Momen Idul Adha, Bupati Sumbawa Kembali Ungkapkan Keberhasilan

oleh -4 views
Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (01/09/2017)

Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril B.Sc mengajak smeua pihak untuk menjadikan hikmah Idul Adha semangat dalam membangun kemandirian masyarakat Sumbawa, agar mampu memenuhi kebutuhan dasar secara ekonomi dan sosial dengan berkeadilan yang pada akhirnya dapat meneguhkan kepribadian yang religius, patuh kepada hukum dan penuh toleransi terhadap sesama, dilandasi ketakwaan kepada Allah SWT. Pemerintah dan masyarakat harus terus saling bahu membahu, saling membangun kesepahaman, serta saling berkontribusi dengan semangat kerja bersama, guna tercapainya tujuan yang dicita-citakan. “Hikmah ibadah qurban senantiasa relevan untuk dijadikan semangat pemersatu, jiwa gotong-royong dalam proses pembangunan di Tana’ Samawa yang kita cintai ini,” kata Haji Husni—sapaan Bupati saat menyampaikan pidato pada Sholat Idul Adha di Lapangan Pahlawan, Jumat (1/9).

amdal

Dalam kesempatan itu Bupati Husni menyampaikan ikhtiar pemerintah Husni—Mo dalam rentang waktu lebih kurang satu setengah tahun (periode 2016–2017). Menurutnya, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sumbawa telah dapat mengatasi berbagai permasalahan yang ada. Di antaranya solusi atas akses transportasi ke kecamatan–kecamatan yang terisolir telah dapat dilakukan secara bertahap, dengan kondisi jalan mantap. Pada tahun 2016 telah dilaksanakan peningkatan dan pemeliharaan jalan kabupaten dan infrastruktur pendukungnya sepanjang 105,19 km, dengan anggaran sekitar Rp 149 milyar. Termasuk di dalamnya akses Lantung-Ropang, Teladan-Kelawis, Batu Dulang-Tepal, Pelita-Batu Rotok, Mata-Toloi, Brang Rea-Sempe.

Pada tahun 2017 ini, pihaknya melanjutkan pekerjaan tahun 2016 sepanjang 78,5 Km, dengan anggaran sekitar Rp 111 milyar, meliputi ruas Ropang-Lebin, Labangkar-Ranan, Lantung-Ropang, Lantung Ai Mual-Lantung Pedesa, Ropang-Lawin, Simpang Lawin-Labangkar, dan beberapa luas di Kecamatan Batu Lanteh, Unter Iwes, dan Orong Telu. Termasuk juga mengatasi keterisoliran sebagian masyarakat Kecamatan Orong Telu dan Kecamatan Lunyuk dari akses jaringan telepon seluler dan internet. “Hal ini perlu saya sampaikan untuk menjadi motivasi dan penyemangat bagi seluruh aparat dan masyarakat, agar tetap optimis dalam membangun kehidupan yang lebih baik di masa-masa mendatang. Dengan kekompakan dan kebersamaan serta saling menghargai di antara kita semua, insya Allah setiap kendala maupun kesulitan yang ada dapat kita atasi dengan baik,” imbuhnya.

Baca Juga  Jokowi ke Lenangguar Dikhabarkan Menggunakan Helikopter

Selain beberapa program tersebut, pihaknya sedang dan terus melakukan ikhtiar maksimal untuk mewujudkan masyarakat Sumbawa yang maju dan berdaya saing. Dalam bidang pertanian, di samping terus meningkatkan produksi padi yang menjadikan Sumbawa sebagai salah satu penopang lumbung beras nasional, juga memformulasikan program aksi gerakan masyarakat agribisnis jagung integrasi sapi (GEMA JIPI), yang menargetkan produksi jagung menjadi satu juta ton per tahun.

Bantuan dari pemerintah pusat berupa alat-alat produksi pertanian, pembangunan sumur dangkal, jaringan irigasi, dan cekdam serta jalan usaha tani terus diperjuangkan. Bahkan beberapa waktu lalu, pihaknya juga sudah menerima tim dari Sekretariat Kabinet dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang meninjau langsung rencana pembangunan embung kecil di 106 titik di daerah ini. Demikian rencana pembangunan Bendungan Beringin Sila di Kecamatan Utan, sudah menunjukkan titik terang, setelah Ia bertemu langsung dengan Menteri PUPR di Jakarta.

