210 Kuda Pacuan Berlaga di Maen Jaran Festival Pesona Moyo

oleh -13 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (17/09/2017)

Kerato Pordasi Kabupaten Sumbawa bergolak. Sekitar 210 kuda pacuan dari sejumlah kabupaten/kota di NTB berlaga mengadu kecepatan untuk menjadi yang terbaik pada Kejuaraan Maen Jaran Festival Pesona Moyo 2017. Event budaya yang dibuka secara resmi Dandim 1607 Sumbawa, Letkol (ARM) Sumanto S.Sos, Sabtu (16/9) ini dihadiri Wakil Bupati Drs. H. Mahmud Abdullah, pimpinan DPRD Kamaluddin ST M.Si, Ketua Pordasi Sumbawa AM Imran SH, Kepala Dispopar Ir. H. Junaidi M.Si, Kadis Peternakan Ir. Talifuddin M.Si dan sejumlah kepala SKPD lainnya, serta penggemar kuda pacuan. Menariknya lagi, pacuan kuda ini ditonton wisatawan mancanegara di antaranya berasal dari Amerika, Polandia, Selandia Baru dan Australia yang sengaja datang untuk menyaksikan keunikan dan kehebatan sang joki cilik.

amdal
Dandim 1607 Sumbawa, Letkol (ARM) Sumanto S.Sos

Koordinator Penyelenggaraan Maen Jaran, Ir. Talifuddin M.Si dalam laporannya, mengatakan, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini selain menyemarakkan Festival Pesona Moyo 2017 juga sebagai wahana bagi peternak pacuan untuk bisa menukar informasi dan pengalaman. Tujuan lainnya meningkatkan mutu peternak kuda pacu serta media pemberian penghargaan terhadap peternak kuda pacu yang berprestasi sekaligus wahana pembinaan lembaga, menciptakan kelompok tani ternak agribisnis yang maju, tangguh dan mandiri. “Sekarang ini ada kecenderungan penurunan jumlah populasi ternak kuda. Untuk itu harus kita pertahankan bahkan ditingkatkan pada tahun mendatang. Kuncinya ada pada penggemar main jaran di Kabupaten Sumbawa dan seluruh wilayah NTB guna meningkatkan populasi maupun kualitas kuda,” ungkapnya.

Baca Juga  PWRI Andil Mendukung Pembangunan Bangsa dan Negara

Untuk diketahui Kejuaraan Maen Jaran ini terdiri dari 15 kelas yaitu Kelas Pemula, TK, OA, OB, HA, HB, TA, TB , TC, DA, DB, DC, DD, DE, dan Ekshibisi, dengan hadiah total mencapai Rp 250 juta. “Semoga event kali ini lebih bagus dengan harapan akan terus dibenahi. Apalagi jargon yang diusung dalam kejuaraan ini adalah satu kuda sejuta sahabat,” cetusnya.

Sementara Dandim 1607 Sumbawa, Letkol (ARM) Sumanto S.Sos saat membuka kegiatan ini berpesan kepada para peserta untuk meningkatkan sportifitas dan menjadikan ajang ini sebagai upaya untuk memperkuat persahabatan. Ajang ini juga bagian dari upaya melestarikan budaya. Main jaran dengan joki ciliknya sudah menjadi ikon budaya Sumbawa yang bisa memantik daya tarik wisatawan. Karenanya event ini harus dipertahankan dan ditingkatkan, bila perlu digelar lebih besar lagi tidak hanya mengikutkan kabupaten/kota di NTB tapi juga di luar NTB bahkan mancanegara.

TNI kata Dandim akan tetap mendukung kegiatan tersebut. Bahkan bulan depan, pihaknya akan menyelenggarakan Maen Jaran Dandim Cup dalam rangka HUT TNI. Selain hadiahnya jauh lebih besar, pihaknya telah menyiapkan souvenir spesial dan Piala Bergilir yang terbuat dari peluru. “Ini mungkin event yang saya gelar di akhir masa jabatan saya sebagai Dandim 1607 Sumbawa, biar piala bergilir ini sebagai kenangan agar saya tetap diingat oleh masyarakat Sumbawa,” ujarnya.

Baca Juga  Ultah Agogo di Sumbawa, Gowes Bareng 2019 Libatkan Ratusan Goweser

Di akhir sambutannya, Dandim Sumanto mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas daerah. Masyarakat diharapkan tidak menjadi provokator dan tidak terprovokasi dengan isu-isu yang memecahbelah persaudaraan yang sudah terbina selama ini. “Jika ada selisih dan kesalahpahaman, bicarakan secara musyawarah dengan menjunjung tinggi persaudaraan. Tapi jika tidak bisa diselesaikan, serahkan kepada aparat berwajib untuk ditangani sesuai koridor hukum, sehingga Sumbawa tetap damai, hebat dan bermartabat,” pungkasnya. (JEN/SR)

iklan bapenda