Eks TKW Sumbawa Dapat Bantuan Sarana Usaha

oleh -3 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (14/09/2017)

Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Disnakertrans, tidak hanya memberikan perhatiannya kepada TKI yang menjadi duta devisa di luar negeri, tapi eks TKI khususnya mantan tenaga kerja wanita (TKW). Perhatian itu dalam bentuk bantuan usaha kepada kelompok yang di dalamnya tergabung eks TKW. Bantuan itu diberikan pada Kamis (14/9) pagi tadi. Ada 6 kelompok yang tersebar di 6 desa yang menjadi sasaran bantuan. Adalah Kelompok Koat Barema Desa Jurumapin, Kelompok Melati Desa Kalabeso, dan Usaha Mandiri Dusun Kanar Desa Labuhan Badas. Tiga kelompok ini sudah diberikan bantuan. Sedangkan tiga lainnya yang masih mengikuti pelatihan dan akan diberikan bantuan bulan depan ini adalah kelompok yang berada di Desa Dete Kecamatan Lape, Desa Pemasar Kecamatan Maronge, dan Desa Ngeru Kecamatan Moyo Hilir.

Kepala Disnakertrans Sumbawa, Ir Syafruddin Nur menyampaikan bahwa bantuan kepada eks TKW merupakan program pemberdayaan dalam rangka pengentasan pengangguran dan membuka lapangan pekerjaan. Pihaknya berharap kelompok ibu-ibu ini tumbuh dan berkembang sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi kebutuhan keluarga. “Kami ingin kelompok-kelompok ini produktif dan berkembang. Ini bisa menjadi solusi dalam mengatasi persoalan ketenagakerjaan,” imbuhnya.

Disinggung wujud bantuan itu, mantan Kadis Peternakan ini menyebutkan peralatan seperti kompor gas, kompor Hock, blender, mesin jahit dan lainnya sesuai potensi desa maupun minat usaha dari anggota kelompok. “Kami bersyukur mendapat bantuan ini agar perempuan di desa dapat berdaya dan tidak hanya berkutat di sumur, dapur dan kasur,” ucap Habibah—Ketua kelompok Melati Desa Kalabeso, seraya mengatakan bantuan itu akan dimanfaatkan dalam mendukung usaha cateringnya.

Baca Juga  Dukung Ciptakan Lingkungan Asri Lestari, Wagub Bantu Composter Bag

Hal senada dikatakan Ketua Kelompok Usaha Mandiri Dusun Kanar Desa Labuhan Badas. Menurutnya bantuan itu sangat bermanfaat dalam menunjang usaha jahitnya. “Jika usaha bisa berkembang, kami akan ajukan permohonan bantuan lainnya,” ujarnya optimis.

Dengan adanya bantuan tersebut, ia tidak lagi memikirkan untuk berangkat menjadi TKW. Lagipula dia sudah cukup tua untuk bekerja keluar negeri. (JEN/SR)

iklan bapenda