Bupati: Angka Kemiskinan di Sumbawa 16,12%, Turun Hanya 0,61%

oleh -1 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (12/09/2017)

Keraguan sejumlah fraksi di DPRD Kabupaten Sumbawa terhadap turunnya angka kemiskinan di daerah ini secara drastis dari 16,12 persen menjadi 3,12 persen akhirnya terjawab. Wakil Bupati Drs H Mahmud Abdullah memberikan jawabannya pada Sidang Paripurna dengan agenda Jawaban Bupati Sumbawa terhadap Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD atas Raperda tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah No. 14 Tahun 2016 tentang APBD Tahun Anggaran 2017, belum lama ini.

amdal

Di hadapan Ketua DPRD Lalu Budi Suryata SP didampingi pimpinan lainnya, Dr. Drs. A.Rahman Alamudy SH M.Si, H Ilham Mustami S.Ag dan Kamaluddin ST M.Si serta dihadiri anggota DPRD dan anggota Forkopimda, Wabup menjelaskan bahwa data terkini terkait tingkat kemiskinan di Kabupaten Sumbawa mencapai 16,12 %, dengan indeks kedalaman kemiskinan 3,12 % dan indeks keparahan kemiskinan 0,84 %. Tingkat kemiskinan di Kabupaten Sumbawa mengalami penurunan sebesar 0,61 % dibanding tahun 2015 lalu. Capaian ini masih relatif jauh dari target penurunan kemiskinan yang tertuang dalam RPJMD sebesar 2 % yang merupakan komitmen bersama antara kabupaten/kota dan Provinsi NTB.

Saat ini pemerintah daerah telah melaksanakan kegiatan pemutakhiran Basis Data Terpadu (BDT) Tahun 2015 pada 6 kecamatan sebagai langkah awal bagi terbangunnya Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT). SLRT akan mengefektifkan penanggulangan kemiskinan dengan cara melancarkan akses pelayanan dasar kesehatan dan pendidikan kepada warga miskin, sehingga permasalahan penanggulangan kemiskinan yang tepat sasaran dapat tercapai dan selanjutnya akan mengakselerasi penurunan angka kemiskinan di daerah. Disebutkannya, penanggulangan kemiskinan dilaksanakan melalui tiga klaster program yang disesuaikan dengan karakteristik kemiskinan yang terdiri dari penanganan kemiskinan melalui bantuan langsung, pemberdayaan dan stimulan pengembangan usaha.

Baca Juga  Belasan Desa di KSB Pilkades Serentak Agustus-September 2016

Sebelumnya Fraksi Demokrat melalui Jubirnya, Yasin Musamma memberikan apresiasi atas kinerja pemerintahan Husni—Mo. Meski berjalan kurang dari satu setengah tahun namun telah mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari 6,43% menjadi 6,86%, menurunkan tingkat inflasi dari 4,11% menjadi 3,11%, menurunkan tingkat kemiskinan dari 16,12% menjadi 3,12% dan menurunkan tingkat pengangguran terbuka dari 4,20% menjadi 4,01%. Namun pujian Demokrat ini bertolak belakang dengan fraksi lainnya seperti Hanura, Nasdem, Fraksi Bintang Keadilan, dan Gerindra yang meragukan bahkan hal yang mustahil terjadi penurunan angka kemiskinan secara drastic pada masa pemerintahan Husni-Mo. (JEN/SR)

iklan bapenda