Acara Sail Indonesia Dibuka Gong Genang, Ditutup Seni Etnik Karaci

oleh -3 views
bankntb

SUMBAWA BESAR, SR (30/08/2017)

Penampilan Gong Genang Gentao mengawali Pembukaan Sail Indonesia Tahun 2017, Rabu (30/8). Kegiatan yang berlangsung meriah ini berlangsung di Pantai Goa Sumbawa Besar yang ditetapkan sebagai salah satu titik singgah atau titik labu perahu layar peserta Yacth Rally Sail Indonesia 2017, 28—31 Agustus 2017. Hadir pada acara tersebut Wakil Bupati Sumbawa, Pimpinan beserta anggota DPRD, Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Ketua Pengadilan Negeri Sumbawa, Kepala Bappeda Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Lingkup Pemkab Sumbawa, Koordinator Asosiasi Wisata Layar Indonesia bersama rombongan, dan peserta Sail Indonesia 2017.

amdal

Mrs. Jaqualine salah satu peserta Sail Indonesia 2017 dari Kanada, dalam kesempatan itu menyampaikan pesan dan kesannya. Ia merasa senang dan puas dengan sambutan penerimaan di Kabupaten Sumbawa. Peserta Sail sangat menikmati panorama dan keindahan alam Sumbawa serta keramahan penduduknya. Sebab para peserta Sail membutuhkan tempat berlabuh yang aman dan nyaman.

Sementara Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah mengucapkan rasa terima kasih kepada Aswindo yang secara khusus memasukkan Kabupaten Sumbawa sebagai destinasi wisata yang wajib dikunjungi. “Kami menyampaikan ucapan “selamat datang di Kabupaten Sumbawa, welcome to Sumbawa for all participants of Sail Indonesia two thousand seventeen,” sapa Haji Mo panggilan akrab Wakil Bupati Sumbawa.

Dikatakan Haji Mo’, dalam suasana kegembiraan ini, masyarakat Sumbawa menyapa dan siap menerima para tamu dengan penuh keramahan dan suka cita. Para tamu dipersilahkan menikmati panorama alam pulau-pulau kecil yang unik dan eksotis, serta keragaman budaya Sumbawa. Terdapat 63 pulau kecil di Kabupaten Sumbawa, 6 di antaranya berpenghuni selain Pulau Moyo yang sudah sangat terkenal sebagai ikon wisata dunia dan Pulau Bungin sebagai pulau terpadat di dunia. “Selain itu, tercatat ada 231 potensi obyek wisata di Kabupaten Sumbawa yang membutuhkan interaksi cita rasa dalam konteks kepariwisataan dari segenap komponen baik pemerintah, masyarakat, pelaku wisata, maupun wisatawan itu sendiri,” sebutnya.

Baca Juga  Bansos Beras untuk 339 Ribu KPM di NTB Mulai Disalurkan

Dalam kaitan tersebut kepada segenap perangkat daerah terkait, Wabup meminta untuk segera menyelesaikan penyusunan RIPDA (Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah) yang merupakan amanat UU No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Dengan adanya RIPDA tersebut nantinya akan membantu arah pengembangan sektor kepariwisataan daerah ini ke depan. “Event ini dimaknai sebagai magnet promosi wisata daerah, sebuah pintu gerbang besar dan utama untuk menyampaikan informasi pariwisata yang kita miliki ke seluruh penjuru dunia, yang diharapkan berdampak signifikan terhadap peningkatan jumlah kunjungan wisatawan di masa yang akan datang. Melalui kesempatan ini pula kami sematkan harapan kepada Tim Aswindo agar penyelenggaraan Sail Indonesia atau Sail Sunda Kecil 2018 dapat memberikan ruang dan kesempatan bagi Kabupaten Sumbawa untuk menjadi tuan rumah,” harapnya.

Sebagai daerah yang sedang menggeliatkan sektor pariwisata, tentu masih banyak hal yang harus disempurnakan. Seiring berjalannya waktu, pemerintah bersama masyarakat Kabupaten Sumbawa berkomitmen untuk terus mengupayakan dan mengaktualisasikan program-program pembangunan kepariwisataan. “Kepada peserta Sail Indonesia 2017, empat hari bersama kami masyarakat Sumbawa yang ramah, anda dipastikan mendapat situasi yang hangat. Apalagi sebulan atau lebih maka kita akan saling merindukan, datanglah berkunjung kembali ke daerah kami,” pungkasnya. Acara pun ditutup dengan Pergelaran Seni Etnik Karaci dari Desa Kakiang Kecamatan Moyo Hilir. (JEN/SR)

iklan bapenda