Selamat !! Dokter Ida Resmi Jabat Kepala UTD PMI Sumbawa

oleh -13 views
dr. Hj. Musyayyadah M.Kes., SPPK (kiri) dan dr. Hj. Nieta Ariyani (kanan)
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (31/08/2017)

Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sumbawa periode 2017—2022, kini dijabat wajah baru. Hal ini ditandai dengan dilantiknya dr. Hj Musayyadah M.Kes S.PPK sebagai pengganti dr. Hj. Nieta Ariyani. Pelantikan yang dilakukan Ketua Ketua PMI Cabang Sumbawa, Drs. H. Rasyidi di ruang rapat Sekda Sumbawa, Kamis (31/8) sore kemarin ini berlangsung sederhana namun khidmat. Hadir pada pelantikan tersebut para pengurus PMI dan karyawan UTD.

amdal

Ditemui usai pelantikan, pejabat lama dr. Nieta menyampaikan ucapan selamat kepada dr. Hj. Musayyadah sebagai pejabat baru. Ia berharap penggantinya ini dapat memimpin UTD PMI Sumbawa sehingga menjadi lebih baik dan lebih maju dari sebelumnya. Dokter yang dikenal low profil ini, mengaku banyak keterbatasan yang dimiliki UTD terutama terkait peralatan dalam mendukung operasionalnya. Seperti incubator platelet (incubator keeping darah), platelet agitator (alat menyimpan konsentrasi platelet) dan alat lainnya. Selama ini untuk trombosit memang tidak pernah ada stok. Sebab trombosit hanya bisa disimpan tidak lebih dari satu hari. Ada tersedia langsung dipakai. Ini karena tidak ada rumah tempat penyimpanan trombosit. UTD hanya memiliki alat proses trombosit dan raknya. Jika ada alat untuk menyimpan trombosit ini maka akan bisa bertahan hingga 4 hari lamanya. Trombosit (warna kuning) ini berbeda dengan PRC (Packed Red Cell) yang berwarna merah. Untuk stok PRC masih cukup karena bisa disimpan dan bertahan sampai 21 hari dengan syarat tempat penyimpanan harus sesuai dengan suhunya. “Beliau (dr Musayyadah) sudah tahu itu, karena saya sering konsul ke beliau juga,” kata dr. Nieta.

Baca Juga  Komisi I Minta Pengadaan Seragam Sekolah Gratis Dipercepat

Selain itu, target yang belum terealisir adalah memperbaiki kualitas di MLTD. Namun Ia yakin dengan kepemimpinan dr. Musayyadah yang secara tekhnis sangat paham tentang pelayanan darah, UTD akan dikelola secara lebih modern sehingga dapat meminimalisir human error. “UTD ini sudah besar, insyaa Allah dengan kepemimpinan beliau akan lebih besar lagi,” cetusnya.

Di tempat yang sama, Kepala UTD yang baru, dr.Hj Musayyadah M.Kes S.PPK balik memuji kepemimpinan dr. Nieta yang dinilai sangat luar biasa. Selama ditangani dr. Nieta, UTD berkembang lebih baik dari sebelumnya. Tentu program yang sudah ada akan diteruskan dan dikembangkannya. Harapan yang belum sempat terealisir akan diupayakan untuk dituntaskan selama 5 tahun masa kepemimpinannya. Demikian dengan system akan diperbaiki agar tidak terjadi kesalahan dalam penanganan darah agar tidak expairet karena yang ditangani adalah pasien safety. Dokter Ida–demikian ia disapa, mengakui UTD saat ini belum memiliki peralatan memadai. Pihaknya akan mengupayakannya melalui ikhtiar bersama. selaku pejabat baru di UTD, dr. Musayyadah mengatakan akan tetap merangkul dr. Nieta. Sebab diakuinya pejabat lama itu memiliki pengalaman. “Yang jelas ini bukan kerja perorangan tapi kerja tim. Kita mengedepankan kerjasama. Kita tidak melihat kesalahan tapi mengutamakan solusi apa yang tepat kita lakukan untuk memajukan UTD ini,” pungkasnya. (JEN/SR)

 

iklan bapenda