Semarak Pawai FPM, Upaya Satukan Keragaman Budaya

oleh -10 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (11/09/2017)

Adat dan budaya di Kabupaten Sumbawa sangat beragam. Semua etnis tinggal dan hidup berdampingan secara damai. Keberagaman budaya ini harus dijaga dan dilestarikan sebagai wujud kekayaan budaya di Tana Samawa. Manifestasi dari kekayaan itu dipromosikan melalui Pawai Budaya yang digelar dalam rangka Festival Pesona Moyo (FPM) 2017, Senin (11/9).

amdal

Aneka budaya yang ditampilkan masing-masing etnis ini menyatu dalam kegiatan yang mengambil start dari Halaman Kantor Bupati Sumbawa dan finish depan Taman Kodim 1607. Tak ketinggalan semua kecamatan dan dinas instansi ikut ambil bagian. Mulai dari adat perkawinan Sumbawa, flobamora dari NTT, gendang beleg dari Lombok, budaya dan tarian Bali, Barongsai, barumpuk, karaci, hingga ganyang dan gentao. Semua tersaji indah, apik dan menarik.

Bupati Sumbawa, H.M. Husni Djibril, B.Sc didampingi Wakil Bupati Drs. H. Mahmud Abdullah dalam sambutannya mengatakan, penyelenggaraan Festival Pesona Moyo 2017 memiliki banyak manfaat bagi masyarakat. Selain menjadi event untuk mendorong pariwisata Sumbawa, juga momen dalam memelihara kekayaan budaya Tana Samawa. Apalagi Sumbawa telah menjadi anggota dari Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang memiliki tujuan untuk melestarikan pusaka alam dan pusaka budaya. “Ini menjadi modal dasar bagi pembangunan di masa depan,” ujar bupati.

Karena itu pawai budaya ini harus diikuti sebagai bagian dari upaya dalam melestarikan tradisi budaya daerah, di samping mempromosikan nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki daerah ini kepada dunia luar. “Saya sangat bahagia hadir bersama masyarakat dan para peserta pawai budaya dari seluruh penjuru kecamatan se-Kabupaten Sumbawa. Terima kasih atas partisipasinya,” ucap Bupati. (JEN/SR)

iklan bapenda
Baca Juga  Sedih, Keluarga Siti Saleha Hanya Terima Koper