200 Pelaku UMKM Temu Usaha di Momen FPM 2017

oleh -9 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (11/09/2017)

Sekitar 200 pengusaha UMKM mengikuti Temu Usaha yang digelar Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan UMKM Kabupaten Sumbawa, Senin (11/9). Mereka merupakan para pelaku dan gerakan dari UMKM, koperasi, kelompok tani, Gapoktan, kelompok tani terbaik, kelompok ternak, BUMD, perbankan dan lainnya. Kegiatan yang dilaksanakan di lantai III Kantor Bupati Sumbawa ini merupakan rangkaian Festival Pesona Moyo (FPM) 2017.

amdal

Ketua Panitia Pelaksana, Drs. H. Arif M.Si yang juga Kadis Koperindag Sumbawa, melaporkan bahwa temu usaha ini merupakan kerja bersama dalam meningkatkan nilai tambah produk daerah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan industrialisasi komoditi agro pemasaran, meningkatkan daya saing komoditi unggulan daerah, dan meningkatkan produktifitas UMKM. Selain itu terjadinya kemitraan usaha, meningkatkan investasi di daerah, tercipta lapangan kerja dan mengurangi pengangguran. Untuk mengisi kegiatan ini pihak panitia mendatangkan sejumlah narasumber berkompeten. Yaitu Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Pertanian Bogor, Kadis Perdagangan Provinsi NTB, Kepala Dinas Perindustrian NTB dan Kadis Koperindag Sumbawa.

Sementara Bupati Sumbawa, H.M. Husni Djibril B.Sc dalam sambutannya mengatakan, saat ini UMKM memiliki peran yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Sebab selain memberi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, juga dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Pengembangan sektor UMKM tidak dapat dilakukan secara parsial, namun memerlukan pendekatan yang komprehensif dan simultan dari seluruh unsur. Secara umum UMKM masih memiliki beberapa kendala dalam pengembangannya karena pengelolaan usahanya yang masih tradisional, kualitas sumber daya manusia yang belum memadai, skala dan teknik produksi, kapabilitas inovasi yang masih rendah, serta masih terbatasnya akses kepada lembaga keuangan.Di era Asean Economic Community (AEC) ini, UMKM dituntut untuk mampu bersaing sebab negara ini merupakan pasar besar yang diperebutkan seluruh pelaku usaha di kawasan ASEAN. Karenanya ia berharap agar pelaku UMKM di Kabupaten Sumbawa dapat memiliki daya saing yang lebih tinggi daripada sebelumnya. Sebab jika para pelaku UMKM tidak siap dan kurang memiliki daya saing, akan dibanjiri barang-barang impor, sehingga industri rumah tangga di daerah ini tidak mampu bersaing dan tidak memiliki pasar. Karena itu, para pelaku UMKM diarahkan untuk mampu membangun usahanya menjadi lebih baik sehingga mampu bertahan di tengah era pasar bebas.

Baca Juga  Beli Revo di KRIDA Karyawan PLN Dapat Hadiah BeAT

Hal pertama yang dirasa urgent untuk dibenahi lanjut Bupati, bagaimana membangun semangat inovasi dan kreativitas. Sebab inovasi merupakan kunci utama memenangkan persaingan. Kreativitas dan inovasi akan meningkatkan daya saing UMKM yang mampu menekan biaya produksi serendah mungkin. “Karenanya, dengan diadakannya temu usaha ini, kami harapkan akan menjadi wahana pembelajaran bagi para pelaku UMKM tentang bagaimana membangun kreatifitas dan inovasi dalam menciptakan keunggulan produk yang berkelanjutan,” pungkasnya. (JEN/SR)

 

 

iklan bapenda