370 Jiwa Korban Banjir Sumbawa Dapat Jadup Rp 333 Juta

oleh -11 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (11/09/2017)

Setelah lama ditunggu, akhirnya korban banjir bandang di Kabupaten Sumbawa mendapat bantuan jaminan hidup (Jadup) dari Kementerian Sosial RI. Jadup senilai Rp 333 juta tersebut diberikan kepada 370 jiwa masing-masing mendapat Rp 900 ribu untuk tiga bulan. Bantuan jadup ini langsung dibawa dan diserahkan secara simbolis oleh Menteri Sosial melalui Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, Adhy Karyono AKS, M.AP kepada Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah di Kantor Bupati Sumbawa, Minggu (10/9) kemarin. Di tempat yang sama, Kemensos juga menyerahkan bantuan 229 paket sandang senilai Rp 52,6 juta, bantuan 1 unit mobil Dapur Umum Lapangan seharga Rp 465,6 juta dan 1 unit sepeda motor trail seharga Rp 30.427.100. Khusus dua kendaraan operasional ini diberikan kepada Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Sumbawa guna mendukung pelaksanaan tugas di lapangan dalam upaya penanganan bencana alam maupun bencana sosial. Jumlah total bantuan yang disalurkan Kemensos untuk Kabupaten Sumbawa mencapai Rp 881.790.100.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs H Mahmud Abdullah dalam sambutannya menyatakan bahwa bantuan yang diserahkan hari ini sebagai salah satu wujud kepedulian pemerintah terhadap bencana yang menimpa masyarakat Kabupaten Sumbawa. Ia berharap bantuan itu dapat meringankan beban dan membantu masyarakat agar kembali pulih dari dampak bencana tersebut. Dikatakan Wabup, bencana yang menimpa daerah ini beberapa bulan lalu, cukup mengejutkan dan Pemda Sumbawa tidak siap menerimanya. Namun berkat dukungan semua pihak terutama Disos, Tagana dan BNPB dalam penanganan korban banjir baik pada masa tanggap darurat hingga rekonstruksi dapat tertanggulangi dengan baik. “Kami akan terus berikhtiar untuk melakukan berbagai upaya perbaikan terhadap dampak yang ditimbulkan oleh bencana. Salah satunya adalah penyerahan bantuan jaminan hidup kepada para korban banjir,” ungkap Wabup.

Baca Juga  Pembangunan Terowongan Bendungan Beringin Sila Tercepat Sepanjang Sejarah

Sementara Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, Adhy Karyono AKS, M.AP mengatakan bahwa tidak seorang pun yang menginginkan tertimpa bencana, dan tidak ada siapapun yang mengetahui kapan dan dimana bencana itu akan terjadi. Bencana yang datang secara tiba-tiba tentu membuat Pemda Sumbawa saat itu tidak siap. Karena itu Kemensos melalui unsurnya di daerah termasuk TAGANA telah melakukan berbagai upaya mulai masa tanggap darurat untuk memastikan bahwa tidak ada korban banjir yang tidak makan. Pada masa itu juga, Kemensos menyerahkan bantuan peralatan kebersihan agar akses ke titik bencana maupun rumah korban banjir dapat tertangani. Kini pada masa rekonstruksi, Kemensos menyerahkan bantuan jatah hidup (jadup) bagi 370 jiwa. Bantuan ini sedikit tambahan dalam meringankan beban masyarakat yang tertimpa bencana agar bisa pulih dan kembali hidup normal. Selain itu pihaknya akan memberikan bantuan stimulan berupa bahan bangunan. Ketika rumah sudah terbangun dan direhab, Kemensos akan kembali datang memberikan bantuan kepada korban banjir Rp 3 juta untuk pembelian perabotan rumah tangga.

Di bagian lain, Adhy—sapaan akrabnya mengingatkan masyarakat bahwa Indonesia termasuk Sumbawa adalah daerah rawan bencana. Kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat sangat penting mengingat cuaca yang tidak menentu. Menurut infomasi BMKG, cuaca normal dan mulai memasuki musim kemarau. Tapi kenyataannya pada Agustus–September ternyata masih ada hujan di beberapa daerah yang menyebabkan terjadinya banjir seperti Jakarta, Kalimantan Timur, Kalsel, Sumbar, Gorontalo, Sulsel dan Sulteng.

Baca Juga  65 Anggota DPRD Provinsi NTB Resmi Dilantik

Meski dominan factor alam, namun ini juga terjadi akibat ulah manusia. Penebangan pohon secara liar, dan kerusakan hutan yang terjadi secara masif menjadi penyebab bencana tersebut. Sumbawa dan Bima, di antaranya. Karenanya ini menjadi tanggung jawab bersama. masyarakat wajib ikut serta dalam peannggulangan bencana. Untuk melibatkan partisipasi masyarakat ini, Kemensos memiliki program Kampung Siaga Bencana. Masyarakat ikut berperan aktif karena orang pertama yang merasakan resiko dari dampak bencana itu. Jadi program kampung siaga bencana ini salah satu upaya mitigasi untuk meminimalisir dampak dari resiko bencana ini,” demikian Adhy. (JEN/SR)

 

iklan bapenda