Pakar Kesehatan Alumni FKUI Berbagi Ilmu untuk Dokter Sumbawa

oleh -15 views
Para pakar kesehatan didampingi Direktur RSMA dr. H. Syamsul Hidayat dan Ketua IDI Sumbawa, dr. Mega Harta dan Direktur STP, Dr. Arief Budi Witarto foto bersama dengan Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (13/09/2017)

Dokter Spesialis dan petugas medis di Kabupaten Sumbawa mendapat berkah. Pasalnya, sebanyak 16 Guru Besar alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Tahun 1969 mengunjungi daerah ini untuk berwisata. Kehadiran para pakar kesehatan tersebut, Selasa (12/9) kemarin, dimanfaatkan Rumah Sakit Manambai Abdul Kadir (RSMA) bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Para guru besar ini dijadikan narasumber pada seminar tentang kesehatan. Belasan guru besar berasal dari beragam ahli kesehatan di antaranya ahli syaraf, ahli gizi, ahli paru-paru, ahli beda, ahli kandungan, ahli anak, dan ahli kulit. Dalam kunjungan wisatanya di Pulau Sumbawa, mereka sudah mengunjungi Istana Dalam Loka, dan selanjutnya menuju Seaside Cottage, dan akan bertandang ke pameran UMKM Festival Pesona Moyo.

amdal
Berkunjung ke Istana Dalam Loka

Sebelumnya saat tiba di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa, para Guru Besar ini disambut Direktur RSMA, dr. H. Syamsul Hidayat, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sumbawa, dr. Megaharta, Direktur Science Techno Park (STP) Dr. Arif Budi Witarto, M. Eng dan lainnya. Kemudian mereka menemui Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc.

Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan potensi wisata alam yang dapat mereka kunjungi selama berada di Sumbawa. Bupati juga menjelaskan mengenai Program Provinsi yang menjadi tanggung jawab pusat yaitu Samota sebagai upaya pemerintah mengembangkan daerah pesisir pantai menjadi lokasi wisata. Samota itu adalah singkatan dari “Sa” yaitu Teluk Saleh yang merupakan teluk yang sangat indah dan dijuluki Aquarium Dunia. Kemudian “Mo” yaitu Pulau Moyo adalah lokasi wisata para tokoh-tokoh terkenal dunia dan para pejabat, termasuk Lady Diana. Di pulau tersebut terkenal dengan obyek wisata Mata Jitu. Selanjutnya “Ta” yaitu Gunung Tambora yang letusannya terdahsyat dan sangat terkenal di penjuru dunia.

Baca Juga  FILANTRA Bantu APD untuk Tenaga Kesehatan di Sumbawa

Selain itu, Bupati juga mempromosikan wisata lainnya yang dapat dikembangkan dengan pesona dan panorama yang luar biasa. Namun demikian Sumbawa masih kekurangan hotel berbintang. “Kami ingin kehadiran para guru besar ini dapat menjadi agen wisata dan investasi untuk mengajak teman-temannya di luar sana untuk menjadi investor. Kami siap memfasilitasi dan keuntungan pasti sangat besar,” cetusnya.

Sementara Direktur RSMA, dr. H. Syamsul Hidayat mengatakan, kunjungan dan kehadiran para guru besar FKUI ini sangat bermanfaat. Keberadaan mereka selain berwisata diarahkan untuk dapat memberikan pencerahan semacam studi kasus di bidang kesehatan. Sebenarnya sangat sulit untuk mengundang langsung para Guru Besar ini dalam menularkan ilmu dan pengalaman mereka. Karena itu ada rasa bangga mampu menghadirkan mereka meski dengan cara memanfaatkan kunjungan wisatanya. “Kita meminta kepada mereka menjadi narasumber pada kegiatan semacam seminar untuk para dokter spesialis dan petugas medis, dengan jumlah peserta mencapai 200 orang. Alhamdulillah mereka bersedia untuk berbagi ilmu dan pengalaman,” ujar Dokter Dayat—sapaan mantan Direktur RSUD Sumbawa yang dikenal low profil ini.

Berbagi ilmu di Seminar tentang Kesehatan

Dalam Seminar tersebut ada lima topik yang dibahas. Di antaranya, tentang HIV/AIDS oleh Prof. Dr. Syamsul Rizal Jauzi, Trauma Management ter-update khusus Bidang Bedah disampaikan dr. Munandar Martawadaya S.PB (Konsultan). Kemudian tentang Tumbuh Kembang Anak oleh dr. Hefiyanto Hendarji (Spesialis Anak), Kanker Serviks oleh dr. Sundoro S.POG, Penanganan Stroke oleh Prof. Dr. Teguh Rana Kusuma, dan Sinesitis disampaikan dr. Haban Abdurrahman S.Pt HT (Konsultan). “Semoga ilmu yang diberikan ini bermanfaat bagi para dokter dan petugas medis di daerah ini. Kita juga berharap dan memohon bantuan agar mereka merekomendasikan dokter umum sehingga mudah untuk melanjutkan spesialisasinya,” ujarnya.

Baca Juga  Mufida: Komitmen Kami Tetap, Rakyat Jangan Jadi Korban Defisit BPJS

Di bagian lain Dokter Dayat mengapresiasi sambutan positif Bupati Sumbawa terhadap para pakar kesehatan tersebut. Kedepannya, Ia mengharapkan agenda seperti ini baik seminar maupun kedatangan para Guru Besar terus tetap ada, sehingga mereka menjadi lebih mengenal keadaan Sumbawa yang kaya potensi SDA dan wisata.

Ketua Alumni Angkatan 69 FKUI, Prof. Dr Teguh Rana Kusuma menyampaikan, kegiatan seperti ini rutin dilakukan setiap tahunnya. Pihaknya memilih Provinsi NTB khususnya Kabupaten Sumbawa karena memiliki kekayaan alam yang melimpah dan juga kemajuan wisata oleh pemerintah daerah sangat cepat dan pesat. “Kita menginginkan sambil wisata dapat memberikan pengetahuan tentang pengalaman kami kepada dokter-dokter muda di dearah tujuan khususnya dalam kebijakan sistem kesehatan yang jarang sekali dimiliki oleh suatu daerah. Yaitu kegawatdaruratan dan bencana yang merupakan permasalahan mendasar tentang kesehatan di Kabupaten Sumbawa,” ungkapnya.

Disinggung mengenai perkembangan sektor pariwisata Sumbawa, Prof Teguh menyatakan harus sejalan dengan peningkatan pengawasan dan penanganan kesehatannya. Pihaknya nanti akan mencoba mengembangkan wisata industry kesehatan. Sebab wisata yang bagus adalah wisata yang sehat dari semua sisi. “Orang akan datang ke sini ingin menikmati kehidupan alam yang sehat,” pungkasnya. (JEN/Advertorial)

iklan bapenda