliknya investor membutuhkan iklim yang aman dan nyaman. Untuk itu pihaknya tetap berharap pemerintah daerah dapat mengambil kebijakan yang bersifat represif melainkan solutif dalam menyelesaikan persoalan. Sebab kasus serupa tidak hanya menimpa Perabot Agung Mart, melainkan masih banyak bangunan di beberapa titik wilayah Sumbawa yang juga berada di atas saluran air dan irigasi.

Baca Juga  Tangkap Pengedar, Ditresnarkoba Polda NTB Sita Shabu Senilai 595 Juta

Seperti diberitakan, Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Sumbawa, Dian Sidharta, ST., MM mengakui adanya pelanggaran IMB. Dalam pengurusan IMB sebenarnya prosedur yang dilakukan oleh pemilik Perabot Agung Mart sudah sesuai aturan. Termasuk adanya rekomendasi dari dinas terkait. Namun, dalam prosesnya bangunan itu dibuat permanen di atas saluran. Apa yang dilakukan Perabot Agung merupakan sebuah pelanggaran, sehingga pihaknya melayangkan surat teguran. Namun untuk tindakan terhadap pelanggaran ini pihaknya tidak ingin terkesan tebang pilih. Sebab ada kasus serupa juga terjadi di beberapa wilayah lainnya. Seperti di kawasan Ai Awak Kelurahan Seketeng, Utan, Alas dan beberapa tempat lainnya. Ini bisa terjadi tidak lepas dari minimnya pemahaman masyarakat akibat belum intensifnya sosialisasi. Karena itu ada dua alternatif yang ditawarkan pihaknya sebagai solusi. Yaitu pengalihan saluran dan menunggu terlaksananya penataan kota yakni kelanjutan pelebaran Jalan Garuda. Kebetulan juga ada proyek perpanjangan landasan pacu Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin. Karena saluran yang ada sekarang ini masuk dalam wilayah bandara, harus dialihkan ke depan atau pinggir jalan negara. Pengalihan ini akan mengambil lahan bagian depan milik Perabot Agung Mart. Karena itu saluran yang sudah ditutup bangunan toko tersebut ditukar guling dengan lahan bagian depan toko yang akan digunakan untuk pembuatan saluran. ‘’Saya menilai alternatif kedua ini merupakan win-win solution. Selain proyek pemerintah bisa berjalan, juga melindungi investor yang berinvestasi di daerah ini,” pungkasnya. (JEN/SR)

iklan bapenda