Kemiskinan Turun Drastis Nasdem dan Gerindra Minta Bukti

oleh -0 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (08/09/2017)

Pendapatan Asli Saerah (PAD) Kabupaten Sumbawa yang diproyeksikan meningkat mendapat apresiasi dari Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) DPRD Sumbawa saat menyampaikan pemandangan umumnya pada Rapat Paripurna tentang Raperda APBD-P 2017, belum lama ini.  Fraksi ini tetap meminta pemerintah daerah terus mencari formulasi agar PAD Kabupaten Sumbawa dari tahun ke tahun terus meningkat dengan menggali sumber-sumber potensi pendapatan asli daerah.

Meski demikian Fraksi Nasdem melalui jubirnya, Edi Syarifuddin menyatakan sangat prihatin terhadap penurunan Dana Alokasi Umum (DAU) hingga Rp 14.379.462.000. Sementara pihaknya sangat memahami bahwa kemampuan fiskal daerah belum mampu untuk membiayai pembangunan berskala besar. “Kami ingin mendapatkan penjelasan lebih detail dari pemerintah daerah apakah hal tersebut ada kaitan dengan serapan anggaran daerah sampai sekarang ini,” ujarnya dalam nada tanya.

Di bagian lain Fraksi Nasdem menyatakan salut terhadap upaya pemerintah daerah dalam rangka menurunkan angka kemiskinan dari 16,12 persen menjadi 3,11 persen. Begitupun terhadap penurunan angka pengangguran terbuka dari 4,20 persen menjadi 4,01 persen. Kinerja pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Husni-Mo yang luar biasa sangat mampu menurunkan angka kemiskinan. Hal ini perlu dipertanyakan pembuktiannya karena berdasarkan fakta yang ada, bahwa daya beli masyarakat sekarang ini relatif rendah. “Apakah angka ini realistis jika melihat kondisi masyarakat Kabupaten Sumbawa sekarang ini. Kami meminta penjelasan detail terhadap upaya-upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah daerah dalam menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Sumbawa. Tapi kami berharap semoga keberhasilan penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Sumbawa menjadi perhatian Presiden Jokowi,” imbuhnya.

Baca Juga  Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Dapil 1 Pemilu 2019

Hal senada diungkapkan Fraksi Gerindra melalui jubirnya, Hamzah. Menurutnya penurunan tingkat kemiskinan dari 16,12 persen menjadi 3,11 persen, merupakan prestasi yang menggembirakan sekaligus membanggakan. Namun fraksi tersebut mempertanyakan indikator apa saja yang digunakan serta program-program apa yang menjadi unggulan dalam menekan angka kemiskinan ini sehingga perubahannya begitu drastis. (JEN/SR)

iklan bapenda