Di bagian lain, Bupati mengakui tengah melakukan pembenahan terhadap pasar-pasar yang ada, dalam upaya peningkatan roda perekonomian masyarakat. Tahun ini telah dimulai pembangunan Pasar Brang Bara, yang akan menjadi pasar tradisional modern Tipe C senilai Rp 6 milyar, melalui Dana Tugas Perbantuan Kementerian Perdagangan RI. Selain itu juga diprogramkan penyusunan DED Pasar Seketeng. Kemudian DED Pasar Karang Dima yang akan dijadikan sebagai pasar distribusi (pasar induk) yang terintegrasi dengan Terminal Sumer Payung, termasuk juga penataan pasar-pasar yang ada di kecamatan yang kondisinya sudah kurang memadai, seperti Pasar Utan, Pasar Langam, dan lainnya.

Di bidang kesehatan, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan daya dukung sarana dan prasarana kesehatan, seperti perbaikan infrastruktur rumah sakit dan memantapkan rencana relokasi RSUD. Termasuk akreditasi semua puskesmas yang ada, agar dapat memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi seluruh masyarakat. “Pengungkapan berbagai keberhasilan ini bukanlah untuk membangga banggakan diri, akan tetapi merupakan salah satu cara kita bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT, sebagaimana perintah Allah dalam Al-Qur’an Surat Adh Dhuha ayat 11, yang artinya “dan apabila kamu diberi kenikmatan oleh tuhanmu maka ceritakanlah,” ucapnya.

Baca Juga  Bupati Minta Bantuan Gubernur Realisasikan Program Prioritas di Kabupaten Sumbawa

Menyinggung Hari Raya Idul Adha, Bupati menyebutkan ada dua dimensi yang di dalamnya untuk dijadikan pelajaran. Pertama, dimensi ritual. Yaitu pelaksanaan qurban semata-mata karena memenuhi perintah Allah dan Rasulnya, seperti halnya yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim Alaihissalam, meskipun harus menyembelih putra kesayangannya Ismail Alaihissalam. Dan karena kepatuhan Nabi Ibrahim itulah kemudian Allah langsung menggantikan sembelihannya dengan seekor Kambing. Dalam konteks kekinian, Allah tidak memerintahkan ummat Islam untuk menyembelih orang yang dicintainya, seperti ujian Allah kepada Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam tetapi diminta untuk “menyembelih” sifat sifat syaithoniyah yang ada dalam dirinya. Yaitu sifat takabbur, sombong, serakah, dan sifat-sifat individualisme yang hanya mementingkan diri sendiri. Termasuk memerangi hawa nafsu untuk mendapatkan kesenangan dengan hal-hal yang merusak diri sendiri dan orang lain. Seperti penyalahgunaan narkoba yang telah banyak memakan korban. Merusak mental manusia secara massif, tanpa pandang usia, jenis kelamin maupun status sosial. Bahkan saat ini negara termasuk Kabupaten Sumbawa telah dinyatakan darurat narkoba.

Kedua, dimensi sosial. Karena daging qurban yang dibagikan sesuai ketentuan syari’at, dapat mempererat silaturrahim, sekaligus menjadi perekat antara si-kaya dan si-miskin. Karenanya berqurban hakekatnya adalah membina rasa persaudaraan, mengamalkan nilai-nilai kepekaan dan kepedulian terhadap sesama. “Untuk itu, melalui momentum Idul Adha ini kita berharap dapat melakukan revolusi mental, menggugah kembali rasa solidaritas kita, dengan senantiasa berempati terhadap saudara kita yang kurang beruntung secara ekonomi, sekaligus menanamkan kepedulian dan semangat silaturrahim antara sesama manusia. Sifat rela berkorban dan tolong menolong hendaknya menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari,” pungkasnya.  (JEN/SR)

 

iklan bapenda