Sejumlah Fraksi Mangkir Sidang Paripurna, Temui Bupati

oleh -0 views
Ahmadul Kusasi SH
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (01/09/2017)

Sejumlah fraksi di DPRD Sumbawa yang sebelumnya tidak menghadiri sidang Paripurna DPRD untuk membahas APBD-Perubahan 2017, menemui Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc, Kamis (31/9). Akibat manuver mereka inilah sidang tersebut terpaksa ditunda dan akan digelar kembali tiga hari kemudian. Namun kedatangan mereka menemui orang nomor satu di Kabupaten Sumbawa ini sepertinya tidak lengkap, karena tanpa Gerindra, Hanura dan Nasdem. Yang kepergok awak media masuk ke ruang kerja Bupati adalah Rusli Manawari (Fraksi PPP), Ida Rahayu S.AP (Fraksi PAN), Adizul Sahabuddin SP (Fraksi PKS) dan Ahmadul Kusasih SH (Fraksi Golkar). Keempatnya didampingi A. Rafiq dari Fraksi PDIP yang memang partai pemerintah. Beragam asumsi muncul. Ada yang beranggapan kedatangan mereka sengaja diundang khusus Bupati untuk memecah ‘koalisi tolak paripurna’ sehingga pada paripurna mendatang kehadiran anggota mencapai kuorum. Tidak seperti sebelumnya hanya dihadiri 27 anggota dan 28 lainnya tidak hadir. Asumsi lain, kehadiran anggota fraksi ini karena keberhasilan bujuk rayu PDIP dan Demokrat—dua partai yang berada di baris depan membela pemerintahan Husni–Mo. Ada juga yang menilai jika kepentingan sejumlah fraksi terkait tuntutan dana aspirasi diakomodir pemerintah.

Namun beragam asumsi tersebut dibantah Rusli Manawari. Ketua Fraksi PPP ini mengaku kedatangannya ini hanya inisiatif untuk bersilaturrahim dengan Bupati. Saat bertemu Bupati tidak ada yang dibahas, hanya mengobrol biasa dan santai, seperti orang yang baru melepas kerinduan. “Ini bukan manuver politik dan tidak ada kaitannya dengan rapat paripurna kemarin. Tidak juga kami datang untuk membicarakan sejumlah aspirasi atau lainnya. Ini murni silaturahim biasa,” ucapnya.

Baca Juga  Jelang Musda, Bendahara KNPI Sumbawa Dipecat

Hal senada dikatakan Ahmadul Kusasih dari Fraksi Golkar. Ia mengaku kedatangannya menemui Bupati hanya inisiatif. Dia juga tidak pernah berjanji dengan fraksi lainnya untuk datang bersama menemui Bupati. “Kami ketemu di sini hanya kebetulan saja, karena kami tidak janji untuk datang di waktu yang sama dan menemui orang yang sama,” aku Madul—sapaan singkatnya, seraya menerangkan jika dalam pertemuan di ruang Bupati, yang dibicarakan tidak ada kaitannya dengan tertundanya rapat paripurna, tapi bagaimana Sumbawa ke depan dan kesinambungan pembangunan di daerah.

Sementara Ida Rahayu dari PAN dan Adizul dari PKS memilih bungkam. Mereka bahkan bergegas meninggalkan tempat itu untuk menghindari wartawan. (JEN/SR)

iklan bapenda