Sajian “Amazing Batualang Village” Buai Peserta Sail Indonesia 2017

oleh -0 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (31/08/2017)

Salah satu spot tujuan kunjungan peserta Sail Indonesia 2017 adalah Desa Batualang Kecamatan Moyo Hulu. Kunjungan ke Batualang, Rabu (30/8) ini dilakukan setelah menikmati suasana kemeriahan khas Buffalo Race Series-1 World Championship 2017-2018 di Sirkuit Barapan Kebo Sumber Payung serta menikmati kuliner di Sumbawa Food Karang Goreng.

Camat Moyo Hulu Mulyadi, S.Sos mengungkapkan kegembiraannya dengan ditunjuknya Desa Batualang sebagai tujuan wisata para peserta Sail Indonesia 2017. “Masyarakat Desa Batualang menyambut antuasias kehadiran para tamu wisatawan mancanegara ini,” ujar Mulyadi.

Meski terjadi perbedaan jadwal kedatangan kunjungan, namun masyarakat Batualang tetap antuasias memberikan sajian khas perdesaan Sumbawa “Amazing Batualang”. Sebagai desa yang memiliki ciri khas perdesaan yang alami, hamparan persawahan hijau serta kebiasaan adat istiadat yang terpelihara sampai saat ini, Mulyadi menyatakan sangat tepat Batualang dijadikan tujuan wisata bagi para wisatawan mancanegara dan ditetapkan sebagai Desa Wisata. “Para wisatawan terlihat menikmati dan berbaur dengan masyarakat dengan suasana alam pedesaan Batualang yang alami dan suasananya yang sangat welcome,” tutur Camat Mulyadi di tempat Pandai Besi Batualang.

Randal Patisamba salah seorang tour guide Adventouros Sumbawa yang mendampingi para peserta Sail Indonesia 2017 mengungkapkan, para tamu wisman merasa puas dan terbuai dengan sambutan hangat masyarakat Batualang. Dari sajian pembuatan alat-alat pertanian dan senjata tradisional, menyaksikan aktivitas pedesaan Sumbawa tepatnya di persawahan dengan rumah sawah yang khas. Setibanya di areal persawahan para wisman disambut dengan tarian selamat datang dan Sanentek Rantok, melihat proses menumbuk padi sampai menjadi beras menggunakan alat tradisional. Para wisman juga disajikan proses pembuatan kuliner khas Sumbawa antara lain Timung (nasi bambu) serta beberapa lalapan gecok, siong sira dan lainnya. “Mereka sangat menikmati dan enjoy sekali, komunikasi dengan masyarakat sangat akrab, karena juga kultur masyarakat Sumbawa yang welcome sangat mendukung kenyamanan wisman di Batualang,” tutur Randal.

Baca Juga  Pemerintah Dorong Percepatan Pembangunan KEK Mandalika
Salah satu peserta Sail Indonesia dipakaikan ‘seme’ sejenis bedak dan ramuan herbal khas Sumbawa untuk melindungi kulit wajah dari sinar matahari

Bahkan para wisman bergabung bersama masyarakat menikmati timung, gecok, siong sira dalam suasana alam persawahan Batualang yang hijau. Beberapa wisman wanita merasa enjoy ketika dipakaikan seme oleh ibu-ibu. Seme adalah sejenis bedak dan ramuan herbal khas Sumbawa untuk melindungi kulit wajah dari sinar matahari. “Mudah-mudahan kulit saya seperti kulit orang-orang Sumbawa,” ujar Mrs. Jacquiline Malo dari Canada sambil tertawa riang bersama ibu-ibu Batualang.

Selaras dengan harapan Camat Moyo Hulu, Kepala Dusun Batualang yang juga turut mendampingi para wisman berharap agar Desa Batualang dapat ditetapkan sebagai Desa Wisata dan selalu dijadikan tujuan kunjungan wisatawan baik domestic maupun mancanegara. (JEN/SR)

iklan bapenda