Bangun di Atas Saluran, Perabot Agung Mart Menyalahi IMB

oleh -11 views
Perabot Agung Mart
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (15/09/2017)

Keberadaan Perabot Agung Mart yang berlokasi di Jalan Garuda Sumbawa Besar, menyalahi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Pasalnya, toko megah yang menjual perabotan rumah tangga dan barang elektronik tersebut dibangun di atas saluran irigasi. Secara aturan hal itu dilarang keras. Dari informasi, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Bidang Tata Ruang telah melayangkan surat teguran kepada pemilik Perabot Agung. Namun hingga kini belum direspon. Kendati demikian pendekatan-pendekatan masih diupayakan. Jika membandel bisa jadi bangunan tersebut dibongkar paksa.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa melalui Kepala Bidang Tata Ruang, Dian Sidharta ST MM yang dikonfirmasi SAMAWAREA, Kamis (14/9) kemarin, mengakui adanya pelanggaran IMB oleh pemilik Perabot Agung Mart. Dalam pengurusan IMB sebenarnya prosedurnya sudah dilalui sesuai aturan termasuk adanya rekomendasi dari dinas terkait. Ia membantah jika dalam rekomendasi dinasnya mengijinkan pihak Perabot membuat bangunan di atas saluran. “Ini tidak mungkin, tetapi hanya sejenis jembatan sementara yang melewati saluran untuk mobilisasi bahan-bahan bangunan ketika proses pengerjaan toko itu. Memang pembuatan jembatan sementara di atas saluran itu sudah ada ijin pinjam pakai lahan dengan batas waktu yang disepakati,” kata Dian—sapaan akrabnya.

Kenyataannya bangunan itu dibuat permanen di atas saluran dari yang seharusnya bangunan Perabot Agung Mart ini tidak melewati saluran atau terpisah oleh saluran. “Lahan milik Perabot Agung itu nyambung dengan lahan setelah saluran karena memiliki satu sertifikat. Meski satu sertifikat di dalamnya tercantum ada saluran sebagai pemisah,” jelas Dian.

Baca Juga  Kabur dari RSUD Sumbawa, Pasien Covid Meninggal di RSUD Dompu
Dian Sidharta ST MM, Kabid Tata Ruang PUPR Sumbawa

Apa yang dilakukan Perabot Agung merupakan sebuah pelanggaran sehingga pihaknya memberikan surat teguran. Namun untuk tindakan terhadap pelanggaran ini pihaknya tidak ingin terkesan tebang pilih. Sebab ada kasus serupa juga terjadi di beberapa wilayah lainnya seperti Ai Awak Kelurahan Seketeng, Utan, Alas dan beberapa tempat lainnya. Ini bisa terjadi tidak lepas dari minimnya pemahaman masyarakat akibat belum intensifnya sosialisasi. Karena itu ada dua alternative yang ditawarkan PUPR sebagai solusi. Pertama, pengalihan saluran. Untuk pengalihan ini pemilik Perabot Agung bersedia. Persoalannya ada tatacara dan persetujuan dari pemerintah daerah selaku pemilik asset maupun petani pemakai air (P2A). Kedua, menunggu terlaksananya penataan kota yakni kelanjutan pelebaran Jalan Garuda, yang kebetulan ada proyek perpanjangan runway (landasan pacu) Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin. Karena saluran yang ada sekarang ini masuk dalam wilayah bandara, harus dialihkan ke depan (pinggir jalan negara). Pengalihan ini akan mengambil lahan bagian depan milik Perabot Agung Mart (depan jalan). Karena itu saluran yang sudah ditutup bangunan toko tersebut ditukarguling dengan lahan bagian depan toko yang akan digunakan untuk pembuatan saluran. “Saya menilai alternative kedua ini merupakan win-win solution, selain proyek pemerintah bisa berjalan, juga melindungi investor yang berinvestasi di daerah ini,” pungkasnya. (JEN/SR)

 

iklan bapenda