BPTP NTB Gandeng TNI Tanam Jagung Hibrida Bima di Lopok

oleh -2 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (03/09/2017)

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi NTB, menginisiasi penanaman Jagung Hibrida Bima 20 URI di Desa Berora Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa, belum lama ini. Dalam melaksanakan kegiatan ini, BPTP menggandeng Kodim 1607 Sumbawa. Kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan Upsus (upaya khusus) Padi Jagung dan Kedelai (Pajale). “Ini juga untuk meningkatkan dan memotivasi masyarakat agar menanam jagung di musim tanam ketiga (MT-3), sehingga dalam setahun para petani selalu menanam 2 kali padi dan sekali jagung,” kata Letkol (ARM) Sumanto, S.Sos, Sabtu kemarin.

amdal

Perwira militer dengan dua melati di pundak ini berharap dengan adanya program MT 3 jagung ini, produksi jagung di wilayah Kecamatan Lopok dan sekitarnya bisa meningkatkan pendapatan ekonomi petani. Terlebih lagi di Wilayah Lopok ada potensi air yang memadai sehingga tidak ada alternatif lain dan harus mau menanami sawahnya agar tidak ada istilah lahan tidur. “Sebenarnya yang tidur itu bukan lahannya tapi petaninya. Selama ini petani tidak mau memanfaatkan sawahnya untuk ditanami jagung,” kata Dandim low profil ini.

Komoditi jagung lanjut Dandim, merupakan cita-cita Bupati Sumbawa yang menginginkan masyarakat petani di semua wilayah Sumbawa menanam jagung yang kemudian diintegrasikan dengan peternakan baik sapi maupun kambing. Upaya ini agar petani mendapatkan nilai tambah dari hasil pertaniannya maupun peternakannya.

Baca Juga  Disos Sumbawa Fasilitasi Usaha Ekonomi Produktif untuk PMI Bermasalah

Sementara Kepala BPTP NTB, Dr. Ir. M. Saleh Mokhtar, M.P, mengatakan, penanaman dan bimbingan tehnis tanam jagung hibrida Bima 20 URI di wilayah Lopok merupakan langkah dan upaya pertamakali dilakukan di Sumbawa. Pemerintah telah melakukan upaya khusus dalam ketahanan pangan sebagai salah satu visi Nawacita pemerintahan Presiden Jokowi, bahwa Indonesia harus menjadi negara yang berdaulat di bidang pangan tanpa harus impor bahan pangan dari negara lain. Untuk itu kegiatan bimbingan tehnis dan tanam jagung yang dilakukan ini adalah salah satu inovasi dari BPTP Provinsi NTB. “Jagung Hibrida 20 URI ini sudah ditanam di Labangka, Utan dan lainnya. Ini jagung lokal. Penanaman jagung ini juga merupakan program pengembangan jagung di Indonesia yang mengharuskan 40 persenya mengandung unsure lokal,” jelasnya.

Jagung Hibrida Bima ini memiliki beberapa keunggulan. Yakni potensi hasil 13,5 ton per hektar, berumur hanya 100 hari, tahan penyakit bulai, serta sangat sesuai untuk lahan sawah pada MK (musim kemarau) dan lahan kering pada MH (musim hujan). Dalam kegiatan tersebut Kelompok Tani (Poktan) VIII Desa Berora, Kecamatan Lopok mendapatkan bantuan mulai dari bibit, pupuk dan biaya pemeliharaan sehingga tidak ada alasan bagi petani bermalas-malasan. Petani harus memiliki semangat untuk memelihara dan berhasil. (JEN/SR)

iklan bapenda