Dua Orang Tertebas Sajam, Dua Desa Nyaris Bentrok

oleh -4 views
Kapolres AKBP Yusuf Sutejo SIK MT
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (02/09/2017)

Dua desa di Kecamatan Moyo Hilir, yakni Berare dan Kakiang, nyaris bentrok, Jumat (1/9) kemarin. Dua massa dari dua desa ini sudah siap dan masing-masing dilengkapi senjata tajam (sajam). Beruntung tiga pasukan yang dipimpin Kapolres Sumbawa AKBP Yusuf Sutejo SIK MT, Wakapolres Kompol Nurdin Senang, dan Kabag Ops Kompol Yusuf Tauziri SIK terjun ke lokasi untuk mengendalikan situasi. Pasukan Kapolres menuju Kakiang, pasukan Wakapolres ke Berare, sedangkan pasukan Kabag Ops stand by di antara dua desa untuk menunggu instruksi. Hingga Sabtu (2/9) dinihari tadi sekitar pukul 04.00 situasi terkendali. Selanjutnya Kapolres melakukan mediasi mempertemukan perwakilan kedua belah pihak termasuk kepala desa di dua desa tersebut di Ruang Rapat Terbatas (Rupatas) Polres Sumbawa, siang tadi.

amdal

Informasi yang diserap SAMAWAREA, peristiwa ini bermula dari persoalan di Taman Bugis Sumbawa, Rabu malam 30 Agustus lalu sekitar pukul 22.00 Wita. JN (22) warga Kakiang dan FR—warga Desa Berare terlibat perkelahian. JN mengalami cedera diduga dipukul menggunakan kursi oleh FR. Esok malamnya, Kamis (31/8) sekitar pukul 20.00 Wita, JN yang dalam perjalanan pulang diduga dihadang FR di depan SMP Moyo Hilir. Seketika FR menyerang JN menggunakan senjata tajam. Akibatnya tangan JN terluka. JN berhasil kabur dan pulang ke Kakiang. Melihat JN terluka sekelompok warga Kakiang langsung bereaksi menuju TKP. Di sana sekelompok massa ini melukai FR menggunakan senjata tajam. Karena itu massa di dua desa tersebut nyaris saling serang. Warga Kakiang sudah siap menunggu di depan SMP Moyo Hilir, sedangkan warga Berare juga menunggu di perbatasan desa.

Baca Juga  DPRD Belum Dapat Menindaklanjuti Permohonan PAW Abi dan Agus Okak
Siaga satu antisipasi bentrok dua kelompok massa dari Berare dan Kakiang. Tampak Kabag Ops Kompol Yusuf Tauziri (kanan), Kasat Sabhara IPTU Mathias WAL (tengah) dan Kapolsek Moyo Hilir IPTU Hurfan (kiri)

Kapolres Sumbawa, AKBP Yusuf Sutejo SIK MT yang dikonfirmasi, Sabtu (2/9) mengakui adanya peristiwa tersebut. Ini terjadi karena masyarakat masih belum paham tentang hukum. Selain karena dipicu perkelahian di Taman Bugis, juga masih ada persoalan lama kedua desa yang belum terselesaikan. Untuk mencegah terjadinya bentrok dua desa bertetangga ini, pihaknya menerjunkan pasukan ke lokasi. “Saya pimpin pasukan ke Kakiang, Pak Waka ke Berare untuk menenangkan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat. Alhamdulillah situasi kembali normal dan terkendali,” aku Kapolres.

Agar kasus ini tidak meluas dan berkepanjangan, pihaknya memediasi kedua belah pihak. Dalam pertemuan itu kasus perkelahian yang berujung pembacokan akan diproses secara hukum. Untuk warga Kakiang yang menjadi korban sudah membukukan laporannya ke Polsek Moyo Hilir, sedangkan korban dari Berara juga sudah membuat laporan polisi di Polres Sumbawa. “Kami harus menjadikan hukum sebagai panglima, dengan tetap menjaga Kamtibmas,” tegasnya.

Karena itu Ia menghimbau masyarakat di Berare dan Kakiang untuk menahan diri dan tetap menjaga kondusifitas daerah. Warga juga diminta untuk tidak melindungi dan menyembunyikan pelaku. Serahkan kepada hukum agar diproses secara professional. “Kami tidak ingin masalah ini berlarut-larut,” pungkasnya. (JEN/SR)

iklan bapenda